Kepsek SMAN 1 Sakti Pidie, Berikan Klarifikasi Terkait Tiga Siswa Berkelahi, Videonya Beredar di Medsos

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 9 Agustus 2023 - 01:45 WIB

50433 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie-Terkait pemberitaan di beberapa media online, Tetang video perkelahian tiga orang siswa di dalam lokal, Kepala sekolah SMAN 1 kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Muslem, SPd.MPd, Memberikan Klarifikasi terkait peristiwa itu.

Ia mengatakan, kisruh tiga orang siswa di sekolahnya, terjadi pada Sabtu, 5 Agustus 2023, di saat jam istirahat dan semua guru sedang di ruang dewan guru, yang lumayan jauh dari lokal para siswa yang berkelahi tersebut, Hingga kejadiannya tidak seorangpun dari guru pada sekolah itu yang mengetahui kejadian nya.”Terang Muslem, Saat di temui awak Media ini, pada salah satu warung cofee di keude Beureunuen, Selasa Malam (8/8/2023)

Sambungnya, ketika jam belajar kembali dilaksanakan, semua Guru dan siswa masuk dalam lokalnya masing-masing, saat itu tidak ada satupun dari siswa yang menceritakan adanya perkelahian Siswa didalam kelas, termasuk Siswa yang menjadi korban pemukulan dalam perkuliahan itu sendiri, tidak menceritakan hal yang barusan di alami oleh dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepala sekolah SMAN 1 Sakti kabupaten Pidie itu, mengaku mengetahui kejadian kisruh tiga orang siswa itu, pada malamnya, dari Video yang di kirim Oleh seorang guru lewat pesan WhatsApp kepada nya.

Lalu kepala sekolah, mempertanyakan kapan kejadian itu, katanya guru tersebut tadi siang, sepertinya pak.” berhubung ke Esokan harinya Minggu, aktivitas di sekolah libur, Pada hari Seninnya, kepala sekolah melihat ketiga Siswa yang bersangkutan hadir kesekolah, dan ia memanggil Siswa itu, mempertanyakan persoalan yang Meraka lakukan pada hari Sabtu, sedang di pertanyakan pada tiga orang siswa tersebut.”katanya

Tiba-tiba datang orang tua siswa korban, yang mencari Siswa pelaku pemukul anaknya ke sekolah itu, karena suasana sedikit tegang, sehingga kepala sekolah, mengaku belum sempat mempertanyakan. “Apa penyebab mereka siswa berkelahi di ruang kelas.”Jelasnya Muslem

“Bersamaan dengan itu, tambah kepala sekolah, Anggota kepolisian Polsek Kecamatan sakti, juga tiba di lokasi sekolah, dan keluarga siswa korban, mempertanyakan kejadian yang menimpa anaknya, setelah di jelaskan oleh kepala sekolah, orang tua korban Saat itu bersedia untuk mediasi, “Besok kita lakukan upaya, kami akan panggil kedua orang tua siswa yang melakukan pemukulan tersebut, kita duduk bersama, kita cari solusi yang terbaik,” imbuhnya kepala sekolah SMAN 1 Sakti tersebut.

Baca Juga :  RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Luncurkan Program Rohaniwan Ruangan, Tingkatkan Ketenangan Jiwa Pasien

“Video Persoalan, kisruh tiga orang siswa SMAN 1 Sakti Kabupaten Pidie itu, yang sempat di unggah di Sosial media (FB Sipendosa mendambakan Syurga) hingga beredar ke akun FB lainnya.

Setelah itu, Kepala sekolah mengatakan, tak henti-hentinya datang Chat WA dan di Telpon oleh berbagai kalangan yang mempertanyakan Peristiwa perkelahian tiga orang siswa tersebut, dan kepala sekolah juga menjelaskan, tadi pagi sampai siang, Selasa 8 Agustus 2023, Pihak sekolah telah melakukan upaya untuk perdamaian kedua belah pihak, dengan memanggil orang tua dan keluarga tiga orang siswa sipelaku dan sikorban ke sekolah, untuk mencari solusi, yang tujuannya, agar yang sakit di obati dan yang salah wajib bersedia minta maaf, yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah SMAN 1 Sakti. “Ucapannya

“Lebih lanjut, Siswa yang menjadi korban pemukulan temannya itu, tadi tadi juga telah kita bahwa kepuskesmas di Kecamatan Sakti, dan ke RSUD Tgk Chik di Tiro Sigli, untuk di lakukan Rontgen, guna untuk memastikan, apa ada yang fatal terjadi, akibat pemukulan oleh temannya, “tetapi Alhamdulillah hasil Rontgennya, aman tidak terjadi apa-apa, yang fatal”jelas Kepsek

Pada kesempatan itu, Kepala sekolah SMAN 1 Sakti Muslem. SPd.MPd, Berharap kepada semua orang tua Siswa, untuk bisa bersinergi dalam mencetak generasi bangsa supaya bisa terwujudnya, para siswa yang berakhlak mulia terpuji dan berguna untuk bangsa dan negara, bagi orang tua siswa sangat-sangat perlu untuk mengawali dan mengetahui tumbuh kembang sianaknya bagi masing-masing para orang tua.

Terutama mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh sianak, kerena sering bagi kita orang tua, tidak peduli terhadap permasalahan-permasalahan yang di hadapi oleh anak kita sendiri, terkadang ketika sianak bersikap pelawan pada orang tua di rumah, kita sebagai orang tua mengangganggap itu hal sepele dan melihat sebelah mata, mungkin bagi sianak akan memiliki dampak yang sangat luar biasa, yang bisa berpengurunya pada perilaku, karakteristik dan tingkah sianak di sekolah, hinga bisa berefek yang membahayakan teman-temannya di sekolah dan lingkungan.

Karena, menurut cerita Wali kelas, ketiga orang siswa yang berkelahi dalam lokal SMAN 1 Sakti itu, mereka sangat sulit untuk di atur, karena persoalan di luar sekolah terkadang Meraka selesaikan di sekolah, untuk menunjukan ke teman-teman yang lain, bahwa dirinya kuat, dan perkelahian yang terjadi kemarin itu, sepertinya mereka sudah menyusun rencana, jauh-jauh hari di luar sekolah.

Baca Juga :  Muncul Laporan Rahasia, Penegak Hukum Didesak Usut Dugaan Tambang Emas Ilegal di Pidie

Yang Ingin berkelahi satu lawan satu, dan meminta kawanya yang lain, untuk melakukan rekaman video dengan Headphone (HP), dan rencanya ingin di unggah pada akun tiktok dan FB milik mereka siswa masing-masing, kebutulan saat Siswa korban mendatangi sipelaku, sedang menunggu bersama temannya di dalam ruang kelas, yang juga telah sepakat, dan meminta siswa-siswi lain, supaya tidak ada yang melaporkan pada guru, sehingga semua siswa yang nonton, perkelahian Meraka, saat itu bungkam, tidak berani menceritakan pada guru yang masuk dalam kelas, ketika aktivitas proses belajar mengajar kembali dilaksanakan, setelah istirahat.”Jelasnya Kepala sekolah SMAN 1 Sakti.

*Mereka para siswa yang berkelahi itu, masing-masing masih duduk di bangku kelas dua, sementara siperekam Video itu, juga kelas yang sama, di ketahui kejadian perkelahian Siswa oleh seorang guru, sekitar jam 28:00 WIB, saat membuka FB, melihat ada video yang mirip siswa SMAN 1 Sakti, lalu guru itu mengirimkan pada saya,”Tendas Kepala sekolah

Maka dalam hal ini, kita sangat-sangat butuh kepedulian dari orang tua murid, jangan hanya mengharapkan untuk mengubah karateristik dan akhlak seorang anak, mutlak pada guru di sekolah saja, tidak akan terwujud pembentukan karakter dan akhlak sianak,
jika lingkungan dan orang Tua, tidak peduli terhadap sianak, ketika sudah pulang dari sekolah.

“Sebab para siswa, lebih banyak waktu beradaptasi dengan orang tua atau lingkungan, ketimbang di sekolah, para siswa hanya 6-7 jam saja berada dilingkungan sekolah, selapas itu 18 jam berada di luar sekolah, pernahkah orang tua memperhatikan mereka, Ini butuh kepedulian setiap orang tua siswa, untuk Keberhasilan pembentukan karakter dan akhlak sianak, Agar generasi bangsa kita bisa memiliki karakter yang baik dan memiliki akhlak yang mulia yang terpuji dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua,

Dan Ia Berharap, dengan peristiwa ini, semoga menjadi pengalaman dan pedoman bagi kita Semua, terutama dirinya, para guru, para siswa dan para orang tua siswa SMAN 1 Sakti Kebupaten Pidie Kususnya.”Tutup Muslem. Spd. MPd. (Pewarta: T.M.Raja)

Berita Terkait

Tim Sudah Kantongi Nama Pemain Tambang Geumpang, Dari Oknum Pejabat Hingga Koordinator Lapangan
Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan
Dugaan Pelecehan Seksual di Jabal Ulum Pidie, Aktivis Desak Aparat Usut Tuntas dan Negara Hadir Rehabilitasi Korban
Rakyat Pulo Loih Jadi Korban Penertiban, Dugaan Setoran ke Oknum Berseragam dan Aktivitas Tambang Cina Dipertanyakan
Penertiban Tambang Emas Geumpang Menuai Kritik, Publik Soroti Kesenjangan antara Penghancuran Alat Rakyat dan Pengawasan Pemodal
Asap Pembakaran Membumbung di Geumpang, Namun Alat Berat Diduga Milik Jaringan Cina Tetap Beroperasi, Ada Apa?
Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja
837 Hektare Kawasan Geumpang Terancam Rusak, 133 Ekskavator Disebut Masih Menggerus Hutan dan Bantaran Sungai

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB