Menyoroti Tentang Perizinan Tersus Perusahaan Tambang Pasir di Kabupaten Lingga, Ketua DPC LAMI Kabupaten Lingga: “Terkesan Selama Ini Ilegal?”

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 18 April 2024 - 17:11 WIB

50276 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingga, Kepri – Satriyadi Ketua LAMI DPC Kabuparen Lingga menyampaikan pandangannya terkait kegiatan tambang pasir yang tersebar di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau saat ini menjelaskan, “Saya dan rekan-rekan tetap mendukung setiap investasi dan kegiatan ekonomi, demikian juga terhadap kegiatan penambangan pasir dilingga sekarang ini, intinya kami mendukung setiap investasi yang tumbuh di Kabupaten Lingga ini, tetapi kami juga mengharapkan jenis usaha yang ada hendaknya mengedepankan Loyalitas pada ketetapan hukum negara Republik Indonesia ini”, Rabu (17/04/2024).

Tegas Satriyadi “Seyogyanya konsep bentuk pengelolaan pertambangan mineral dan batubara yang diberikan kepada badan usaha, koperasi dan perseorangan, sudah diatur dalam Undang-Undang RI No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang dihubungkan dengan konsep perusahaan pertambangan Mineral dan Batubara dari perspektif konstitusi berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hendaknya metode usaha yang digunakan adalah yuridis normatif, sehingga kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara atau tambang mineral non logam berupa tambang pasir yang ada dikabupaten Lingga saat ini, hendaknya memiliki sifat kooperatif, sejalan dengan amanah UUD 1945, yang diatur pada pasal 33, ayat (1). Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan; (2). Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;
(3). Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat;
(4). dan Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”.

“Untuk itu, terkait kegiatan tambang pasir yang beroperasi dilingga saat ini, yang kami garis bawahi atas kegiatan usaha tambang pasir yang ada dilingga saat ini, bukan pada persoalan IUP mereka, tapi lebih menjurus pada persoalan keberadaan Terminal Khusus (Tersus) yang mereka gunakan saat ini”.

Baca Juga :  Masih Dalam Rangkaian Safari Ramadhan, Pangdam XII/Tpr Kunjungi Zidam XII/Tpr

“Dari data yang kami miliki, beberapa usaha pertambangan pasir yang beroperasi di Kabupaten Lingga saat ini, terkesan mereka semua itu tidak mengantongi izin Terminal Khusus (Tersus), artinya kegiatan bongkar muat hasil tambang pasir milik mereka dipelabuhan tempat sandar Tongkang itu diduga keras ilegal, sudah melanggar peraturan negeri ini, dan jika indikasinya benar-benar mereka itu tidak memiliki izin Tersus dari Dirjend Perhubungan RI, jelas itu sebuah pelanggaran hukum, dan diharapkan kepada Pemerintah, dalam hal ini pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dan juga pihak GAKKUM KLHK RI harus tegas memproses pelanggaran itu.

“Harapan kami dari pengurus Dewan Pimpinan Daerah, Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPC LAMI) Kabupaten Lingga, indikasi pelanggaran ini jangan terus dibiarkan, dan ini akan sangat merusak tatanan hukum negeri ini, dan jika terus dibiarkan, jelas akan sangat merugikan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat nelayan yang sudah sangat terganggu dengan kondisi limbah air laut yang timbul, ini disebabkan Tersus yang ada tidak memenuhi standart yang benar, jelas pembangunan Tersus atau JT itu tidak melalui proses kajian AMDAL, dan jika apa yang kami infokan ini tidak ada respon dari APH, dengan ini kami sampaikan bahwa, kami akan segera menyurati pihak-pihak yang berkompeten untuk menangani persoalan hukum dibidang pelanggaran ini”.

“Kami memprediksikannya bahwa, Tersus atau yang sering disebut JT milik perusahaan tambang pasir yang ada saat ini dilingga itu, baik yang ada dipulau Lingga maupun dipulau Singkep (Dabo Singkep), terkesan itu Tersus yang tidak layak, dan lebih tepatnya itu bukanlah layaknya sebuah bentuk Tersus, tapi lebih menyerupai hanya timbunan tanah merah yang dicampur dengan bebatuan yang disorongkan menonjol kelaut, yang menyerupai tanjung mini, dan setiap kali turun hujan, atau tersapu air laut atau gelombang, air laut disekitar pelabuhan tersebut kotor dan keruh karena lelehan air dari tanah timbunan Tersus tersebut, sehingga mencemarkan perairan laut disekitar kegiatan tambang, dan jelas ini bukan bentuk usaha tambang yang baik, karena sudah merusak ekosistem laut, dan tentunya sudah mengganggu lingkungan perairan laut dimana tempat para nelayan mencari Rizki sebagai sumber kehidupan mereka, dan jelas kejadian ini tidak sesuai lagi dengan amanah UUD 1945, Pasal 33, ayat (1) dan ayat (3), yang berbunyi : ayat (1). Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan;
ayat (3). Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Baca Juga :  Wujudkan Situasi Aman Dan Kondusif, Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Rohul

“Untuk itu, kami dari LAMI DPC Kabupaten Lingga berharap, tolong dengarkan suara kami yang mewakili sebagian masyarakat Kabupaten Lingga ini, terutama masyarakat nelayan yang sudah terganggu atas kegiatan tambang pasir itu, sekali lagi, kepada APH maupun GAKKUM KLHK RI, kami berharap agar merespon suara kami ini, diharapkan kepada APH maupun GAKKUM KLHK agar segera dapat menindak indikasi pelanggaran atas Tersus ilegal itu tersebut, menurut kami, seluruh Tersus perusahaan tambang yang aktif dilingga saat ini, dikategorikan semuanya ilegal, hal ini sesuai keterangan pada lembaran data daftar nama-nama Perusahaan yang termaktub pada Dirjend Perhubungan RI yang kami miliki tertanggal 16 April 2024 kemarin, jadi untuk itu tolong dengarkan suara kami yang merupakan bagian dari suara rakyat nelayan kecil ini” demikian pungkas Satriyadi tegas dan berharap. (,,, Tim).

Penulis: Suryadi Hamzah/Zulkarnaen

Berita Terkait

BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.
Selamat atas terbentuk nya Forum Wartawan Media Onlain Indonesia ( FWMO ) Kabupaten BAndung Barat.
DPD Gerindra Jabar Gelar Dokling di Bandung Barat, Hadirkan CKG dan Revolusi Putih.
Pangdam XXI/RI Tunjukkan Ketangguhan di Primarox81 Panglima TNI Cup 2026
Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya, Tobias Ginanjar Serap Aspirasi Warga Cipadang Manah
Jalan Irigasi Diduga Beralih Fungsi Menjadi Akses Parkir, Warga Minta Pemkab Bandung Barat Turun Tangan
SDN Cijambu Memprihatinkan, Atap Bocor dan Bangunan Mulai Mengkhawatirkan
Prof. Dr KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional,Sengketa Pers, Ada Mekanisme Dorong Pengadu dan Teradu Adu Bukti, Bila Perlu Dipertemukan Dewan Pers!!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB