Bupati Aceh Tenggara Ingatkan Warga: Jangan Pilih Calon Pengulu Pemakai Narkoba dan Penjudi

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:35 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – Pesan tegas namun penuh kepedulian disampaikan Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry, S.E., M.M., kepada masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Pengulu (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Bupati meminta masyarakat untuk tidak memilih calon pemimpin desa yang terlibat dalam praktik perjudian dan penyalahgunaan narkoba.

Pesan itu disampaikan Bupati saat Deklarasi Damai Pemilihan Pengulu Serentak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026 yang berlangsung di Op Room Setdakab Aceh Tenggara, Rabu, 28 Oktober 2026.

“Jangan pilih calon pengulu yang suka main judi dan menggunakan narkoba. Pilihlah pemimpin yang bersih dan mampu mengayomi masyarakat,” tegas Bupati Salim Fakhry di hadapan para calon pengulu dan unsur Forkopimda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menegaskan, Pilkades harus menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin desa yang amanah, jujur, dan mampu merangkul semua pihak. Ia berpesan agar pengulu terpilih nantinya tidak membeda-bedakan warga dan mampu merangkul lawan politiknya. Sementara calon yang belum terpilih diminta untuk berlapang dada dan tetap mendukung program pembangunan di kute demi menjaga keutuhan dan persatuan desa.

Baca Juga :  Respons Cepat Dinsos Agara: Nasi Bungkus untuk Korban Kebakaran Strak Pisang

“Jangan ada politik uang. Berjuanglah secara demokratis dan bermoral. Berusahalah semaksimal mungkin dengan cara yang jujur, karena kemenangan yang sejati adalah pilihan tulus dari warga,” ujarnya.

Deklarasi damai tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Kapolres Aceh Tenggara, perwakilan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Kasdim 0108/Agara, Ketua Majelis Adat Aceh, Sekda Aceh Tenggara, Asisten I Setdakab, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kute Aceh Tenggara.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza mengajak seluruh panitia, pengawas, dan peserta Pilkades untuk menjaga marwah demokrasi agar berjalan jujur, bebas, dan bermoral. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik kode-kodean dan transaksi terselubung dalam proses pemilihan.

“Kalau ada kode-kode, hilangkan. Jangan pakai kode. Demokrasi harus bebas, bermoral, dan berjalan sesuai harapan. Aceh Tenggara adalah Bumi Sepakat Segenap, tidak ada perbedaan. Ini hanya sebuah proses demokrasi,” kata Denny.

Baca Juga :  KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

“Selamat berjuang bagi para calon pengulu. Yang kalah jangan berkecil hati, artinya belum rezeki. Rezeki itu akan datang,” tambahnya.

Adapun Deklarasi Damai Pemilihan Pengulu Serentak 2026 berisi lima komitmen utama para calon. Pertama, mematuhi dan melaksanakan seluruh regulasi pemilihan pengulu sesuai ketentuan dengan penuh rasa tanggung jawab. Kedua, tidak melakukan kampanye hitam, politik uang, serta tidak menyebarkan isu SARA dan berita hoaks.

Ketiga, jika terpilih menjadi pengulu, tidak akan menjadi pengguna narkotika dan tidak akan berjudi. Keempat, jika terpilih bersedia memberantas narkotika dan segala bentuk perjudian di kute yang dipimpin. Kelima, akan bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Komitmen itu diharapkan menjadi pengikat moral agar Pilkades Serentak di Aceh Tenggara tahun 2026 berjalan aman, damai, dan melahirkan pemimpin desa yang bersih dari narkoba dan judi

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Bukti Video Bongkar Borok Penanganan Banjir Jembatan Kuning I, Material Banjir Dijual Saat Warga Kebanjiran
Penanganan Sumbatan di Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Dinilai Lamban, Kalaksa BPBD Keluhkan Koordinasi
Polemik Penugasan PPPK Paruh Waktu di Dinkes Aceh Tenggara Berbuntut Desakan Pencopotan Kadinkes
Proyek Irigasi Rp9,28 Miliar di Aceh Tenggara Pertanyakan, Pengawas dan Pelaksana Tak Terlihat di Lokasi
Di Tengah Kepungan Banjir Desa Kuning, Kehadiran Kapolres Jadi Penguat yang Tak Ternilai
Wakil Bupati Aceh Tenggara Hadiri Kenduri Tolak Bala di Lokasi Tanggul Jembatan Natam
Merajut Kebersamaan, Waka Polres Aceh Tenggara Turun Langsung Ajak Warga Perapat Hulu Perangi Narkoba dan Maling
Penjelasan Lengkap Lapas Kutacane Soal Meninggalnya Ishak Alias Ical Sehari Setelah Diamankan dari Pelarian

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Penanganan Sumbatan di Jembatan Kuning I Aceh Tenggara Dinilai Lamban, Kalaksa BPBD Keluhkan Koordinasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Polemik Penugasan PPPK Paruh Waktu di Dinkes Aceh Tenggara Berbuntut Desakan Pencopotan Kadinkes

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:32 WIB

Proyek Irigasi Rp9,28 Miliar di Aceh Tenggara Pertanyakan, Pengawas dan Pelaksana Tak Terlihat di Lokasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Di Tengah Kepungan Banjir Desa Kuning, Kehadiran Kapolres Jadi Penguat yang Tak Ternilai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Wakil Bupati Aceh Tenggara Hadiri Kenduri Tolak Bala di Lokasi Tanggul Jembatan Natam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Merajut Kebersamaan, Waka Polres Aceh Tenggara Turun Langsung Ajak Warga Perapat Hulu Perangi Narkoba dan Maling

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Bupati Aceh Tenggara Ingatkan Warga: Jangan Pilih Calon Pengulu Pemakai Narkoba dan Penjudi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Penjelasan Lengkap Lapas Kutacane Soal Meninggalnya Ishak Alias Ical Sehari Setelah Diamankan dari Pelarian

Berita Terbaru