Hasil Panen Capai 7–8 Ton per Hektare, Petani Nagan Raya Keluhkan Sulitnya Penjualan Gabah

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 18:32 WIB

5089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKA MAKMUE – Musim panen padi di sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, membawa kabar menggembirakan dari sisi hasil produksi. Namun, di tengah melimpahnya hasil panen tersebut, ratusan petani di Kecamatan Seunagan Timur dan Kecamatan Seunagan kini menghadapi persoalan baru, yakni sulitnya menjual gabah hasil panen.

Puluhan ton gabah dilaporkan masih tertumpuk di sejumlah tempat, mulai dari rumah petani hingga di pinggir jalan. Kondisi tersebut membuat petani berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait agar hasil panen mereka dapat segera terserap dengan harga yang layak.

Salah seorang petani Desa Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Arsyad, kepada media ini, Rabu (23/9/2026), mengatakan bahwa hasil panen petani saat ini cukup melimpah. Namun, sebagian petani mengalami kesulitan mencari pembeli yang mampu menyerap gabah dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gabah hasil panen sudah banyak, tetapi pembelinya belum ada. Sebagian gabah terpaksa kami simpan di rumah, bahkan ada yang ditumpuk di pinggir jalan karena tempat penyimpanan petani terbatas,” ujar Arsyad.

Baca Juga :  Bupati Nagan Raya Minta Perusahaan Tunjukkan Tanggung Jawab terhadap Kemajuan Daerah Lewat CSR Tepat Sasaran

Menurutnya, kondisi tersebut tentu menjadi perhatian bagi petani. Pasalnya, gabah yang terlalu lama disimpan berisiko mengalami penurunan kualitas, terlebih apabila kondisi cuaca tidak mendukung.

Arsyad berharap Perum Bulog dapat segera turun ke lapangan dan melakukan penyerapan gabah petani di wilayah Kecamatan Seunagan Timur dan Kecamatan Seunagan.

“Kami berharap Bulog bisa segera menyerap gabah petani. Kami ingin hasil kerja keras selama musim tanam ini dapat terjual dengan baik sehingga petani bisa kembali memenuhi kebutuhan keluarga dan mempersiapkan musim tanam berikutnya,” harapnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat membantu mencarikan solusi agar persoalan pemasaran hasil panen tidak terus berulang setiap musim panen.

Produksi Padi Nagan Raya Meningkat

Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menyampaikan bahwa dari sisi kualitas dan produktivitas, hasil pertanian padi di Kabupaten Nagan Raya saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Menurut Marzuki, produktivitas padi di sejumlah wilayah Nagan Raya bahkan mampu mencapai rata-rata 7 hingga 8 ton gabah per hektare.

Baca Juga :  Tim Adam Depok FC Nagan Raya Siap Berlaga di Liga 4 Aceh

“Dari segi kualitas dan produktivitas sangat bagus dan meningkat. Rata-rata bisa mencapai 7 sampai 8 ton dalam satu hektare di Kabupaten Nagan Raya,” kata Marzuki.

Peningkatan produktivitas tersebut menjadi potensi besar bagi Nagan Raya dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun, tingginya produksi tentu perlu diikuti dengan ketersediaan pasar dan penyerapan gabah yang memadai, sehingga hasil panen yang melimpah benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Petani berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan para pelaku usaha dapat semakin diperkuat, terutama pada saat musim panen raya.

Dengan begitu, gabah petani tidak hanya berhasil diproduksi dalam jumlah besar, tetapi juga dapat terserap dengan baik dan memberikan nilai ekonomi yang sepadan dengan kerja keras para petani.

Bagi petani, panen bukanlah akhir dari perjuangan. Panen adalah saat ketika kerja keras selama berbulan-bulan harus benar-benar berubah menjadi penghasilan yang dapat menopang kehidupan keluarga dan keberlanjutan usaha tani. (*)

Berita Terkait

RAPI Nagan Raya Ucapakan Selamat Atas Terpilihnya TARMIZI JZ01CCY Sebagai KETUA WILAYAH RAPI ACEH UTARA
Nagan Raya Darurat PETI, Ratusan Ekskavator Diduga Beroperasi Bebas Sementara Lingkungan Hancur Lebur
Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Aris Wandi Sampaikan Ucapan Selamat
Patroli Satlantas Polres Nagan Raya Temukan Pengerjaan Gorong-Gorong di Jalan Nasional, Utamakan Keselamatan Pengguna Jalan
Pemkab Nagan Raya Perkuat Pemulihan Pertanian Beutong Ateuh, Petani Siap Kembali Olah Sawah
Waspada Akun Online tiktok Diduga Menawarkan Video Call Berujung Permintaan Uang, Warga Diminta Tidak Mudah Terpancing
Tak Sekadar Berbagi, Jumat Berkah Polres Nagan Raya Hadirkan Sembako dan Cek Kesehatan Gratis
Kejari Nagan Raya Sambut Kedatangan Kejati Aceh, Dorong Penguatan Kinerja dan Profesionalisme Insan Adhyaksa

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB