Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  

Redaksi.

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 03:35 WIB

50454 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padalarang, 27 Juli 2026 – Keluhan pelayanan yang sangat memprihatinkan muncul dari warga terkait penanganan pasien kritis di Puskesmas Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Keluarga pasien mengaku sangat kecewa karena ayahnya yang dalam kondisi kritis justru mendapat respon buruk, penanganan yang dilambat-lambatkan, hingga diancam oleh petugas keamanan saat sedang cemas luar biasa.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga pasien yang berinisial A menceritakan kejadian memilukan itu kepada awak media. Saat itu, ia bergegas membawa ayahnya yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat kritis untuk mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Jaya Mekar. Namun, alih-alih disambut dengan kepedulian dan segera ditangani, kata A, ia justru mendengar ucapan yang sangat menyakitkan dan tidak pantas keluar dari mulut petugas pelayanan kesehatan.

 

“Petugasnya malah bilang: ‘Kenapa sudah parah begini baru dibawa ke sini atuh?’ Mendengar itu saya langsung sangat emosi. Bagaimana tidak, bapak saya sedang sekarat butuh pertolongan secepatnya, malah mendapat ucapan seperti itu,” ungkap A dengan nada masih menyiratkan kekecewaan mendalam.

Baca Juga :  PJ Bupati Nagan Raya Tinjau Lokasi Tempat Pemungutan Suara Seluruh Pelosok Nagan Raya 

 

Tidak hanya ucapan yang menohok, A mengaku penanganan terhadap ayahnya justru dilambat-lambatkan dan ia diminta menunggu tanpa alasan yang jelas. Sangking cemasnya melihat kondisi ayah yang semakin memburuk dan tidak mendapat pertolongan segera, A merasa sangat tegang hingga tidak sengaja memukul dasboard kendaraan atau meja di lokasi tersebut karena tidak bisa menahan kekhawatiran.

 

Peristiwa itu justru memancing reaksi yang tak terduga dari petugas keamanan di lokasi. Bukannya memahami situasi atau berusaha melerai dan menenangkan keadaan, satpam Puskesmas Jaya Mekar tersebut diduga justru bersikap kasar dan berniat memukul A.

 

“Saya sangat kecewa sekali. Bapak saya kritis ditelantarkan, saya yang cemas malah diancam mau dipukul oleh satpam. Seharusnya mereka mengerti keadaan keluarga pasien, bukan malah menambah masalah,” tambah A.

 

Kekecewaan A dan keluarga sangat beralasan, mengingat puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban utama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, manusiawi, dan tidak membedakan siapa pun pasiennya, terlebih bagi mereka yang dalam kondisi darurat medis. Ucapan yang menyalahkan keluarga serta penundaan penanganan pasien kritis jelas bertentangan dengan prinsip etika profesi kesehatan dan standar pelayanan publik.

Baca Juga :  SPPG Polda Banten Siap Jadi Role Model: Jaga Mutu dan Gizi Berkualitas Demi Generasi Emas 2045

 

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen Puskesmas Jaya Mekar untuk mendapatkan penjelasan terkait kejadian tersebut. Namun, petugas yang berjaga di bagian pelayanan menyatakan bahwa seluruh pimpinan sedang mengikuti rapat di luar kantor sehingga belum dapat dimintai keterangan.

 

Awak media berharap pihak berwenang, baik Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat maupun pengawas internal puskesmas segera menelusuri kejadian ini. Masyarakat juga menuntut adanya jaminan pelayanan yang lebih baik, penegakan disiplin bagi petugas yang melanggar aturan, serta kepastian bahwa setiap pasien yang membutuhkan pertolongan medis akan ditangani dengan sebaik-baiknya tanpa diskriminasi maupun penundaan yang tidak perlu.  Tim investigasi

 

 

 

Berita ini akan diperbarui apabila telah mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Puskesmas Jaya Mekar maupun instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

Segera Rampung, Jalan Berastagi-Simpang Empat Mulus Lancarkan Ekonomi Pertanian Karo
BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.
Selamat atas terbentuk nya Forum Wartawan Media Onlain Indonesia ( FWMO ) Kabupaten BAndung Barat.
DPD Gerindra Jabar Gelar Dokling di Bandung Barat, Hadirkan CKG dan Revolusi Putih.
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Karo: Perkokoh Ideologi Bangsa
Ranperda P-APBD 2026 Sah, Bupati Karo Apresiasi DPRD dan Dorong Percepatan Program
Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2026 di Paripurna DPRD
Pangdam XXI/RI Tunjukkan Ketangguhan di Primarox81 Panglima TNI Cup 2026

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB