Dukung Program Presiden, Pemerintah Aceh Perkuat Pelaksanaan Sekolah Rakyat hingga Wilayah Tengah

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:52 WIB

50253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia dan dijalankan melalui Kementerian Sosial RI. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi dan misi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem bersama Wakil Gubernur Fadhlullah atau Dek Fadh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan di Aceh.

Budi Afrizal S.KM., M.KM., Kadis Sosial Aceh Selaligus Sekretaris TIM Transisi Sekolah Rakyat Permanen, mengatakan Pemerintah Aceh sejak awal telah terlibat aktif dalam seluruh tahapan persiapan Sekolah Rakyat. Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan lahan, pemantauan pembangunan, penyiapan sarana dan prasarana, serta pembentukan tim transisi melalui keputusan Gubernur Aceh.

“Alhamdulillah, sesuai visi dan misi Mualem–Dek Fadh, Pemerintah Aceh siap menjalankan amanah Sekolah Rakyat. Ini merupakan arahan besar untuk anak-anak Aceh dan masa depan Aceh,” ujar Budi Afrizal dalam wawancara khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Budi, Sekolah Rakyat memiliki peran sangat strategis karena tidak hanya menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi jalan untuk melahirkan generasi hebat dari keluarga miskin. Program ini menyasar masyarakat miskin, kelompok termarginalkan, anak terlantar, warga di wilayah tertinggal, korban bencana, serta anak-anak yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara layak.

Baca Juga :  Ada Yang Menarik Dalam Debat Cagub Dan Cawagub Aceh 2024. Begini Afdhal Berikan Pilihan Politiknya.

Proses penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan langsung oleh Dinas Sosial kabupaten dan kota bersama para pendamping Program Keluarga Harapan. Mekanisme tersebut tidak menitikberatkan pada seleksi akademik, tetapi memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan benar-benar memperoleh kesempatan untuk belajar, tinggal di asrama, serta mendapatkan pembinaan secara menyeluruh.

Budi menjelaskan, persiapan Sekolah Rakyat di Aceh berada di bawah koordinasi Pemerintah Aceh melalui Asisten I Pemerintahan Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si sekaligus ketua tim transisi Sekolah Rakyat Aceh, sedangkan Dinas Sosial Aceh menjalankan peran sebagai tim teknis. Tim transisi telah turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan ruang belajar, asrama siswa, kantin, lapangan, musala, fasilitas pendukung, serta tenaga pendidik menjelang peluncuran dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

Ia menyebutkan terdapat tiga dasar penting dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Aceh, yaitu keputusan Gubernur Aceh tentang pembentukan tim transisi, kesiapan sarana dan prasarana, serta dukungan penuh terhadap proses penyelenggaraan pendidikan. Sekolah Rakyat mengusung motto resmi “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”, yang diperkuat dengan prinsip keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Baca Juga :  PUSDA : PJ Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto Berhasil Membangun Pidie Selama Setahun Menjabat

Pada tahap awal, lima lokasi Sekolah Rakyat di Aceh dipersiapkan untuk beroperasi, yaitu di Kabupaten Aceh Besar pada aset milik Pemerintah Aceh, Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Nagan Raya, dan Kota Subulussalam. Selain itu, Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat diperluas secara merata ke kabupaten dan kota lainnya.

Ke depan, Budi berharap akses pembangunan Sekolah Rakyat juga dapat dibuka untuk wilayah tengah, tenggara, dan daerah lainnya yang masih membutuhkan dukungan pendidikan. Ia turut mendorong agar kurikulum Sekolah Rakyat di Aceh diperkaya dengan pendidikan agama Islam, adat istiadat, bahasa Aceh, sejarah perdamaian dan pascakonflik, serta mitigasi bencana, sehingga program tersebut benar-benar melahirkan generasi cerdas, berkarakter, mandiri, dan siap membangun masa depan Aceh. (*)

Berita Terkait

Fast Respon DPW Aceh Sampaikan Selamat kepada Komjen Pol. Suyudi Ario Seto atas Persetujuan Komisi III DPR
Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
Agus Suryadi Tegaskan FRN Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Mitra Strategis Polri di Aceh
Peringatan Maulid Nabi, Yahdi Hasan Serukan Kepedulian Sosial di Tengah Bencana
Pemerintah Aceh Dituntut Klarifikasi Proses Penunjukan Plt Inspektur di Tengah Isu Kekerabatan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:49 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Hadir di Malam Akrab Polres Pelalawan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Apresiasi Kapolda Riau Camat Teluk Meranti Sukseskan Ekspedisi Merah Putih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:08 WIB

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti dan Mahasiswa KKN UNRI Beri Edukasi di SDN 015

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:27 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Cek Lahan Cabai Warga Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:31 WIB

Syukuran HUT Bhayangkara & Kenaikan Pangkat 3 Personel Polsek Teluk Meranti Meriah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jabat Erat Tangan Kapolres, 3 Personel Teluk Meranti Resmi Sandang Pangkat Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Kawal Lahan Warga Menuju Swasembada Pangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:40 WIB

Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dukung Swasembada Pangan Petani

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB