Banjir Sudah Surut, Tapi Tagihan Alat Berat di Gayo Lues Masih Mengambang

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 01:55 WIB

50149 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 2 April 2026 – Empat bulan sudah berlalu sejak banjir bandang memorakporandakan Gayo Lues, Aceh. Namun, di balik narasi pemulihan yang digembar-gemborkan pemerintah, ada borok yang sengaja ditutup-tutupi: tagihan sewa alat berat yang tak kunjung dibayar. Para pemilik alat berat yang berjibaku membuka akses jalan dan menyingkirkan material longsor kini hanya bisa gigit jari. Mereka dipaksa menanggung sendiri biaya operasional, mulai dari solar, upah operator, hingga perawatan alat, tanpa kejelasan kapan hak mereka akan dibayar.

Fakta ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi tulang punggung penanganan bencana. Pemerintah daerah, yang dulu begitu getol meminta bantuan, kini justru menghilang bak ditelan bumi. Tidak ada penjelasan terbuka, tidak ada transparansi, bahkan sekadar komunikasi pun nihil. Kepala BPBD Gayo Lues, Muhaimi, yang coba dikonfirmasi lewat WhatsApp, hanya meninggalkan centang satu—pertanda nomor sudah dinonaktifkan atau sengaja menghindar.

Baca Juga :  Satu per Satu Pengangkut Getah Pinus Ditangkap, PT Rosin Trading Internasional Justru Dipersoalkan Belum Diproses

Kejanggalan ini menimbulkan pertanyaan besar. Ke mana larinya dana penanganan bencana yang seharusnya sudah dialokasikan? Apakah tersendat di meja birokrasi, atau memang sengaja dipermainkan demi kepentingan segelintir orang? Pemerintah daerah berdalih menunggu pencairan dari pusat, namun hingga kini tidak ada satu pun dokumen resmi yang bisa membuktikan klaim tersebut. Sementara itu, para pemilik alat berat terpaksa menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah. Mereka harus berutang ke sana-sini demi menutup biaya operasional yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampaknya sangat nyata. Kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap pemerintah daerah kini nyaris habis. Jika pola seperti ini terus dibiarkan, jangan harap ada lagi yang mau bergerak cepat saat bencana berikutnya datang. Masyarakat yang dulu bisa berharap pada gotong royong dan solidaritas, kini hanya bisa menonton pemerintah bermain sandiwara. Pemulihan fisik memang berjalan, tapi luka sosial dan ekonomi justru makin menganga.

Baca Juga :  Pj Bupati Alhudri Hadiri Pekan Kebudayaan Aceh, Promosikan Warisan Budaya Daerah

Ironisnya, pemerintah daerah masih sibuk berkelit dan mencari kambing hitam. Tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan, apalagi meminta maaf secara terbuka. Padahal, dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan administrasi adalah kunci. Jika urusan pembayaran saja tidak bisa diselesaikan, bagaimana mungkin publik percaya pada kesiapan pemerintah menghadapi bencana yang lebih besar?

Kasus Gayo Lues adalah cermin buram tata kelola bencana di negeri ini. Pemerintah daerah lebih sibuk membangun citra ketimbang menuntaskan kewajiban. Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha lokal dibiarkan menanggung beban sendirian. Jika pola ini terus berulang, jangan salahkan jika kepercayaan publik benar-benar ambruk. Banjir boleh surut, tapi janji yang tak ditepati akan terus membanjiri nurani mereka yang dikhianati.  (TIM)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Pelayanan PLN Blangkejeren Disorot, Gangguan Listrik Berulang Jadi Alarm Keras bagi Manajemen Pusat
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban di Blangkejeren Berujung Protes, Pedagang Buah Rugi Besar Setelah Janji Relokasi 5 Hari Tak Ditepati
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
Si Jago Merah Ngamuk di Desa Telege Jernih Kecamatan Terangun Gayo Lues, 18 Rumah Warga Ludes Terbakar dan Personel Damkar Alami Luka 7 Jahitan di Kepala
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD
DPRK Gayo Lues Ibnu Hasyim Harapkan Pemerintah Pusat Berkenan Memberikan Perhatian Khusus untuk Penanganan Sungai Teripe di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:59 WIB

Humanis dan Terbuka, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf. Robert Panjaitan Jadi Sahabat Rakyat dan Sahabat Pers

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 11:17 WIB

12 Barcode Solar Subsidi Dikaitkan dengan Istri Geuchik Ujong Sikuneng, Solar Diduga Mengalir ke Tambang Emas Ilegal

Senin, 2 November 2026 - 21:44 WIB

Kunjungan Ketua Presidium FPII Bersama Pengawas DPI Ke Lapas Cianjur,Tinjau SAE Warga Binaan Pemasyarakatan

Senin, 2 November 2026 - 13:55 WIB

Khairul Muslim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua DKP PWI Sumut

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

KSO CV RNK Pucuk Rantau Dibatalkan, Tapi Masih Panen Sawit, Ojahan Sinurat Desak PT. Agrinas dan Pihak Kepolisian Tidak Tegas KSO CV. RNK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kompak dan Bersinergi, Satgas TMMD dan Warga Gotong-royong Rehab Masjid dan Tempat Wudhu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Berita Terbaru