Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

hayat

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:14 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

—Bandar Lampung, Pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menghiasi berbagai daerah di Indonesia belakangan ini. Mulai dari wilayah Sumatra, Jawa, hingga Bali, masyarakat terpaksa membuang waktu berjam-jam hanya untuk mengisi tangki bahan bakar kendaraan mereka.

Pertanyaan sederhana yang selalu terlontar di tengah kepulan asap knalpot dan deretan antrean tersebut adalah: “BBM langka, salah siapa?”
Apakah salah Pertamina sebagai pengelola distribusi? Apakah salah pemerintah yang dinilai kurang matang dalam memperhitungkan kuota dan tata kelola energi? Atau justru salah masyarakat konsumen yang dituding asal “panic buying” atau belum tepat sasaran dalam memilih jenis BBM?

*Labyrinth Masalah:* Antara Distribusi, Disparitas Harga, dan Pengawasan
Jika kita bedah secara objektif, persoalan kelangkaan BBM subsidi (seperti Pertalite dan Solar) bukanlah masalah tunggal. Ini adalah simpul rumit dari tiga persoalan utama:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Rantai Distribusi & Efisiensi Logistik*
Pemerintah dan BUMN penyedia kerap bergeming bahwa stok BBM nasional sebenarnya aman. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Keterlambatan pasokan kapal tanker, dinamika kuota harian SPBU, hingga persoalan teknis di moda transportasi darat menunjukkan bahwa efisiensi distribusi harian masih memiliki celah krusial. Stok yang melimpah di kilang atau terminal tak ada gunanya jika tak sampai ke nozzle SPBU tepat waktu.

Baca Juga :  LSM TRINUSA Layangkan Somasi Kedua ke Bank Lampung, Desak Audit Forensik dan Siapkan Aksi Massa

*Disparitas Harga & Pergeseran Konsumsi (Migrasi)*

Lebarnya jarak harga antara BBM bersubsidi dan non-subsidi mendorong sebagian besar pengguna jalan untuk beralih ke Pertalite atau Solar Subsidi. Ketika beban tumpuan berpindah secara masif ke BBM subsidi, beban pasokan di SPBU melonjak drastis secara tiba-tiba.

*Celah Kebocoran & Pengetatan Pengawasan,*
Pengawasan di lapangan terhadap oknum pelansir atau pihak yang menimbun BBM subsidi demi keuntungan pribadi masih menjadi pekerjaan rumah berat. Tanpa penegakan hukum yang tegas di tingkat tapak, penyaluran BBM bersubsidi akan selalu salah sasaran.
Dampak Nyata terhadap Roda Ekonomi
Kelangkaan BBM bukan sekadar urusan tengki bensin yang kosong. Ini adalah urusan urat nadi perekonomian daerah.
Ketika sopir logistik, pengangkut hasil tani, pelaku UMKM, hingga pekerja harian menghabiskan jam kerja produktif mereka hanya untuk mengantre bensin, ada biaya kesempatan (opportunity cost) yang sangat besar yang terbuang. Efek domino dari kelangkaan BBM adalah melambatnya perputaran barang dan naiknya biaya distribusi harian.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Ibu Purnama Wulan Sari Mirza Bagikan Takjil di Mahan Agun

*Solusi Konkret:* Jangan Sekadar Saling Tunjuk
Mencari siapa yang salah tentu tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak diikuti langkah nyata:

*”Digitalisasi & Transparansi Real-Time:”*
Penyaluran BBM berbasis digital harus benar-benar presisi dan transparan agar masyarakat dapat melihat ketersediaan stok secara terbuka tanpa ada kepanikan berlebih.

*”Perbaikan Mitigasi Logistik: “*
Pihak penyalur harus meningkatkan kesiapan alur pasokan darurat (contingency plan), terutama di wilayah-wilayah dengan mobilitas tinggi dan titik penyeberangan utama.

*”Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu:”*
Praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi harus ditindak tegas agar hak masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tidak terampas.

* Penutup
BBM adalah energi penggerak bangsa. Ketika BBM langka, roda perekonomian ikut tersendat. Daripada terjebak dalam narasi saling tunjuk antara pembuat kebijakan, penyalur, dan masyarakat, sudah saatnya tata kelola energi nasional dievaluasi secara menyeluruh dan transparan.
Masyarakat tidak butuh saling tuding; masyarakat hanya butuh kepastian bahwa saat mereka tiba di SPBU, BBM tersedia dengan lancar tanpa harus mengorbankan waktu produktif mereka di jalan raya.(SFW)

Berita Terkait

Wagub Jihan : HIMPAUDI Berperan Penting dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak yang Berkualitas
Lampung Perluas Perlindungan Sosial bagi Pekerja Informal
Ketua Dekranasda Propinsi lampung Purnama Wulan Sari Mirza menerima Audiensi dari APPMI
Pria Tanggamus, Korban Pembacokan Viral di Bandar Lampung Alami Luka Berat, Satu Pelaku Ditangkap
Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan
Gubernur Mirza dan Wagub Jihan Flag Off Lampung Tapis Karnaval Puncak Festival Krakatau XXXV 2026
LSM AMUNISI LAPORKAN DUGAAN KORUPSI DANA BOS SMPN 11 PESAWARAN KE KEJATI LAMPUNG
LSM Kawal Lampung Siap Aksi di Kejati dan BPKP Lampung, Soroti Pengelolaan Persediaan dan Aset RSUD Alimuddin Umar

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Celoteh Sandi FW: Kebakaran Atau KeKaburan Hutan?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Satreskrim Polres Tanggamus Amankan Pria Diduga Jual Solar Subsidi, 200 Liter BBM Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Dugaan Korupsi APBDes 2024 Rugikan Negara Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Celoteh Sandi FW: “BBM Langka, Salah Siapa?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Tim Dosen Unila Bantu Pemetaan Aset dan Infrastruktur Desa Sukanegara Berbasis GIS

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Berita Terbaru