PIDIE – Bupati Pidie meminta pihak TNI Iskandar Muda (IM) untuk bicara jujur soal peristiwa penembakan yang terjadi di Tiro, Kabupaten Pidie, yang menewaskan seorang warga bernama Abzalul Riza (20).
Permintaan itu disampaikan Bupati Pidie menyusul adanya perbedaan keterangan yang mencuat di publik terkait insiden tersebut. Di satu sisi, pihak TNI mengklaim tidak menggunakan peluru tajam dan menyebut letusan senjata hanya sebagai tembakan peringatan.
Namun di sisi lain, hasil autopsi medis dan keterangan keluarga korban justru menunjukkan adanya proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban. Perbedaan keterangan inilah yang kemudian memicu sorotan dan pertanyaan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Pidie menegaskan, masyarakat Aceh membutuhkan bukti, bukan sekadar pernyataan. Menurutnya, kejujuran menjadi kunci agar kasus ini bisa diselesaikan secara terbuka dan tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
Ia juga meminta agar seluruh proses pengusutan dilakukan secara transparan. Dengan begitu, keluarga korban bisa mendapatkan kejelasan dan keadilan, sementara masyarakat kembali tenang.
Peristiwa penembakan di Tiro kini menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap tidak ada lagi keterangan yang ditutup-tutupi dan semua pihak berani menyampaikan fakta sebenarnya sesuai dengan hasil penyelidikan.
Hingga saat ini, proses pengusutan masih menjadi perhatian publik. Masyarakat menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait untuk memastikan peristiwa tersebut diungkap secara menyeluruh dan akuntabel. (*)



































