Daftar Aset Kripto Favorit Investor di Indonesia

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2024 - 08:03 WIB

50373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Industri aset kripto di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Salah satu fenomena menarik adalah dominasi stablecoin dalam perdagangan aset kripto. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), stablecoin Tether (USDT) menjadi aset kripto yang paling banyak diperdagangkan oleh masyarakat Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2024.

CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, mengungkapkan beberapa keuntungan utama dari stablecoin. “Stablecoin seperti Tether (USDT) menawarkan stabilitas nilai yang penting bagi investor. Keunggulan ini membuatnya menjadi pilihan utama untuk perdagangan dan penyimpanan aset digital karena mengurangi volatilitas yang sering kali mengkhawatirkan dalam pasar kripto,” kata Iqbal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepercayaan terhadap stablecoin juga semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya penggunaan sebagai sarana untuk melakukan transaksi yang lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iqbal menambahkan bahwa pertumbuhan signifikan dalam transaksi stablecoin mencerminkan kebutuhan pasar akan aset kripto yang lebih stabil. “Ini menunjukkan bahwa investor di Indonesia semakin mencari cara yang aman dan efisien untuk berpartisipasi dalam ekosistem kripto tanpa terpapar risiko fluktuasi harga yang tajam,” kata Iqbal.

Selain USDT, Bitcoin (BTC), Pepe (PEPE), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) juga menjadi favorit di kalangan investor. Bitcoin, sebagai aset kripto pertama dan paling dikenal, menawarkan keuntungan sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” karena keterbatasan pasokannya yang terbatas dan popularitasnya yang luas. Keunggulan utamanya adalah adopsi yang tinggi dan stabilitas relatif dibandingkan dengan banyak aset kripto lainnya, meskipun masih memiliki volatilitas yang signifikan.

Baca Juga :  Ancaman Terhadap Trump dan Dampaknya pada Harga Bitcoin

Di sisi lain, memecoin seperti Pepe (PEPE) telah menarik perhatian investor karena potensi keuntungan spekulatif yang tinggi. PEPE, yang terinspirasi dari meme internet populer, menawarkan peluang bagi investor yang mencari keuntungan dari tren viral dan pergerakan harga yang cepat. 

“Meskipun memecoin umumnya memiliki risiko yang lebih tinggi dan volatilitas yang ekstrem, daya tariknya terletak pada kemungkinan keuntungan besar dalam waktu singkat serta komunitas yang aktif dan terlibat di sekitarnya,” ungkap Iqbal.

Dengan kombinasi berbagai aset ini, investor di Indonesia memiliki berbagai pilihan untuk menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan mereka.

Pertumbuhan Aset Kripto di Indonesia

CMO Tokocrypto, Wan Iqbal. Sumber: Tokocrypto.

Bappebti merilis data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan pesat industri aset kripto di Indonesia. Pada periode Januari hingga Juni 2024, nilai transaksi aset kripto mencapai angka fantastis, yakni Rp 301,75 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 354,17% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp 66,44 triliun. 

Selain itu, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar hingga Juni 2024 kini sudah mencapai 20,24 juta pelanggan, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 430.500 pelanggan per bulan sejak Februari 2021.

Baca Juga :  Sertifikasi IMDG Code: Standar Wajib dalam Pengangkutan Barang Berbahaya di Laut

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya, mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari dan tertarik terhadap potensi investasi aset kripto. Meskipun pada bulan Juni lalu mayoritas harga aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), mengalami penurunan, optimisme tetap ada.

“Kami tetap optimistis bahwa antusiasme masyarakat akan terus meningkat. Kami berharap nilai transaksi dan jumlah pelanggan sepanjang tahun 2024 dapat lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bappebti berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri ini melalui regulasi yang tepat dan perlindungan konsumen yang kuat,” kata Tirta.

Sementara itu, Iqbal mengungkapkan bahwa penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp 798,84 miliar hingga Juni 2024, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Penerimaan tersebut terdiri dari Rp 246,45 miliar pada tahun 2022, Rp 220,83 miliar pada tahun 2023, dan Rp 331,56 miliar pada semester pertama tahun 2024.

Industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan dinamika yang menarik dan potensi pertumbuhan yang besar. Dengan semakin banyaknya pilihan aset kripto dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, industri ini diprediksi akan terus berkembang pesat di masa depan.

Berita Terkait

Bantuan Gubernur di Desa Mandalasari Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Kualitas tidak produktip
10.000 Relawan Siap Hijaukan Boyolali di Munas SWI 2026
Di Aceh Tenggara Panen Buah Mangga Kweni.Satu Pohon Mencapai Satu Ton.
Perkuat Sinergi Pembangunan Bupati Karo Melakukan Kunjungan ke Pabrik AQUA Berastagi
Warung Wajik Taat Pajak dan Bijak Kelola Usaha Mendapat Apresiasi Bupati Karo
Dukung Asta Cita Presiden, Menpora Dito dan Mendes Yandri Teken Nota Kesepahaman Sinergitas Program
Dukungan Penuh ! YAHMAN Efendi Siap Bersinergi dengan Bupati Pesisir Barat Demi Perlindungan Konsumen

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PT RAD Indonesia Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Internasional CERA

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Simalungun Gelar “Kumpul Bersama Masyarakat” di Nagori Marjandi

Berita Terbaru