Pembinaan Mental, Mampukah Selamatkan Generasi?

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 29 Juni 2025 - 21:20 WIB

50419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wardatil Hayati (Pengamat Ibu & Generasi)

Mengamati kondisi generasi muda saat ini, kita sepakat bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Tingginya angka kenakalan remaja, pergaulan bebas, bullying, LGBT, jauh dari akhlak yang baik, kurangnya adab, dan masih banyak masalah lainnya, rasanya cukup menjadi alasan pentingnya pembinaan mental.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menggulirkan program pembinaan mental bagi pelajar, khususnya yang bermasalah. Tujuannya untuk membentuk karakter positif dilingkungan sekolah, rumah dan masyarakat serta mencegah perilaku menyimpang dan menekan potensi generasi muda dalam tindak kriminal di wilayah Ibu Kota Negara (IKN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

(https://kaltim.suara.com/read/2025/06/10/212339/bukan-hanya-fisik-mental-pelajar-ikn-dibangun-sejak-dini-di-ppu)

Langkah ini patut diapresiasi, tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa kerusakan moral terus terjadi meski pembinaan mental sering dilaksanakan?

Kerusakan generasi hari ini tidak semata-mata karena tidak adanya pembinaan mental, tetapi karena sistem pendidikan yang digunakan hari ini bersandar pada sekulerisme sebuah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Seperti pelajaran agama hanya sebagai pelengkap, tidak menyatu dengan pelajaran umum. Walaupun diadakan pembinaan, artinya pembentukan karakter tersebut hanya dibahas pada waktu khusus saja, dibentuk pada jam-jam tertentu bukan satu kesatuan dari proses belajar mengajar. Jadi nampak hanya sebagai formalitas, sebatas ceramah motivasi tanpa pembinaan rutin dan pemantauan setiap saat. Akhirnya pembinaan yang terlaksana saat ini tidak menjadi ruh utama pendidikan.

Baca Juga :  UUPA Tersandera Terkait Izin Pertambangan Rakyat Jadi Kewenangan Kementerian ESDM

Agar mendapatkan ruhnya, pembinaan harus menyentuh akidah, penuh kesadaran dan pemahaman hidup sebagai hamba Allah, agar tidak mudah rapuh dan terbawa arus, tidak mudah goyah apabila ujian datang. Karakter yang lahir bukan sekadar fokus pada ‘baik menurut masyarakat’ melainkan ‘baik menurut Allah’ seperti bukan hanya menjadi pribadi sopan tapi pacaran, ramah tapi menyontek, tetapi juga kesadaran hakiki akan tujuan hidup, halal-haram, dan tanggung jawab akhirat. Bukan hanya pintar tapi juga beriman dan beradab.
Hanya Islam yang mampu menyelamatkan generasi. Islam memiliki sistem pendidikan berbasis akidah. Dalam Islam, setiap anak dididik menjadi insan yang bertakwa, cerdas, berkepribadian Islam, dan faqih fiddin (paham agama).

Baca Juga :  Semangat Kebersamaan, Pemkab Nagan Raya Gelar Gotong Royong Massal Libatkan ASN, TNI/Polri, dan Masyarakat

Pembinaan seperti ini tak mungkin berhasil jika sistem yang menaunginya tidak mendukung. Pembinaan mental dan pembentukan karakter butuh sistem Islam dengan didukung oleh 3 pilar utama dalam Islam, yaitu keluarga, masyarakat dan negara.

Peran keluarga sebagai pondasi iman, menanamkan akidah sejak kecil dan membentuk kebiasaan adab dan ibadah.

Lalu peran masyarakat membentuk lingkungan yang mendukung kebaikan, lingkungan rumah dan sekolah saling menasihati dalam kebaikan.

Peran negara yang tidak akan membiarkan generasi tumbuh tanpa arah dengan menjaga sistem pendidikan sesuai dengan syariat dan mengawasi media pembelajaran serta mengontrol media sosial.

Hanya pendidikan Islam yang mampu menyelamatkan generasi.

Wallahu a’lam bish-shawab

Berita Terkait

Perjuangkan Kesejahteraan Petani, Jamaluddin Idham Dorong Alsintan dan Infrastruktur Pertanian
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Nagan Raya Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Jamaluddin Idham Tinjau Infrastruktur Pertanian Simeulue, Aspirasi Warga Siap Dikomunikasikan
Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah
Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba
Nelayan Sabang Curhat Soal BBM dan Kapal, Jamaluddin Idham Dorong Solusi Nyata
P3TPG Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah, Harapkan Tuha Peut Amanah dan Berintegritas
Jumat Berkah, Brimob Polda Aceh Bagikan 100 Gelas Jus kepada Jamaah Masjid Baiturrahim Nagan Raya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Nagan Raya Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Jamaluddin Idham Tinjau Infrastruktur Pertanian Simeulue, Aspirasi Warga Siap Dikomunikasikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Ali Sadikin Tinjau Rumah Rusak Diterjang Arus Sungai, Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:09 WIB

Mizwan, S.H. Apresiasi Kapolri dan Tim Gabungan Ungkap Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Selamatkan Generasi Muda Aceh dari Ancaman Narkoba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Jamaluddin Idham Pulang Menyapa Keluarga Besar PDI Perjuangan Simeulue

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Nelayan Sabang Curhat Soal BBM dan Kapal, Jamaluddin Idham Dorong Solusi Nyata

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

P3TPG Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah, Harapkan Tuha Peut Amanah dan Berintegritas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Jumat Berkah, Brimob Polda Aceh Bagikan 100 Gelas Jus kepada Jamaah Masjid Baiturrahim Nagan Raya

Berita Terbaru