Wakili Simpang Jernih, SD Negeri Pante Kera Harumkan Aceh Timur Lewat Gerakan Seniman Masuk Sekolah

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 06:27 WIB

50384 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpang Jernih – Hidup di wilayah pesisir maupun pedalaman tak sekadar persoalan geografis, tetapi menyimpan kekayaan budaya yang menjadi identitas kolektif masyarakat. Di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, upaya pelestarian budaya terus digalakkan melalui berbagai cara, salah satunya lewat dunia pendidikan dasar.

SD Negeri Pante Kera, sebuah sekolah dasar yang terletak di pedalaman Kecamatan Simpang Jernih, turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang mengusung tema Tarian Bines: Kebersamaan dan Keanggunan Perempuan Gayo. Kegiatan tersebut ditampilkan dalam perhelatan Gebyar Budaya Aceh Timur 2025, yang berlangsung selama dua hari di Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu (22/10/2025).

Partisipasi anak-anak dari SD Pante Kera bukan sekadar penampilan seni, melainkan bentuk konkret komitmen melestarikan identitas lokal yang berasal dari tanah Gayo. Tarian bines merupakan tarian tradisional masyarakat Gayo yang melambangkan solidaritas, kelembutan, sekaligus kekuatan perempuan dalam menjaga nilai-nilai adat dan kehidupan sosial masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dan turut dihadiri langsung oleh Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., selaku pejabat tinggi kementerian. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya, baik yang ada di wilayah pesisir maupun pedalaman, sebagai bagian dari identitas bangsa yang tidak boleh tergerus zaman.

Baca Juga :  Demi Loloskan Abang Ipar ke DPRK, Ketua KIP Aceh Timur Diduga Lakukan Pengaturan Suara dan Abaikan Temuan Panwaslih

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami, S.Pd., M.Si, juga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah dalam menyetarakan akses dan mutu pendidikan di seluruh wilayah Aceh Timur tanpa diskriminasi suku dan ras. Menurutnya, pendidikan harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya agar generasi muda mengenal jati dirinya secara utuh.

Acara Gebyar Budaya Aceh Timur dibuka langsung oleh Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, yang turut didampingi sejumlah pejabat penting dari lingkup Forkopimda dan utusan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia. Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur dipadati masyarakat dan tamu undangan dari berbagai daerah yang menyemarakkan kegiatan tahunan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri Pante Kera, Mulia Risa, S.Pd, menyebutkan bahwa keikutsertaan siswanya dalam kegiatan budaya ini menjadi pengalaman berharga sekaligus langkah awal dalam membangun karakter peserta didik.

Baca Juga :  Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak

“Momentum ini memberi semangat baru bagi siswa kami. Harapan besar kami, dari pengalaman ini, anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya sendiri sesuai visi dan misi sekolah kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh warga sekolah dan masyarakat Desa Pante Kera yang telah mendukung penuh hingga anak-anak mereka mampu tampil membanggakan di ajang kabupaten.

“Terima kasih kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat yang telah mendukung. Berkat kerja sama kita semua, tarian bines anak-anak SD Pante Kera bisa tampil mewakili Kecamatan Simpang Jernih dalam Gebyar Budaya Aceh Timur tahun ini,” tutupnya.

Penampilan anak-anak dari pedalaman Aceh Timur ini menjadi bukti bahwa budaya bukan melulu milik panggung besar, tapi tumbuh dan lestari dari desa-desa kecil yang menjaga jati dirinya lewat pendidikan dan semangat kebersamaan. (RED)

Berita Terkait

Respons Cepat Aksi Siswa, Kacabdin Aceh Timur Akan Tunjuk Plh Kepala SMAN 1 Simpang Ulim Demi Kelancaran KBM.
Desakan Audit Dana Desa Alue Kul Menguat, Warga Minta Pemeriksaan Menyeluruh
Kapolres Aceh Timur Ngopi Bareng Bersama Elemen Masyarakat Peudawa, Bahas Narkoba Hingga Tertib Berlalu Lintas
Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas
Proyek Rp7,25 Miliar Jalan Kuta Binjei–Alue Ie Mirah Disorot: Baru Diresmikan, Saluran 200 Meter Retak
SMP Swasta IT Samudera Pasai Mulia Ucapkan Terimakasih Kepada Presiden atas Program Makan Gratis dan Siap Menampung 1000 Santri
Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
Kadis ESDM Aceh Taufik Pimpin Aksi Bersih-Bersih Pasar Ikan Idi Rayeuk, Pemerintah Hadir Pulihkan Ekonomi Warga Pasca Banjir

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru