Layanan Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda Permudah Akses Cuci Darah bagi Masyarakat Nagan Raya

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:55 WIB

50188 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue – Kehadiran layanan hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal kronik yang memerlukan terapi cuci darah secara rutin.

Sejak fasilitas tersebut beroperasi pada April 2026, masyarakat kini dapat memperoleh layanan hemodialisa di daerah sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di luar Kabupaten Nagan Raya.

Hingga Juli 2026, Unit Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda telah melaksanakan sekitar 210 tindakan hemodialisa dan saat ini melayani 10 pasien reguler yang menjalani terapi dua kali setiap minggu. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pelayanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelayanan hemodialisa di RSUD Sultan Iskandar Muda berada di bawah pembinaan dan tanggung jawab dr. Edi Hidayat, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K, FISQua, selaku dokter spesialis penyakit dalam.

Dalam pelayanan tersebut didukung oleh dr. Suhardan sebagai dokter pelaksana yang telah mengikuti pelatihan hemodialisa, serta enam perawat yang bertugas di unit hemodialisa.

Baca Juga :  Rakor Bersama BNPB, Bupati TRK Minta Percepatan Huntara dan Jembatan Gantung

Dari jumlah tersebut, tiga perawat telah mengantongi sertifikat pelatihan hemodialisa, sedangkan tiga lainnya bertugas sebagai perawat pendamping pelayanan.

Dokter Pelaksana Unit Hemodialisa RSUD SIM, dr. Suhardan mengungkapkan bahwa saat ini Unit Hemodialisa memiliki 10 unit mesin, terdiri atas 8 mesin operasional, 1 mesin cadangan (backup) untuk menjamin kontinuitas pelayanan apabila terjadi gangguan teknis.

“Serta 1 mesin khusus di ruang isolasi yang disiapkan bagi pasien dengan penyakit infeksi tertentu, seperti Hepatitis B (HBsAg positif) maupun HIV, sesuai standar pelayanan hemodialisis,” ungkap dr. Suhardan di Ujong Fatihah, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin cadangan dan ruang isolasi merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan kepada seluruh pasien.

“Sebagian besar pasien yang saat ini menjalani terapi di RSUD Sultan Iskandar Muda merupakan warga Kabupaten Nagan Raya yang sebelumnya harus melakukan cuci darah di rumah sakit luar daerah, seperti RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, maupun RSUD Meuraxa Banda Aceh,” kata Suhardan.

Baca Juga :  Bupati Karo Bersama Kepala Daerah se-Sumut Tandatangani Komitmen Bersama Penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara

Ia menambahkan dengan beroperasinya layanan hemodialisa di RSUD Sultan Iskandar Muda, pasien-pasien tersebut secara bertahap dapat melanjutkan terapi di daerah sendiri.

“Sehingga mengurangi beban biaya, waktu perjalanan, serta meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Ruangan Unit Hemodialisa RSUD Sultan Iskandar Muda, Dina Hermiyana, A.Md.Kep., menjelaskan bahwa pelayanan hemodialisa tersedia enam hari dalam seminggu, yaitu Senin hingga Sabtu.

“Namun demikian, apabila terdapat pasien rawat inap yang memerlukan tindakan hemodialisa darurat pada hari Minggu maupun hari libur nasional, rumah sakit tetap siap memberikan pelayanan sesuai indikasi medis,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Program MBG di Seunagan Timur Dorong Gizi Anak dan Buka Lapangan Kerja
Terima Kasih DPR RI ,DPD TMI Nagan Raya Aceh Dukung RUU Reforma Agraria untuk Lindungi Petani
Sertijab Keuchik Blang Baro Rambong Berlangsung Tertib, Saleh Ali Serahkan Amanah kepada Mustafa
Bupati Karo Apresiasi Peran Media dalam Membangun Tanah Karo
PVMBG Kurangi Zona Bahaya Sinabung Jadi 5 Km, Pengungsi Kuta Tengah Dipulangkan
Sinergi Penanganan Bencana, Kapolres Karo Tekankan Kesiapsiagaan Personel di Zona Erupsi
Mengangkat Nama Batu Giok Nagan Raya ke Pentas Dunia, Tugu Giok Diusulkan Berdiri di Keude Seumot
Wacana Pemekaran Aceh Kembali Mengemuka, Pelayanan Publik dan Pemerataan Pembangunan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB