Lingkungan Tak Lagi Aman, Warga Sikalondang Minta Perlindungan Aparat

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:08 WIB

50715 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Masyarakat Dusun Lae Mbetar, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, menyampaikan keluhan serius terkait situasi keamanan lingkungan yang semakin meresahkan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka merasa tidak lagi dapat menikmati rasa aman di lingkungan tempat tinggal sendiri seiring meningkatnya gangguan keamanan, khususnya kejadian pencurian yang melibatkan sejumlah warga sebagai korban.

Dalam keterangan yang disampaikan warga, kejadian-kejadian mencurigakan dan aksi kriminal seperti pencurian dilaporkan terjadi hampir setiap malam. Selain menciptakan kebisingan dan rasa khawatir, aksi-aksi tersebut telah menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Salah seorang warga, Ica, yang merupakan ibu rumah tangga, mengaku kehilangan sejumlah barang milik pribadinya seperti lembu, tabung gas, mesin egerek, ayam, dan entok. Jika ditaksir, nilai kerugian mencapai sekitar Rp10 juta. Sementara itu, Ita, seorang pedagang kelontong setempat, turut menjadi korban pencurian. Ia melaporkan kehilangan satu unit pompa air (sanyo), tabung gas, dan sejumlah rokok, dengan total kerugian sekitar Rp3 juta.

Baca Juga :  Polres Subulussalam Laksanakan Pengamanan Deklarasi Damai Pilkada 2024

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya mengalami kerugian materi, gangguan keamanan juga hadir dalam bentuk tindak perusakan yang mengancam keselamatan warga. Jebua, penduduk Dusun Lae Mbetar asal Nias, mengungkapkan bahwa rumahnya dilempari batu oleh orang tidak dikenal pada malam hari hingga jendela rumahnya pecah. Ia menegaskan tidak memiliki persoalan dengan tetangga maupun warga lainnya, namun tetap merasa sangat terganggu dan khawatir atas keselamatannya.

Pelaku usaha mikro, Ewin, juga turut mengeluhkan kehilangan kotak infaq untuk anak yatim dan tabung gas elpiji dari tempat usaha miliknya. Insiden ini menurutnya tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencoreng rasa solidaritas sosial yang selama ini ia bangun di tengah masyarakat.

Warga mengaku telah menyampaikan keluhannya kepada pemerintah desa. Sekretaris Desa Sikalondang, Mukaribin Pohan, menyatakan bahwa pihak desa telah berupaya menelusuri pelaku, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil yang nyata. Situasi yang belum tertangani secara tuntas ini membuat masyarakat semakin khawatir atas keselamatan dan kenyamanan hidup sehari-hari.

Baca Juga :  Jumat Bersih, Polres Subulussalam Bersama Kodim 0118/Subulussalam Gotong Royong di Mesjid

Melalui surat terbuka yang ditandatangani secara kolektif, masyarakat Lae Mbetar meminta perhatian serius dari aparat keamanan, baik di tingkat desa maupun dari kepolisian setempat. Mereka mengharapkan adanya tindakan nyata untuk mengusut berbagai peristiwa tersebut dan menempatkan upaya keamanan komunitas sebagai salah satu prioritas utama.

Masyarakat juga berharap adanya peningkatan patroli, kontrol lingkungan yang lebih ketat, serta pendekatan preventif lainnya untuk menciptakan rasa aman. Lingkungan yang tenteram dan bebas dari rasa takut merupakan hak warga negara yang perlu dijamin keberlangsungannya.

“Demikian keluhan ini kami sampaikan dengan harapan besar agar segera ditindaklanjuti,” tulis pernyataan resmi yang mewakili suara masyarakat Dusun Lae Mbetar.

Kondisi keamanan lingkungan desa kini menjadi salah satu isu krusial yang memerlukan intervensi cepat dari berbagai pihak agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih kompleks di masa depan. (TIM)

Berita Terkait

Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Alat Bantu Disabilitas di Hari Jadi Kota Subulussalam
Tokoh Masyarakat Aceh Singkil Haloan Sadri Minta MBG Diperkuat, Jangan Menambah Mata Rantai Baru yang Sulit Diawasi
Haji Abdul Hamid Padang Minta Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG Dikaji Matang, SPPG Dinilai Perlu Dibenahi
TR. Aceh Terumon Soroti Wacana Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG, SPPG Dinilai Lebih Penting Dievaluasi dan Diperkuat Pengawasannya
Putusan NO Tak Menghapus Jejak Dokumen dalam Sengketa Lae Saga
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Pilkam Gunung Bakti Memanas, Dokumen Pindah Datang Nasti Bertanggal Lima Desember Dua Ribu Dua Puluh Empat Jadi Sorotan Dua Kandidat
Polemik Lahan Singgersing: Warga Minta Musyawarah, Jangan Sampai Konflik Meledak di Tengah Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Tim Dosen Unila Bantu Pemetaan Aset dan Infrastruktur Desa Sukanegara Berbasis GIS

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Berita Terbaru