Framing Negatif terhadap AHY dan Ibas Harus Dihentikan, Ruang Publik Harus Diisi dengan Fakta

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:05 WIB

50183 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai penggiringan narasi dan opini liar, serta framing negatif yang disampaikan teman-teman DPP GHARIS yang mendeskreditkan kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) merupakan tudingan tidak berdasar, tidak objektif, dan tidak proporsional dalam menilai persoalan secara menyeluruh.

Menurutnya, Berbagai kritikan dan tudingan negatif yang diarahkan DPP GHARIS terhadap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) harus disampaikan secara berimbang, objektif, kontruktif dan didasarkan pada fakta dan data terverifikasi serta yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Ia menegaskan, Seyogianya pejabat publik termasuk Mas AHY dan Ibas yang bekerja sesuai aturan perundangan-undangan yang berlaku, dan taat akan aturan hukum seharusnya didukung semua pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa aparat birokrasi dan pejabat publik yang telah bertugas secara profesional dan objektif sesuai prosedur aturan sepatutnya mendapat apresiasi dan dukungan, bukan malah dilaporkan.

“Pentingnya memberikan dukungan penuh kepada pejabat atau aparatur negara yang menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Alih-alih dilaporkan atas dasar ketidaksukaan, kinerja yang sesuai prosedur dan regulasi justru harus diapresiasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia menilai, narasi tersebut sarat tendensi politik dan upaya pembunuhan karakter secara terstruktur. “Perbedaan pendapat, politik merupakan bagian dari esensi berdemokrasi. Namun, penilaian terhadap seorang pejabat publik tidak seharusnya hanya melihat satu sisi, melainkan juga mempertimbangkan rekam jejak pengabdian, capaian, serta kepercayaan yang diberikan institusi negara secara komprehensif,” ujar Nasky dalam keterangannya, pada Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Pj Bupati Alhudri Serahkan SK Kenaikan Pangkat untuk 69 PNS Pemkab Gayo Lues

Justru sebaliknya, Pihaknya menantang DPP GHARIS untuk berani melaporkan pejabat publik sekelas Menteri yang saat ini lagi viral soal dugaan menerima amplop dari salah satu eks Bupati yang di OTT KPK. Tindakan ini memicu sorotan berbagai kalangan dan publik. Persoalan ini yang seharusnya kita kawal bersama sebagai penyelenggara negara, seharusnya Menteri tersebut langsung melaporkan dugaan gratifikasi tersebut kepada KPK, bukan mengembalikannya langsung kepada pihak pemberi,” terangnya.

Ajak Publik Lebih Bijak dan Rasional

Lebih lanjut, Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menegaskan, Bahwa setiap tuduhan dalam negara hukum harus dibuktikan, bukan dimanipulasi melalui framing dan opini liar di media sosial. Ia menyebut taktik semacam itu bukan hal baru. Dalam praktik global, dikenal istilah decapitation strategy, yaitu serangan terhadap tokoh-tokoh kunci yang menjadi fondasi kekuatan politik atau kebijakan publik.

“Jika kita menggunakan pendekatan public choice theory, serangan seperti ini bukan peristiwa netral. Ada aktor-aktor yang sedang berupaya menggeser peta kekuasaan dengan menyerang figur kunci dalam sistem,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam studi administrasi publik, kohesi politik dan stabilitas di arena pemerintahan adalah prasyarat keberhasilan implementasi kebijakan publik. Tanpa itu, pemerintah akan tersita oleh manuver politik yang melelahkan dan menjauhkan fokus dari pelayanan publik.

Menurutnya, serangan yang diarahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) harus dibaca sebagai bentuk pelemahan terhadap struktur pendukung pemerintahan. Secara tidak langsung, hal ini merupakan upaya sistematis menggoyang legitimasi program kerja pemerintah melalui jalur nonformal. “Dalam konsep policy sabotage, yaitu strategi aktor eksternal yang tidak mampu menyerang pusat kekuasaan secara langsung, sehingga menargetkan kredibilitas orang-orang terdekatnya,” kata Nasky.

Baca Juga :  Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 di Kabupaten Karo dengan tema "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu"

Seruan Jaga Persatuan

Di akhir pernyataannya, Nasky mengajak seluruh pihak menjaga soliditas dan persatuan pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, sekaligus memastikan tokoh-tokoh penting mendapat dukungan publik.

Oleh karena itu, lanjutnya, Jangan sampai ruang publik dipenuhi narasi yang hanya menonjolkan satu perspektif. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang utuh agar dapat menilai secara objektif. “Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kita harus lebih cermat melihat fenomena seperti ini. Literasi publik harus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah termakan opini tanpa dasar empiris,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati mekanisme hukum dan pengawasan yang berlaku apabila terdapat dugaan pelanggaran. Menurutnya, penyelesaian setiap persoalan harus ditempuh melalui jalur yang sah, bukan melalui pembentukan opini yang dapat memecah kepercayaan publik terhadap institusi negara. Mari kita jaga fondasi pemerintahan yang tengah bekerja keras membangun negeri. Pemerintah membutuhkan tim yang solid, mitra politik yang loyal, dan tokoh-tokoh kuat sebagai penjaga perubahan.

“Kritik adalah hak setiap warga negara, tetapi keadilan juga mengharuskan setiap orang dinilai berdasarkan fakta, data, dan mekanisme yang berlaku. Mari kita menjaga ruang demokrasi yang sehat dengan mengedepankan objektivitas dan keseimbangan informasi. “Jangan biarkan satu demi satu wakil rakyat dihancurkan hanya karena kita lalai membaca taktik lawan. Demokrasi sejati hanya bisa berdiri di atas kebenaran, bukan fitnah yang dibungkus opini,” tutupnya. (RED)

Berita Terkait

Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan
GP AL Washliyah Jakarta Desak Mabes Polri Turun Tangan, Basmi Tambang Pasir Ilegal di Konawe Sulawesi Tenggara
Ketua PPI Apresiasi Kepala SMPN 10 Tangsel Tangani Dugaan Perundungan, Pembinaan Khusus Jadi Langkah Tepat
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Tugaskan Panglima TNI Kapolri Perangi Penjahat dan Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan
Hadiri Rakornas TPAKD Bersama Presiden Prabowo, Bupati Karo Perkuat Akses Keuangan Warga
Soal Kasus Pemerasan , Andi Syafrani Minta Pemberitaan Akurat : Bedakan LIRA dan LSM LIRA Indonesia
Aksi Unjuk Rasa Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Berlangsung Tertib, Pelajar Tidak Terlibat
Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:24 WIB

KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)

Rabu, 30 September 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

OKP GPN Provinsi Lampung dan LSM WASPADA Lampung Soroti Temuan LHP BPK RI atas LKPD Pemkab Pringsewu TA 2025, Layangkan Somasi ke Sekda

Selasa, 29 September 2026 - 13:23 WIB

Dibuka Bupati, Praktisi UMKM di Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri

Jumat, 25 September 2026 - 07:35 WIB

Jelang Pilkakon Serentak 2026, Komisi I DPRD Pringsewu Pastikan Tahapan Berjalan Sesuai Regulasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:10 WIB

Perubahan APBD Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan

Selasa, 22 September 2026 - 18:43 WIB

Dipercaya 6 Tahun Jadi Sopir, Pria di Pringsewu Gelapkan Rp50,4 Juta Setoran Ayam untuk Judi Online

Kamis, 17 September 2026 - 15:43 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf, Kuliner, serta Kambing dan Domba sebagai Potensi UMKM

Berita Terbaru