Emak-emak di Lawe Penanggalan Blokir Jalan Tuntut Kepastian Bantuan Pascabencana

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:34 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Desakan dan keluhan warga, khususnya kalangan emak-emak di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali menggema setelah mereka melakukan aksi blokade jalan nasional ruas Kutacane–Gayo Lues, Senin (10/8/2026). Langkah tersebut diambil sebagai bentuk protes atas lambatnya kepastian realisasi bantuan pascabencana yang hingga kini dinilai tak kunjung terealisasi dari pemerintah daerah.

Aksi yang dilakukan secara spontan melibatkan puluhan emak-emak bersama anggota keluarga lain yang terdampak bencana hidrometeorologi tahun lalu. Mereka meminta kepastian penyelesaian janji terkait pembangunan hunian tetap (Huntap), hunian sementara (Huntara), serta penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) yang sebelumnya dijanjikan pihak pemerintah. Merasa sudah terlalu lama menunggu tanpa kejelasan, warga meminta bupati turun langsung ke lokasi aksi untuk mendengarkan langsung keluhan serta harapan masyarakat.

Dalam suasana penuh emosi, seorang emak-emak peserta aksi menyatakan secara tegas agar pemerintah tidak lagi melontarkan imbauan supaya masyarakat bersabar. Ia menuturkan bahwa korban telah menjalani penderitaan selama setahun lebih, namun belum pernah mendapat kepastian terkait nasib masa depan mereka. “Kalau memang bupati tidak menginginkan kami sebagai rakyat, pindahkan kami ke Gayo Lues. Kami sudah menderita setahun penuh. Kami tidak ingin mendengar kata-kata sabar lagi,” ungkapnya di hadapan petugas dan warga lainnya.

Baca Juga :  Camat Darulhasanah Dan 28 Desa Mengucapkan Selamat Dan Sukses Atas Pelantikan H.M. Salim Fakhry, SE,M.M – dr. Heri Al Hilal Sebagai Bupati & Wakil Bupati Aceh Tenggara Masa Jabatan 2025-2030

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi blokade jalan yang dilakukan emak-emak diikuti keluhan soal perlakuan yang dirasa berbeda dengan respon pemerintah terhadap bencana di wilayah lain. Warga menyebut bahwa penanganan bencana banjir di daerah tertentu justru lebih cepat direspons pemerintah, sementara mereka menilai kebutuhan dasar seperti bantuan hunian dan kehidupan sehari-hari masih menjadi pertanyaan.

Mereka menekankan, permintaan warga bukanlah sesuatu yang berlebihan melainkan sebatas hak dasar atas kepastian hunian, bantuan hidup, dan masa depan bagi keluarga yang kehilangan rumah dan anggota keluarganya. “Jangan ada beda kasih, jangan kami dianggap anak tiri,” ujar seorang warga lainnya.

Baca Juga :  Massa Desak Kapolres Aceh Tenggara Tegakkan Hukum Tanpa Tekanan Politik

Bagi masyarakat terdampak, kehadiran Bupati Aceh Tenggara dirasa penting sebagai wujud perhatian dan kehadiran negara di tengah kesulitan warga. Mereka berharap dapat segera menerima penjelasan langsung, sekaligus kejelasan jadwal pencairan bantuan dari pemerintah.

Aksi emak-emak di Kecamatan Ketambe diakhiri dengan harapan kuat agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata. Warga berharap pemerintah tidak menganggap aksi ini sebagai bentuk perlawanan, namun sebagai jeritan masyarakat yang membutuhkan solusi konkret atas masa depan mereka setelah bencana.

Warga menutup aksi dengan satu pesan utama, yakni permintaan kepastian, bukan lagi imbauan bersabar atas janji yang dinilai sudah terlalu lama dinanti.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru