LSM ABA Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu dalam Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asoe Bumoe Atjeh (ABA), Suryadi Djamil, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia.

Suryadi menilai, dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Pasalnya, perkara tersebut berkaitan erat dengan keamanan nasional, kedaulatan negara, serta kehormatan institusi kepresidenan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum agar mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, profesional, dan transparan, termasuk mengungkap seluruh pihak yang terbukti terlibat.

“Presiden Republik Indonesia mendapatkan mandat dan kepercayaan dari rakyat untuk memimpin negara serta menjaga kedaulatan bangsa. Jika dugaan penyadapan ini benar terjadi, maka persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan menyangkut kepentingan dan keamanan negara. Karena itu, harus diusut hingga tuntas,” tegas Suryadi, Selasa (4/11/2026).

Tokoh masyarakat Aceh tersebut juga meminta penyidik menelusuri secara mendalam siapa pihak yang diduga memerintahkan, melaksanakan, menerima, hingga memanfaatkan hasil penyadapan tersebut.

Menurutnya, keterbukaan informasi berdasarkan fakta dan bukti hukum sangat penting agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai duduk perkara yang sebenarnya.

“Siapa yang memerintahkan? Siapa yang menjalankan? Siapa yang menerima dan memanfaatkan hasilnya? Bahkan, siapa saja yang menjadi sasaran? Semua harus diungkap berdasarkan fakta dan bukti hukum. Jangan sampai ada informasi penting yang sengaja disembunyikan,” ujarnya.

Baca Juga :  KUATKAN PEMBINAAN MELALUI PENYULUHAN HARKAMTIBMAS KEPADA WARGA BINAAN

Suryadi menegaskan bahwa LSM ABA mendukung Polri untuk menjalankan tugas secara profesional, independen, dan tanpa pandang bulu.

Ia berharap proses penyidikan tidak hanya menyasar pelaksana di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak yang diduga berada di balik peristiwa tersebut.

“Kami mendukung penuh Polri untuk mengungkap perkara ini secara menyeluruh. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan berhenti pada pelaku lapangan apabila berdasarkan bukti ditemukan keterlibatan pihak lain,” katanya.

Lebih lanjut, Suryadi meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, penanganan yang transparan dan akuntabel merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan kepentingan negara.

Ia juga mendorong agar dilakukan pemeriksaan atau audit terhadap pihak-pihak terkait apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan kewenangan, termasuk penelusuran aliran dana serta sumber pembiayaan yang memiliki hubungan dengan perkara tersebut.

“Jangan sampai kekuasaan dan amanah yang diberikan negara justru disalahgunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan bangsa. Semuanya harus diperiksa berdasarkan hukum, bukti, dan prinsip akuntabilitas,” tegasnya.

Suryadi turut menyoroti kemungkinan adanya keterlibatan lebih dari satu pihak dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Nagan Raya  Menjalin Silaturahmi Dengan Sejumlah Wartawan

Ia meminta penyidik tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang terorganisasi apabila memang ditemukan indikasi dan bukti yang mengarah ke sana.

“Kami melihat persoalan ini perlu ditelusuri secara mendalam. Jika memang ditemukan adanya jaringan yang terstruktur, penyidik harus mengungkap seluruh mata rantainya, mulai dari pihak yang berada di balik perencanaan hingga pelaksana di lapangan. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” ungkap putra asli Pidie, Aceh, tersebut.

Di sisi lain, Suryadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal proses penegakan hukum secara bijaksana. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap menghormati independensi penyidik serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Menurutnya, pengungkapan perkara secara terbuka dan berdasarkan ketentuan hukum akan menjadi bukti bahwa negara hadir dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan kepercayaan rakyat.

“Rakyat memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk ikut menjaga kedaulatan negara. Mari kita kawal proses ini bersama- sama, berikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara profesional, dan pastikan kebenaran terungkap melalui proses hukum yang transparan,” pungkasnya.

LSM Asoe Bumoe Atjeh (ABA) berharap penanganan dugaan perkara tersebut dapat berjalan secara profesional, menyeluruh, dan akuntabel.

Penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu merupakan fondasi penting dalam menjaga kehormatan negara, melindungi kepentingan nasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (Red )

Berita Terkait

Rembuk Pemuda Nasional Indonesia III resmi digelar di Jakarta
Press Release KRYD Oktober 2026: Kapolres Simalungun Ungkap Tiga Kasus 3C, Pelaku Pencurian Diringkus hingga Labuhan Batu dan Batu Bara
Stop Kaitkan Menteri Imipas Dengan Kasus Dugaan Pengurusan izin Tinggal WNA, Agus Andrianto Bersih
PW GP Al Washliyah Apresiasi Kapolda Metro Jaya Komjen. Dadang Hartanto Turun Langsung Kawal Aksi Mahasiswa: Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat
Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Hari Kedua Ops Patuh Toba 2026, Satlantas Polres Karo Edukasi Pengendara Lewat Radio dan Turun ke Jalan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 02:54 WIB

Jembatan Darurat Natam Darul Hasanah Kembali Dilalui, Ribuan Warga di Seberang Sungai Alas Bernapas Lega

Minggu, 1 November 2026 - 01:21 WIB

Pesta Pernikahan Anak Bupati Aceh Tenggara Berlangsung Meriah, Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting Aceh

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Bukti Video Bongkar Borok Penanganan Banjir Jembatan Kuning I, Material Banjir Dijual Saat Warga Kebanjiran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Penanganan Sumbatan di Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Dinilai Lamban, Kalaksa BPBD Keluhkan Koordinasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Polemik Penugasan PPPK Paruh Waktu di Dinkes Aceh Tenggara Berbuntut Desakan Pencopotan Kadinkes

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:32 WIB

Proyek Irigasi Rp9,28 Miliar di Aceh Tenggara Pertanyakan, Pengawas dan Pelaksana Tak Terlihat di Lokasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Di Tengah Kepungan Banjir Desa Kuning, Kehadiran Kapolres Jadi Penguat yang Tak Ternilai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Wakil Bupati Aceh Tenggara Hadiri Kenduri Tolak Bala di Lokasi Tanggul Jembatan Natam

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:39 WIB