Ketua PWI Minta Pemkab dan Aparat Bertindak Tegas Terkait Polemik BBM di Aceh Tenggara

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 02:01 WIB

50476 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Fenomena kelangkaan dan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tenggara telah menjadi pemandangan sehari-hari sejak banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di daerah tersebut. Krisis ini kian terasa dampaknya setelah lebih dari sepekan belum ada solusi nyata yang mampu meredakan keresahan masyarakat. Hingga Selasa, 9 Desember 2025, antrean kendaraan di SPBU terus mengular, menandakan belum normalnya distribusi dan penyediaan bahan bakar minyak.

Kondisi ini diperparah dengan lonjakan harga eceran BBM, yang kini di sejumlah kecamatan tembus hingga Rp30 ribu per liter. Lonjakan harga ini memicu keresahan masyarakat luas, mengingat biaya transportasi dan aktivitas ekonomi lainnya ikut terdampak. Dugaan kuat mengarah pada adanya praktik penimbunan dan permainan distribusi BBM oleh oknum tertentu yang mengambil keuntungan di tengah situasi darurat pascabencana.

Pasokan BBM yang dikirim oleh pihak Pertamina ke SPBU tak sepenuhnya dinikmati langsung oleh konsumen umum. Sebaliknya, bahan bakar tersebut diduga kuat menjadi incaran sejumlah oknum pengencer yang memanfaatkan kelonggaran pengawasan untuk membeli BBM dalam jumlah besar dan menjualnya kembali dengan harga tinggi. Aktivitas semacam ini menimbulkan ketimpangan distribusi yang berdampak luas terhadap masyarakat, terutama mereka yang sangat bergantung pada kendaraan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Oknum Kepsek MIS Bambel Agara Diduga Tilep Dana Bos

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat situasi yang semakin memprihatinkan ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara, Sumardi, menyampaikan keprihatinan serius dan mendesak pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan secara tegas. Dalam keterangannya di kantor PWI Aceh Tenggara, Sumardi menegaskan bahwa fenomena ini, jika dibiarkan, akan memberikan tekanan serius terhadap stabilitas ekonomi warga.

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya bersifat logistik semata, tetapi juga menyangkut aspek pengawasan, transparansi distribusi, dan keseriusan pemerintah daerah dalam merespon dinamika pascabencana. Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya harus segera dibangun untuk mengakhiri apa yang ia sebut sebagai praktik manipulatif segelintir pihak yang mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat.

Sumardi juga meminta agar tidak ada pembiaran terhadap dugaan praktik permainan BBM oleh oknum-oknum yang memanfaatkan situasi darurat untuk mengeruk keuntungan. Ia menegaskan pentingnya langkah konkret dan terukur dari pihak pemerintah kabupaten serta kepolisian agar krisis BBM ini tidak berlarut-larut dan menambah penderitaan warga yang baru saja bangkit pascabencana.

Sebagai langkah awal, Bupati Aceh Tenggara diketahui telah menerbitkan instruksi pembatasan pengisian BBM di SPBU. Untuk kendaraan roda dua, pengisian pertalite dibatasi maksimal Rp50.000. Sementara kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp200.000 untuk pertalite dan biosolar. Adapun kendaraan roda enam hingga roda sepuluh diberikan batas maksimal Rp400.000 untuk jenis biosolar. Kebijakan ini diharapkan dapat mengendalikan konsumsi dan menyasar pengguna akhir yang memang membutuhkan.

Baca Juga :  Tim II Safari Ramadhan Aceh Tenggara Santuni 220 Anak Yatim dan Salurkan Bantuan untuk Dua Masjid

Selain itu, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Aceh Tenggara juga telah mengedarkan imbauan dan menyediakan kontak pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan indikasi kecurangan atau praktik ilegal dalam distribusi BBM. Namun, hingga kini, belum terlihat hasil signifikan dari langkah-langkah tersebut. Antrean panjang di SPBU masih terus terjadi, dan harga eceran juga belum menunjukkan penurunan berarti.

Dalam situasi ini, desakan dari berbagai pihak terus menguat agar pemerintah daerah dan aparat hukum tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi juga mengambil tindakan nyata di lapangan. Penelusuran terhadap alur distribusi, identifikasi terhadap pelaku penimbunan, serta penegakan hukum diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk mengembalikan kondisi pasokan BBM seperti sediakala. Masyarakat berharap harapan akan keadilan dan kestabilan bisa segera terwujud, agar roda perekonomian tidak terus-menerus tersendat akibat krisis bahan bakar.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru