Banjir Susulan Terus Hantui Desa Kuning I, Sukri Win Bangsu Kritik Lambannya Penanganan BPJN Aceh dan Minimnya Solusi Nyata

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:58 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA — Banjir susulan kembali menghantui Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu malam (11/10/2026), sekitar pukul 21.30 WIB. Tingginya debit air, kondisi jembatan yang dinilai dangkal, hingga minimnya penerangan jalan di lokasi banjir menjadi persoalan yang memicu keresahan masyarakat.

Luapan air yang mencapai badan Jalan Nasional Kutacane–Medan tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari. Minimnya penerangan di sekitar lokasi semakin meningkatkan risiko bagi pengendara, terutama ketika badan jalan tertutup atau tergenang air.

Mantan anggota DPRK Aceh Tenggara sekaligus tokoh masyarakat Gayo, Sukri Win Bangsu, angkat bicara menyoroti persoalan banjir yang terus berulang tanpa solusi nyata. Ia menilai penanganan dari pihak terkait, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, perlu segera dievaluasi dan ditindaklanjuti secara konkret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, tingginya debit air yang diperparah oleh kondisi jembatan yang dinilai kurang memadai dalam mengalirkan air diduga menjadi faktor yang memperburuk luapan banjir ke badan jalan nasional dan kawasan permukiman warga.

Baca Juga :  Penganiayaan Anak Yatim Dibawah Umur Terjadi Desa Lawe Serakut, Ibu Korban Sudah Melaporkan Kepada Perangkat Desa Namun Tidak Ada Respon

Persoalan tersebut bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga keselamatan masyarakat. Ketika banjir terjadi pada malam hari dengan penerangan jalan yang minim, pengendara menghadapi risiko lebih besar karena kondisi genangan dan hambatan di jalan sulit terlihat dengan jelas.

Dampak banjir juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas perdagangan terganggu, pelanggan berkurang, dan kerugian ekonomi terus membayangi masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha sehari-hari.

“Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban dari persoalan yang berulang tanpa penyelesaian. Kami berharap BPJN Aceh segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini sebelum kerugian masyarakat semakin besar,” demikian sorotan Sukri.

Selain menyoroti penanganan banjir, Sukri juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota DPRK Aceh Tenggara dari daerah pemilihan (Dapil) II yang menurutnya belum pernah mengunjungi masyarakat Desa Kuning I selama banjir berulang kali terjadi.

“Jangan hanya datang ketika membutuhkan suara kami. Justru saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan seperti ini, inilah momen yang tepat bagi wakil rakyat untuk hadir, melihat langsung kondisi warga, dan mendengarkan keluhan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Bimbingan Teknis Ekspor Komoditas Pertanian di Aceh Tenggara

Ia berharap wakil rakyat menunjukkan kepedulian nyata dengan turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, serta mendorong percepatan penanganan banjir yang telah berulang kali merugikan masyarakat.

Sukri mendesak BPJN Aceh dan instansi berwenang segera mengevaluasi kondisi jembatan, kapasitas aliran air, serta kebutuhan penerangan jalan di kawasan rawan banjir Desa Kuning I. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya ketika banjir terjadi.

Bagi warga Kuning I, persoalannya kini bukan hanya banjir yang terus berulang, melainkan juga keselamatan pengguna jalan, minimnya penerangan pada malam hari, dan ancaman terhadap mata pencaharian masyarakat kecil. Warga membutuhkan langkah nyata agar Jalan Nasional tidak terus menjadi jalur luapan air tanpa kepastian penyelesaian.

Berita ini diterbitkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat Desa Kuning I.

membuka ruang tanya jawab, konfirmasi, klarifikasi, serta hak jawab kepada BPJN Aceh dan pihak-pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan terpercaya. (*)

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru