Pringsewu — Awak media dari Waspada Indonesia berusaha mendapatkan kejelasan langsung mengenai bantuan dana sebesar Rp7 miliar yang dialokasikan Kementerian untuk pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu, namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban memuaskan, senen 29 juni 2026.
Awak media langsung ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu untuk menemui Kepala Dinas, Ali Subagio, awak media tidak dapat bertemu secara langsung. Petugas yang berjaga menyampaikan bahwa pejabat tersebut sedang melaksanakan dinas luar atau tidak masuk kantor.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga dilakukan, namun pesan hanya terbaca (centang dua) dan hingga berita ini dirilis belum mendapatkan balasan apa pun.
Situasi ini menimbulkan keraguan di kalangan publik terhadap kinerja Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu. Ia dinilai lamban dalam mengambil keputusan dan memberikan informasi yang terbuka kepada masyarakat. Padahal, rencana pembangunan gedung baru ini seharusnya sudah dimulai sejak bulan April 2026. Namun, menjelang masuknya bulan Juli, belum ada tanda-tanda pengerjaan yang terlihat di lokasi RSUD.
Berdasarkan keterangan dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, dana bantuan tersebut sebenarnya sudah turun dari pihak pusat. Namun hal yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa proses pelelangan atau tender belum juga dilaksanakan, bahkan belum terlihat pengumumannya di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) daerah.
Masyarakat berharap agar pihak terkait segera memberikan penjelasan yang transparan mengenai status dana dan jadwal pelaksanaan pembangunan, sehingga bantuan yang telah disalurkan dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kesehatan warga.
(RED)


































