Plt Kadisdik dan Sekretaris Disdik Riau Diminta Dicopot, Aksi Damai Digelar Kamis 3 Juli

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 04:02 WIB

50312 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, — Bobroknya sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Riau 2025 tercermin dengan begitu banyaknya masyarakat yang mengeluh, protes, dan bingung bagaimana caranya memasukkan anak ke sekolah negeri.

Pasalnya, sampai berakhirnya masa pendaftaran secara online yang dilaksanakan Panitia SPMB Disdik Riau, tidak tercermin iktikad baik untuk memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat.

Karena peduli masalah yang ditimbulkan oleh ketidakbecusan panitia SPMB Disdik Riau ini, dan juga kepedulian akan dunia pendidikan Riau ke depan serta adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan SPMB 2025 di Disdik Riau, empat organisasi pers dan beberapa ormas serta LSM di Riau akan melakukan aksi damai di Kantor Gubernur dan DPRD Riau pada Kamis, 3 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat bersama yang dilakukan pada Senin malam, 30 Juni 2025, empat elemen masyarakat Riau yang tergabung dalam organisasi pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni: Aliansi Media Indonesia (AMI), Forum Wartawan Pendidikan (FORWADIK) Riau, Solidaritas Pers Indonesia (SPI), Forum Pers Independen Indonesia (FPII), LSM Berantas, LSM Bara Api, dan LSM Fortaran yang peduli akan keberlangsungan dunia pendidikan di Riau, sepakat untuk melaksanakan aksi bersama dengan langsung melibatkan masyarakat yang bertindak sebagai calon orang tua murid yang tidak terjaring dalam SPMB 2025 dan unsur elemen masyarakat lainnya yakni ormas yang ada di Riau untuk melaksanakan aksi damai di depan Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Riau.

Baca Juga :  Diduga Dikeroyok Oknum Polresta Pekanbaru, Ayah Korban Minta Kapolri dan Kapolda Usut Tuntas

Setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum, sebagai wujud pemenuhan hak sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD 1945 sebagai tangga tertinggi hukum dan perundang-undangan di negara ini dan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Kami sebagai elemen masyarakat Riau yang tergabung dalam empat organisasi pers sepakat menduga adanya kecurangan dalam proses, sistem, dan pelaksanaan SPMB SMA/SMK Negeri Riau 2025 yang dilaksanakan oleh Disdik Riau. Sejak awal proses SPMB, kami menemukan banyak sekali ketidaksinkronan antar sistem menggunakan internet atau online dengan kinerja operator serta adanya fungsi ganda pos pengaduan di sekolah dengan di Posko SPMB Disdik Riau. Dan masih banyak lagi masalah lain yang kami amati, kami temukan, dan kami konfirmasi tapi tidak menemukan jawaban yang sinkron dari panitia SPMB 2025, Sekretaris Disdik Riau maupun Plt Kadisdik Riau,” ungkap Koordinator Lapangan Aksi, Ismail Sarlata, Ketua Umum AMI.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Terbakar, DPRD Riau Dorong Percepatan Pembangunan Ulang

Dijelaskan Ismail, dari hasil rapat gabungan itu, mereka juga menyepakati bahwa janji kampanye Gubri tentang prioritas pendidikan hanya omong kosong, alias omdo. Gubri sama sekali tidak peduli pada dunia pendidikan di Riau, dan hanya sibuk jalan-jalan saja.

“Aksi yang kita lakukan besok akan membuka bukti-bukti yang kita miliki tentang pelaksanaan SPMB 2025 di Riau yang kita duga penuh kecurangan yang terstruktur dan masif, yang dilakukan Disdik Riau hingga ke sekolah-sekolah yang merugikan calon peserta didik baru dan orang tuanya, atau masyarakat banyak,” beber Ismail Sarlata.

Ismail Sarlata, Ketua Umum Dewan Pimpinan Aliansi Media Indonesia (AMI), meminta Gubri Abdul Wahid segera meninjau penempatan pejabat-pejabat di Disdik Riau, karena tidak memiliki kompetensi dan integritas tentang peningkatan mutu dan sistem pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 bahwa pendidikan adalah hak seluruh rakyat Indonesia.

Ismail Sarlata menghimbau masyarakat yang terdampak sistem SPMB SMA/SMK Negeri Riau 2025 ini untuk ikut berpartisipasi dengan mereka dan ikut menyuarakan jeritan mereka yang tidak terakomodir untuk dapat sekolah terbaik dengan alasan yang tidak masuk akal atau dibuat-buat oleh panitia di Disdik Riau. Aksi ini akan diikuti sekitar 400 orang. *

Berita Terkait

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap
Siswa SMAN 1 Pekanbaru Masuk First Team Good Day 2026 Riau
Tekankan Integritas, Kapolda Riau Minta Pelayanan Cepat Tanpa Viral
Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kapolresta Pekanbaru Tekankan Hukum Berkeadilan
Hulubalang LAMR Lepas Herry Heryawan dengan Adat Melayu
Sidang Gugatan Mobil Senia di PN Pekanbaru Ruang Wirjono Projodikoro Ditunda
Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Resto Sanjaya Nusantara Demi Kelancaran 
Ajak Jadi Pelopor Keselamatan, Ditlantas Bersama Jasa Raharja Sosialisasi di Rumbai

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru