Gubernur Mirza Berhasil Jaga Harga di Lampung, Distribusi Lancar, Ekonomi Terkendali

hayat

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 07:26 WIB

50226 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Berbagai langkah kebijakan program ekonomi, terutama untuk menunjang kelancaran distribusi kebutuhan pangan serta sayuran yang dilakukan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan Nurlela yang didukung Sekdaprov Marindo Kurniawan, berdampak positif terhadap situasi harga di Bumi Ruwa Jurai.

Dimana, pantauan tim Pikiran Lampung di sejumlah pasar di Bandarlampung, Lampung Selatan serta Pesawaran dan Lampung Utara, harga terpantau stabil bahkan beberapa komunitas cenderung turun.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang terjadi beberapa hari terakhir belum berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Tugu, di mana mayoritas komoditas pangan masih dijual dengan harga relatif stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa komunitas, menurut pedagang di pasar Bandarlampung, bahkan cenderung menurun.

Di Pasar Pasir Gintung, aktivitas jual beli berlangsung normal. Para pedagang mengaku belum melakukan penyesuaian harga meski terjadi kenaikan harga BBM, karena pasokan barang masih lancar dan biaya distribusi belum mengalami perubahan yang berarti.

Salah seorang pedagang sayur, Syukri, mengatakan harga sejumlah komoditas bahkan mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya

Baca Juga :  Ekonomi Lampung Tahun 2025 Tumbuh 5,28 Persen, Tertinggi Ketiga di Sumatera

“Kalau untuk saat ini belum ada pengaruh dari kenaikan Pertamax. Harga sayuran masih stabil, bahkan cabai merah turun. Sebelumnya Rp45 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp35 ribu per kilogram,” ujar Syukri, Minggu, (14/06/2026).

Menurutnya, harga bawang merah masih bertahan cukup tinggi di kisaran Rp55 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram.

“Yang masih agak tinggi bawang merah. Kalau bawang putih masih normal di angka Rp40 ribu per kilogram. Pembeli juga masih ramai seperti biasa,” katanya.

Senada dengan itu, seorang pembeli, Nurhayati, mengaku belum merasakan lonjakan harga kebutuhan dapur pasca kenaikan Pertamax.

“Alhamdulillah harga sayur dan bumbu dapur masih terjangkau. Bahkan cabai sekarang lebih murah dibanding beberapa minggu lalu. Mudah-mudahan tetap stabil,” ujarnya

Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat di Pasar Tugu. Harga beras masih berada pada kisaran normal tanpa adanya kenaikan.

Untuk beras kualitas medium, pedagang menjual dengan harga Rp15.500 per kilogram. Sedangkan beras kualitas super masih dipasarkan seharga Rp16 ribu per kilogram.

Selain itu, harga minyak goreng juga relatif stabil di angka Rp21 ribu per liter. Adapun daging ayam ras segar masih diperdagangkan pada kisaran Rp35 ribu per kilogram.

Baca Juga :  LHKPN Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung: "Ada yang Tidak Wajar!" Lsm Trinusa DPD Provinsi Lampung Akan Lapor KPK.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Tugu, Rudi, mengatakan hingga saat ini belum ada perubahan harga dari distributor yang dapat memicu kenaikan harga jual di tingkat pasar.

“Belum ada kenaikan dari pemasok. Beras, minyak goreng, dan ayam masih sama seperti beberapa hari lalu. Jadi kami juga belum menaikkan harga ke konsumen,” kata Rudi.

Menurutnya, pedagang berharap kondisi harga tetap stabil agar daya beli masyarakat tidak terganggu.

“Kami berharap jangan sampai ada kenaikan bertahap setelah ini. Kalau harga stabil, pembeli juga lebih nyaman berbelanja,” tambahnya.

Di sisi lain, seorang warga yang sedang berbelanja di Pasar Tugu, Sulastri, menilai kondisi harga bahan pokok saat ini masih cukup terkendali.

“Saya sempat khawatir setelah BBM naik harga sembako ikut naik, tetapi sampai sekarang masih normal. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Para pedagang memperkirakan harga kebutuhan pokok di Bandar Lampung masih akan cenderung stabil dalam beberapa waktu ke depan selama pasokan dari daerah sentra produksi tetap lancar dan tidak terjadi gangguan distribusi. Pemerintah juga diharapkan terus melakukan pemantauan agar kenaikan harga BBM tidak berdampak pada lonjakan harga bahan pangan di tingkat konsumen.

Berita Terkait

Wagub Jihan : HIMPAUDI Berperan Penting dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak yang Berkualitas
Lampung Perluas Perlindungan Sosial bagi Pekerja Informal
Ketua Dekranasda Propinsi lampung Purnama Wulan Sari Mirza menerima Audiensi dari APPMI
Pria Tanggamus, Korban Pembacokan Viral di Bandar Lampung Alami Luka Berat, Satu Pelaku Ditangkap
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan
Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Flag Off Lampung Tapis Karnaval Puncak Festival Krakatau XXXV 2026
LSM AMUNISI LAPORKAN DUGAAN KORUPSI DANA BOS SMPN 11 PESAWARAN KE KEJATI LAMPUNG
LSM Kawal Lampung Siap Aksi di Kejati dan BPKP Lampung, Soroti Pengelolaan Persediaan dan Aset RSUD Alimuddin Umar

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB