Gubernur Mirza Bahas Penguatan Industri Kopi dan Pemberdayaan Petani Bersama LDC

hayat

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:24 WIB

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – Penguatan sektor kopi Lampung menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama perwakilan PT Louis Dreyfus Company (LDC) di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, LDC menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan investasi di Lampung sekaligus memperkuat pemberdayaan petani kopi dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan.

LDC telah beroperasi di Lampung selama sekitar 12 tahun dengan total investasi mencapai USD150 juta dan menyerap sekitar 500 tenaga kerja. Perusahaan juga menyampaikan rencana untuk melanjutkan reinvestasi dan mengembangkan sektor hilir sebagai bagian dari penguatan industri kopi di Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sektor hulu, melalui LDC Foundation, perusahaan telah memberikan pelatihan kepada sekitar 8.000 hingga 9.000 petani kopi di Lampung. Pelatihan tersebut mencakup praktik pertanian regeneratif, peningkatan produktivitas, pemangkasan tanaman, serta penggunaan pupuk dan pestisida secara tepat.

Program pemberdayaan juga menyasar perempuan melalui kegiatan diversifikasi pendapatan dan literasi keuangan. LDC turut membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas materi pelatihan maupun penyusunan kurikulum bagi petani.

Baca Juga :  Ketua DPD LSM TRINUSA Provinsi Lampung Serukan Penguatan Nilai Spiritual dan Sosial dalam Peringatan Isra Mi’raj

Pemprov Lampung menilai penguatan kapasitas petani dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri kopi. Tidak hanya dari sisi perdagangan dan investasi, keberlanjutan sektor kopi juga bergantung pada kemampuan petani dalam menjaga produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.

Pertemuan tersebut juga membahas tantangan pemenuhan regulasi pasar global, khususnya European Union Deforestation Regulation (EUDR). Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah ketersediaan data dan peta kawasan hutan yang akurat sebagai bagian dari dokumen pendukung untuk memastikan asal-usul produk kopi.

Advertisement
Pemerintah Provinsi Lampung dan LDC melihat perlunya pembaruan data dan peta kawasan tersebut. Hal ini mengingat sebagian data yang digunakan saat ini telah berusia puluhan tahun dan terdapat lahan yang secara fisik telah menjadi perkebunan, namun masih tercatat sebagai kawasan hutan.

LDC menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pembaruan informasi tersebut bersama pihak terkait. Langkah ini diharapkan dapat membantu produk kopi Lampung memenuhi persyaratan pasar global sekaligus menjaga akses terhadap pasar ekspor.

Baca Juga :  " Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026 : Jawaban Atas Kerinduan Masyarakat "

Lampung sendiri memiliki posisi penting dalam industri kopi nasional. Sekitar 60% produksi kopi nasional disebut mengalir melalui Lampung, dengan volume sekitar 200.000 hingga 300.000 ton. Kopi Lampung juga dinilai memiliki karakter khas, antara lain ukuran biji yang besar, cita rasa kuat, dan aroma yang menjadi daya tarik di pasar.

Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi kopi dalam negeri turut membuka peluang bagi pengembangan industri kopi Lampung. Pergeseran konsumsi dari teh ke kopi, terutama di kalangan generasi muda, ikut meningkatkan kebutuhan pasokan bagi pelaku usaha dan roaster kopi lokal.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan investasi LDC sekaligus mendorong agar pengembangan industri kopi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemenuhan standar keberlanjutan.

Pemerintah Provinsi Lampung juga membuka ruang koordinasi bagi LDC apabila terdapat kendala dalam pengembangan usaha di daerah. Dengan demikian, investasi dan program pemberdayaan yang dijalankan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani dan masyarakat Lampung.

Berita Terkait

Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Tanggamus Ungkap 25 Kasus Narkotika dan Amankan 27 Tersangka
KEJAKSAAN NEGERI PRINGSEWU MUSNAHKAN BARANG BUKTI TINDAK PIDANA YANG TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRACHT)
Kejaksaan Negeri Pringsewu Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif
OKP GPN Provinsi Lampung dan LSM WASPADA Lampung Soroti Temuan LHP BPK RI atas LKPD Pemkab Pringsewu TA 2025, Layangkan Somasi ke Sekda
Dibuka Bupati, Praktisi UMKM di Pringsewu Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri
Kronologis Polemik Pengambilalihan Dapur SPPG Pesawaran Kedondong Pasar Baru 2
Pemkot Metro Rotasi 34 Pejabat, Sejumlah Posisi Strategis Berganti
Wagub Jihan : HIMPAUDI Berperan Penting dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak yang Berkualitas

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:14 WIB

BNI Hiraukan Perkapolri No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksana Satuan Pengamanan.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Soroti Deretan Masalah, KAMAKSI Desak OJK dan KPK Periksa Direksi BCA

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Dudung Abdurachman Di Lantik Menko Polkam, Aktivis Nasional : Sosok Figur Terbaik yang Loyal Terhadap Bapak Presiden Prabowo

Rabu, 30 September 2026 - 01:03 WIB

Pernyataan Jokowi Dipersoalkan, Jerry Massie Klaim Ada Ratusan Pernyataan yang Dinilainya Bermasalah Selama Sepuluh Tahun

Senin, 28 September 2026 - 00:38 WIB

Trio Suryono Persembahkan 10 Karya Buku Inspiratif untuk Kemajuan Dunia Korporasi dan Energi di PT PLN.

Minggu, 27 September 2026 - 02:12 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Korupsi di Bogor Para ASN Bawahannya Ikut Pucuk Pimpinan Semua. Maka Kpk Jangan Basa Basi Harus Tangkap Pucuk Sampai Akarnya

Jumat, 25 September 2026 - 06:31 WIB

Kemitraan Media Jadi Sorotan, SWI Jabar Minta Mekanisme yang Jelas demi Mewujudkan Informasi Publik Berkualitas

Kamis, 24 September 2026 - 21:23 WIB

DPP LPPI: Ombudsman Tendensius, Bangunan di Area SAE Lapas Cibinong Dijelaskan sebagai Rumah Dinas Jabatan

Berita Terbaru

SIAK

Jagung 0,5 Ha di Sabak Auh Tumbuh Subur, Usia 40 Hari

Selasa, 6 Okt 2026 - 18:45 WIB