Caption: Tim Posbakum ‘Aisyiyah bersama anak-anak panti, usai penyuluhan cegah bullying di jalan Ababil Pekanbaru. (foto: Redaksi ‘riau21.com’).
_Edukasi hukum dikemas penuh keakraban, anak-anak berani katakan stop perundungan._
PEKANBARU, waspadaindonesia.com – Suasana hangat terlihat di depan Panti Asuhan Putri (LKSA) Aisyiyah Riau, Jalan Ababil No.1 Pekanbaru. Minggu (27/9/2026).
Usai memberikan penyuluhan hukum tentang pencegahan bullying, tim Posbakum ‘Aisyiyah Riau berfoto bersama dengan para pengasuh dan anak-anak panti Sabtu (26/9/2026) dimulai pukul 8.00 WIB sampai selesai. Mereka kompak mengangkat tangan sebagai simbol penolakan terhadap perundungan.
Tim yang hadir yakni Koordinator Majelis Hukum dan Ham PWA ‘Aisyiyah Riau, Dr. Yetti, S.H., M.Hum., Ph.D, Ketua Posbakum Nur Herlina, S.H., M.H., Sekretaris Ike Sukmawati, S.H., M.H., serta Ketua Litigasi Weny Friaty, S.H., selaku pemateri.
Sebelumnya, sebanyak 40 anak putri panti yang terdiri 11 anak yatim, 7 anak piatu, dan 22 anak dhuafa mengikuti penyuluhan dengan antusias. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak.
Kedekatan salah satu Ibu Posbakum pemberi materi bersama anak-anak panti.
Ketua Posbakum ‘Aisyiyah Riau Nur Herlina, S.H., M.H., menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian untuk mendekatkan pemahaman hukum kepada anak-anak.
“Kami ingin adik-adik di panti ini merasa didampingi, memahami haknya, dan berani berkata tidak pada bullying,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri Weny Friaty, S.H., menjelaskan anak-anak dikenalkan pada bentuk perundungan fisik dan psikis, serta langkah melapor yang benar kepada pengasuh maupun pihak sekolah sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, jika terjadi perlakuan ini baik terhadap dirinya maupun terhadap temannya yang dilihat.
Apresiasi disampaikan pihak panti. Bunda Ros, yang akrab disapa anak-anak, mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin untuk menambah wawasan anak-anak.
Salah satu dari anak panti yang ikut, saat diwawancarai mengatakan sangat berterima kasih kepada Ibu-ibu Posbakum dengan pertemuan ini, kami jadi tau, bahwa mengejek teman dan membicarakan hal buruk kepada sesama, itu tidak boleh dan kita harus saling menghargai dan menghormati sesama.
Keceriaan anak-anak menutup kegiatan pagi itu dengan pesan bersama: stop bullying, saling menyayangi sesama.
Sumber: Tim Posbakum – Pemberi Materi, Weny Friaty, S.H.
Penulis/Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Tim Redaksi


































