UTU dan STIAPEN Dampingi Petani Kopi Robusta Aceh Jaya Menuju Kualitas Kopi Robusta Sabet Bertaraf Dunia

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 17:00 WIB

50224 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Jaya: Universitas Teuku Umar (UTU) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia tahun 2025, UTU melaksanakan Pelatihan “Panen dan Pasca Panen” bagi petani kopi di Desa Sabet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan PKM bertema “Pemberdayaan KTH Jekoni dalam Pengembangan Agroforestri Kopi Robusta Berbasis Perhutanan Sosial melalui Peningkatan Kualitas dan Pemasaran Digital”, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesertanya adalah anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Jekoni, kelompok yang selama ini aktif mengelola kebun kopi di kawasan perhutanan sosial dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Ir. Rusdi Faidzin, M.Si, Dekan Fakultas Pertanian UTU, dengan anggota Maulidil Fajri, S.P., M.Si dari Fakultas Pertanian UTU serta Banta Diman, S.Sos.I., M.Si dari STIAPEN Nagan Raya.

Baca Juga :  HUT IGTKI-PGRI ke-74 Kabupaten Karo : Jadilah Seperti Mentari Yang Siap Memberikan Kebaikan Dimulai Dari Membuka Mata

Menurut Rusdi Faidzin, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan kopi dengan mutu unggul dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

“Kami ingin petani bisa menghasilkan kopi yang lebih berkualitas. Caranya dengan melakukan panen pada waktu yang tepat dan mengolah biji kopi dengan benar agar cita rasanya tetap terjaga,” ujar Rusdi saat dikonfirmasi pada Rabu, 12 November 2025.

Rusdi menambahkan, selama pelatihan para petani mendapatkan pendampingan intensif mengenai teknik memetik buah kopi merah matang, penyortiran biji, proses fermentasi yang benar, hingga cara menjemur dan menyimpan kopi agar tetap kering merata serta bebas jamur.

Ia juga menjelaskan bahwa kopi robusta yang dihasilkan dari Desa Sabet selama ini dikenal memiliki aroma kuat, cita rasa khas, kadar kafein seimbang, dan rasa pahit yang kuat namun tetap halus di lidah. Ciri khas inilah yang menjadikan Kopi Robusta Sabet sebagai salah satu kopi berkualitas premium di Aceh. Saat ini, kopi tersebut banyak diminati dan dibeli oleh pengusaha warung kopi di Banda Aceh dan berbagai daerah di Aceh pada umumnya, karena dinilai memiliki kualitas rasa yang stabil dan aroma yang kuat serta konsisten.

Baca Juga :  Apresiasi Pemkab Karo Untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Lebih lanjut, Rusdi menyampaikan bahwa potensi besar ini perlu terus diperkuat melalui kegiatan pendampingan berkelanjutan. Melalui kerja sama antara UTU dan STIAPEN, diharapkan Kopi Robusta Sabet tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional sebagai kopi robusta bertaraf dunia.

“Segmen pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendorong petani Aceh Jaya agar semakin percaya diri membawa Kopi Robusta Sabet ke pasar nasional dan internasional sebagai produk lokal dengan rasa pahit yang kuat, aroma khas, dan kualitas premium yang kini telah diakui serta dinikmati oleh pecinta kopi di seluruh Aceh,” tutup Rusdi. (Red)

Berita Terkait

DPD TMI Nagan Raya Kunjungi Sonprab Durian Farm di Aceh Jaya, Pelajari Potensi Pengembangan Durian Unggul
Belajar dari Aceh Jaya, DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Siapkan Pengembangan Kebun Durian
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda Bupati Karo Hadiri Rangkaian Kegiatan Jamda Pramuka Sumatera Utara XI Tahun 2026
Bupati TRK Imbau Orang Tua Antar Anak pada Hari Pertama Sekolah, Perkuat Peran Keluarga dalam Pendidikan
Resmi Dilantik Jadi Rektor UTU 2026–2030, Bupati TRK Berharap UTU Semakin Unggul dan Inovatif
Audry Queenzha Putri Bangun,Mewakili Provinsi Sumatera Utara Mengikuti Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:46 WIB

Bupati Karo Sambangi Warga Kec. Kutabuluh Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan, layanan Dukcapil, Layanan Dinas Sosial

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:08 WIB

Kembali Beroperasi, Polres Karo Kembali Gerebek Barak Narkoba dan Judi di Sukatendel

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:45 WIB

Bupati Karo Temui Menteri Koperasi Bahas Modernisasi Ekosistem Komoditas Lokal dan Pertanian Hortikultura

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:11 WIB

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Kemenag Nagan Raya Teguhkan Komitmen Wujudkan Madrasah Ramah Anak

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:00 WIB

Nagan Raya Fair 2026 Berakhir Meriah, Bupati TRK: Serahkan Santunan Kematian Secara Simbolis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:44 WIB

Tim Cobra Satreskrim Polres Karo Bekuk Dua Terduga Pembobol Kedai, Uang Tunai Rp.8 Juta dan Rokok Digondol

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:53 WIB

Usaha Budidaya Bunga Semakin Sulit, Pasar Semakin sempit Akibat Bersaing Dengan Perusahaan Bunga Berskala Besar Forum Petani Bunga Kab. Karo Lakukan Aksi Damai

Senin, 20 Juli 2026 - 18:08 WIB

Bupati TRK Terima Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal untuk Empat Warisan Budaya dan Kuliner Tradisional

Berita Terbaru

PRINGSEWU

Pemkab Pringsewu Kembali Gelar Seleksi Magang Ke Jepang

Senin, 27 Jul 2026 - 18:31 WIB

PRINGSEWU

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 18:24 WIB