Membangun Karakter Melalui Kebaya: Generasi Z dalam “Cultural Fusion” di Semarang

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 24 Juli 2024 - 11:41 WIB

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 24 Juli 2024 – Di tengah perdebatan mengenai pelestarian budaya tradisional dan modernisasi, kebaya sebagai busana khas Indonesia kini menghadapi tantangan untuk tetap relevan di kalangan generasi muda. Kebaya telah lama menjadi simbol keanggunan dan identitas perempuan Indonesia. Namun, di era digital ini, banyak anak muda yang lebih tertarik pada fashion modern dan internasional, sehingga kebaya mulai tersisih. Padahal, kebaya bukan sekadar busana, tetapi juga representasi nilai-nilai budaya dan sejarah bangsa. Oleh karena itu, upaya untuk menghidupkan kembali kebaya sangatlah penting.

Untuk menjawab tantangan ini, BINUS University @Semarang yang berkolaborasi dengan Komunitas Diajeng Semarang membuat acara 1000 Gen Z Berkebaya dengan tema acara “Cultural Fusion: Kebaya dalam Kreativitas Gen Z” yang digelar pada 24 Juli 2024, bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional.Hal ini juga merupakan upaya dalam melestarikan kebaya di kalangan generasi milenial dan Gen Z.

Acara ini sengaja diadakan di Semarang, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, dengan melibatkan 1000 peserta, termasuk siswa, mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar, untuk bersama-sama merayakan dan merevitalisasi kebaya sebagai bagian dari identitas nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebaya adalah Warisan Budaya yang Harus Dijaga

Kebaya telah lama menjadi simbol keanggunan dan identitas perempuan Indonesia. Namun, di era digital ini, banyak anak muda yang lebih tertarik pada fashion modern dan internasional, sehingga kebaya mulai tersisih. Padahal, kebaya bukan sekadar busana, tetapi juga representasi nilai-nilai budaya dan sejarah bangsa. Oleh karena itu, upaya untuk menghidupkan kembali kebaya sangatlah penting.

Baca Juga :  Tokocrypto Gelar Side Event di Coinfest Asia 2024: Bahas Masa Depan Web3 & Kripto

“Hari ini kami berkolaborasi dengan BINUS University @Semarang untuk menunjukkan kebaya sebagai identitas budaya yang perlu kita lestarikan, khususnya bagi Gen Z dan kami ingin mengedukasi Gen Z untuk mencintai budaya, khususnya batik dan kebaya”, ujar Maya selaku founder Komunitas Diajeng Semarang

Image

1000 Gen Z Berkebaya

Kegiatan terdiri dari beberapa kegiatan yaitu Parade Kebaya yang memamerkan kebaya kutubaru dan jarik motif sogan yang memadukan keanggunan tradisional dengan sentuhan modern. Hal ini membuktikan bahwa kebaya bisa tetap stylish dan relevan bagi generasi muda. Selain itu juga parade kebaya ini mendapatkan Rekor Muri karena merupakan pemrakarsa dan penyelenggran mengenakan kebaya kutubaru dan jarik motif sogan oleh perempuan terbanyak. Rekor ini diterima langsung oleh Rektor BINUS University yang menandai pencapaian luar biasa dalam upaya pelestarian kebaya.

“Acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga gerakan untuk menginspirasi generasi muda agar lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Selain itu juga, membuktikan bahwa kebaya bisa menjadi bagian penting dari identitas kita, bahkan di era modern ini. Mari kita dukung dan apresiasi setiap upaya untuk menjaga kebaya tetap relevan dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi penerus bangsa.”, ujar Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA selaku Rector BINUS University.

Image

Menyuguhkan juga talkshow, launching buku, dan kompetisi untuk menunjukkan kreativitas mereka serta membuka wawasan tentang pentingnya kebaya di era modern. Hal ini menjadi ajang unjuk bakat bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pelestarian budaya. Selain itu juga, dalam acara ini dimeriahkan oleh alat musik tradisional asal Sulawesi Utara yaitu Kolintang dan alat musik tradisional asal Jawa yaitu Karawitan.

Baca Juga :  5 Tips Memulai Bisnis Online untuk Pemula

Image

“Kami berharap melalui acara ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai kebaya sebagai warisan budaya Indonesia yang kaya, sambil mengintegrasikan semangat kolaborasi dan teknologi industri 4.0. Dengan sinergi antara kreator muda, pelaku industri, dan inovasi teknologi, semoga kebaya tetap relevan dan menjadi simbol kebersamaan serta kebanggaan budaya di era modern ini.”, ujar Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom. selaku BINUS University @Semarang Campus Director

Image

Dengan memadukan nilai-nilai tradisional dan kreativitas kontemporer, “Cultural Fusion: Kebaya dalam Kreativitas Gen Z” berhasil menunjukkan bahwa kebaya masih bisa menjadi bagian penting dari identitas kita, bahkan di era modern ini. Menghidupkan kembali kebaya bukanlah tugas yang mudah, tetapi melalui upaya kolektif seperti acara ini, kita bisa menjaga warisan budaya kita tetap hidup. Generasi Z memiliki peran penting dalam pelestarian kebaya, dan acara seperti “Cultural Fusion: Kebaya dalam Kreativitas Gen Z” membuktikan bahwa mereka siap mengambil peran tersebut. Mari kita dukung dan apresiasi setiap langkah kecil yang diambil untuk menjaga kebaya tetap relevan dan menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Image

Berita Terkait

Bantuan Gubernur di Desa Mandalasari Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Kualitas tidak produktip
10.000 Relawan Siap Hijaukan Boyolali di Munas SWI 2026
Di Aceh Tenggara Panen Buah Mangga Kweni.Satu Pohon Mencapai Satu Ton.
Perkuat Sinergi Pembangunan Bupati Karo Melakukan Kunjungan ke Pabrik AQUA Berastagi
Warung Wajik Taat Pajak dan Bijak Kelola Usaha Mendapat Apresiasi Bupati Karo
Dukung Asta Cita Presiden, Menpora Dito dan Mendes Yandri Teken Nota Kesepahaman Sinergitas Program
Dukungan Penuh ! YAHMAN Efendi Siap Bersinergi dengan Bupati Pesisir Barat Demi Perlindungan Konsumen

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru