Siswa Kelas 3 SDN 3 Poncowarno Berangkat Pingin Makan Pulang Dimakamkan

hayat

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 17:58 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TENGAH, — Duka menyelimuti keluarga Reyhan Arisyah Putra, Bin Aris Utoyo, siswa kelas 3 SD Negeri 3 Poncowarno, setelah anak tersebut dilaporkan meninggal dunia usai mengalami kejadian tersedak biji kelengkeng pada 22 September 2026.pagi

Peristiwa tragis tersebut kini memunculkan perhatian publik terhadap aspek keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak, terlebih apabila dalam penelusuran nantinya ditemukan adanya keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi korban dengan layanan SPPG Poncowarno 1.

Namun, keterkaitan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penelusuran oleh pihak yang berwenang. Karena itu, kronologi lengkap mengenai makanan yang dikonsumsi korban, sumber makanan, waktu kejadian, serta penanganan medis perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reyhan Arisyah Putra, siswa kelas 3 SDN 3 Poncowarno, menjadi korban dalam peristiwa yang kini menjadi perhatian masyarakat. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aspek keamanan pangan bagi anak-anak harus mendapat perhatian serius, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, penyajian, hingga pengawasan saat makanan dikonsumsi.

Baca Juga :  Kejari Lampung Tengah Gencar Berantas Korupsi, Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Kelengkeng merupakan buah yang memiliki biji keras di bagian tengah. Pada anak-anak, keberadaan biji dalam makanan tentu perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko tersedak apabila tidak ditangani dengan tepat.

Jika benar buah kelengkeng tersebut berasal dari makanan yang disediakan melalui program makanan bergizi, maka perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh mengenai standar pengolahan, proses pemeriksaan makanan, prosedur penyajian, serta mekanisme pengawasan terhadap makanan yang diberikan kepada siswa.

Pertanyaan penting yang kini perlu dijawab adalah: bagaimana sebenarnya makanan tersebut disiapkan, kapan korban mengonsumsi kelengkeng, bagaimana kejadian tersedak berlangsung, dan apakah makanan tersebut memang berasal dari SPPG Poncowarno 1?

Pertanyaan tersebut penting dijawab berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan, bukan berdasarkan dugaan.

SPPG Poncowarno 1 merupakan salah satu unit yang menjalankan layanan penyediaan makanan dalam program pemenuhan gizi. Dengan adanya peristiwa yang melibatkan seorang siswa, evaluasi terhadap prosedur keamanan pangan menjadi hal yang penting untuk dilakukan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya hubungan dengan makanan yang disediakan.

Baca Juga :  Sosok Humanis dan Pemburu Koruptor, Alfa Dera Pamit dari Lampung Tengah Menuju Lombok Tengah

Pemerintah daerah, pihak sekolah, pengelola SPPG, Badan Gizi Nasional, serta instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian dan hasil pemeriksaan kepada keluarga korban dan masyarakat.

Jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian, langkah penanganan dan pertanggungjawaban harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menyatakan tidak terdapat hubungan antara layanan SPPG dengan kejadian tersebut, informasi itu juga perlu disampaikan secara terbuka.

Yang paling penting saat ini adalah memastikan fakta mengenai penyebab meninggalnya Reyhan Arisyah Putra serta memastikan keamanan makanan bagi anak-anak ke depannya.

Peristiwa ini tidak semestinya hanya berakhir pada ucapan belasungkawa. Perlu ada penelusuran yang transparan, evaluasi apabila ditemukan masalah, dan langkah pencegahan agar risiko serupa tidak kembali terjadi.

Keselamatan anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap program yang menyediakan makanan bagi mereka.

Keluarga korban berhak mendapatkan kejelasan, masyarakat berhak mengetahui fakta, dan setiap pihak yang terlibat perlu memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan pangan benar-benar dijalankan.

Berita Terkait

Kejari Lampung Tengah Geledah dan Sita Dokumen di Kantor BMBK, Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan RP 14,9 MILIAR
152 Pejabat Baru Lampung Selatan Dilantik di Tengah Pelayanan Warga
Pastikan Aman Kondusif, Kapolres Lampung Tengah Pimpin Langsung Pengamanan Kunker Menteri Pertanian RI
Konflik Lahan PT BSA, Puluhan Fasilitas Dibakar
Tuntut Mati 3 Kurir 195 Ribu Ekstasi, Kejari Lamteng: Narkotika Harga Mati
Tumpah Ruah! Ribuan Warga Padati Polsek Seputih Banyak di Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80
Selamat Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Lamteng, Tri Hendriyanto: Semoga Semakin Sejahtera dan Terus Maju
Perkuat Kebugaran dan Kekompakan Pegawai, Lapas Gunung Sugih Gelar Kegiatan Pembinaan Jasmani

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:18 WIB

Tak Sampai 24 Jam, Polisi Palembang Amankan Pelaku Penganiayaan Viral: AKPERSI Sebut Bukti Hukum Tegas

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:56 WIB

SELAMAT HARI PERS DUNIA! KETUM AKPERSI: JURNALIS WAJIB BERINTEGRASI, JANGAN JADI CORONG!

Jumat, 10 April 2026 - 14:35 WIB

LSP Difindo dan AKPERSI Teken MoU, Momentum Kebangkitan Profesionalisme Jurnalis Nasional

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:06 WIB

Ketua Umum AKPERSI Tekankan Disiplin Kode Etik, DPC Kota Palembang Diminta Jadi Garda Profesionalisme Pers

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:50 WIB

Polri Gandeng 4 Bank Himbara Salurkan KUR bagi Petani Jagung untuk Memutus Rantai Tengkulak

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:35 WIB

Sumsel Berduka Herman Deru Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Alex Noerdin

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:19 WIB

Kajari Ogan Ilir Resmi Diganti, Arief Syafriyanto Dilantik Pimpin Kejari OI

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 14:36 WIB

Menjelang HUT RI ke-80, Eks Napiter Serukan Perlawanan Terhadap Intoleransi di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB