Konflik Lahan PT BSA, Puluhan Fasilitas Dibakar

hayat

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:43 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah – Konflik penguasaan lahan antara massa dari tiga kampung dan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), perusahaan yang disebut bagian dari Bumi Waras (BW Group), kembali memanas. Aksi pendudukan lahan di kawasan perkebunan PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, pada Rabu (12/8/2026), berujung pada pembakaran puluhan fasilitas dan kendaraan perusahaan.

Aksi tersebut disebut telah berlangsung selama 277 hari. Sekitar 200 orang dilaporkan kembali memasuki kawasan perkantoran PT BSA setelah mengetahui perusahaan melakukan aktivitas pemanenan kelapa sawit.

Personel pengamanan telah bersiaga sejak pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 07.30 WIB, massa mulai memasuki areal perkantoran perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi sempat terpusat di sekitar asrama asisten kepala (askep). Sekitar pukul 08.00 WIB, sekitar 30 orang berkumpul di lokasi tersebut. Dua jam kemudian, massa menggelar orasi di depan kantor PT BSA.

Baca Juga :  Menjelang Hari Pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah Forkopimda Nagan Raya Gelar Rapat Konsolidasi Kesiapsiagaan

Dalam orasinya, massa meminta pihak perusahaan menemui mereka. Massa juga mendesak PT BSA meninggalkan kawasan perkantoran yang menjadi bagian dari areal perkebunan tersebut.

Ketegangan kemudian meningkat. Sekitar pukul 10.40 WIB, massa dilaporkan melakukan perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas perusahaan.

Berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya 36 bangunan terbakar. Bangunan tersebut terdiri atas 26 mes, dua kantor, satu gudang BBM, satu bengkel, satu gudang listrik/genset, satu gudang pupuk, satu gudang logistik, dua laboratorium, dan satu pos satpam.

Kebakaran juga dilaporkan menghanguskan 12 kendaraan, terdiri atas dua mobil pribadi, dua sepeda motor, tiga truk, tiga traktor, dan dua mobil tangki.

Untuk mengendalikan situasi, personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Kekuatan pengamanan yang dilaporkan terdiri atas enam personel TNI, enam personel Polsek, 10 personel Polres, 20 personel Dalmas Polda, 10 personel Brimob, delapan mandor, enam petugas pengamanan swakarsa, serta 15 tenaga kerja.

Baca Juga :  Tuntut Mati 3 Kurir 195 Ribu Ekstasi, Kejari Lamteng: Narkotika Harga Mati

Di tengah eskalasi konflik, PT BSA disebut masih mengelola areal perkebunan berdasarkan dua sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang dalam laporan dinyatakan masih berlaku.

Namun, keberadaan HGU tersebut belum menghentikan aksi pendudukan lahan oleh massa dari tiga kampung. Sengketa penguasaan lahan yang berlangsung berbulan-bulan kini memasuki fase yang semakin berisiko setelah aksi berujung pada pembakaran fasilitas perusahaan.

Situasi juga disebut semakin rawan karena massa telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pengosongan atau pengusiran dari kawasan perusahaan.

Dalam laporan lapangan disebutkan terdapat bambu runcing dan tombak di sekitar tenda massa, senjata tajam jenis golok, serta batu di sejumlah titik akses menuju kawasan perkantoran PT BSA.

Keberadaan benda-benda tersebut menjadi indikator meningkatnya potensi kekerasan apabila terjadi upaya pengosongan secara paksa atau benturan antara massa dan aparat keamanan.

Berita Terkait

Tuntut Mati 3 Kurir 195 Ribu Ekstasi, Kejari Lamteng: Narkotika Harga Mati
Tumpah Ruah! Ribuan Warga Padati Polsek Seputih Banyak di Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80
Selamat Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Lamteng, Tri Hendriyanto: Semoga Semakin Sejahtera dan Terus Maju
Perkuat Kebugaran dan Kekompakan Pegawai, Lapas Gunung Sugih Gelar Kegiatan Pembinaan Jasmani
Diduga Peras Warga hingga Jutaan Rupiah, Oknum Wartawan Diamankan Polsek Gunung Sugih
Razia di Jam Rawan, Lapas Gunung Sugih Sita Benda Terlarang dari Blok Hunian
Gubernur Lampung Hadiri Groundbreaking Perbaikan Jalan Kalirejo–Kaliwungu/Sribasuki–Suko Sari
Sosok Humanis dan Pemburu Koruptor, Alfa Dera Pamit dari Lampung Tengah Menuju Lombok Tengah

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Kapolres Batu Bara Pimpin Sertijab Empat PJU, Tekankan Sinergi dan Adaptasi Cepat di Wilayah Tugas Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Tim Opsnal Reskrim Polsek Air Putih, Berhasil Ungkap Kasus Curat Dua Orang Tersangka Diamankan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Satres Narkoba Polres Batu Bara Ungkap Kasus Obat Keras, Dan Amankan 1 Kg Ketamin Bersama Tersangka

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara Sudarman, Gerak Cepat Membantu Anak Korban Yang Kedua Orang Tuanya Meninggal Dunia Akibat Insiden Kebakaran

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono Berikan Santunan dan Kursi Roda Kepada Warga Penyandang Disabilitas

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Police Go To School, Kapolres Batu Bara Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas di Access Road Inalum, Tiga Pelajar Dilarikan ke Klinik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dalam Rangka Minggu Kasih, Kapolsek Air Putih AKP Rahmad R. Hutagaol Memberikan Bantuan Kepada Warga Yang Membutukan

Berita Terbaru

LAMPUNG TENGAH

Konflik Lahan PT BSA, Puluhan Fasilitas Dibakar

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:43 WIB

PRINGSEWU

Kapolres Pringsewu Perkuat Komunikasi Dengan DPRD

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:34 WIB

PRINGSEWU

Pemkab & DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS 2027

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:22 WIB