Mahasiswa Sultra di Jakarta Kritik Gubernur: Jangan Hanya Fokus Jembatan, Rakyat Butuh Solusi Nyata

Waspada Indonesia

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 22:28 WIB

50636 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kelompok mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jakarta menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Gubernur Sultra yang dinilai tidak cukup responsif terhadap persoalan mendesak masyarakat. Kritik ini disampaikan oleh salah satu perwakilan mahasiswa, Muh Hidayat, dalam pernyataan terbuka kepada media.

Menurut Hidayat, Gubernur Sulawesi Tenggara saat ini terlalu fokus pada proyek pembangunan Jembatan Muna-Buton, sementara berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat di daerah belum tertangani dengan baik. Ia mencontohkan jalan rusak, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga angka kemiskinan yang masih mengkhawatirkan di sejumlah wilayah.

“Kami tidak menolak pembangunan Jembatan Muna-Buton. Tapi masyarakat Sulawesi Tenggara hari ini punya banyak persoalan yang lebih mendesak dan nyata. Gubernur jangan hanya sibuk mempromosikan proyek besar, tapi lupa pada rakyat di pelosok yang masih kesulitan akses jalan dan harga kebutuhan pokok yang terus naik,” ujar Muh Hidayat dalam keterangannya, Senin (14/7).

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Tangerang Resmikan Porseni HUT Kemenkumham dan HUT RI ke 78

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hidayat menegaskan bahwa kritik ini bukan bermaksud menolak pembangunan infrastruktur, melainkan mendorong pemerintah daerah untuk lebih bijak dalam menetapkan skala prioritas. Ia menilai, proyek jembatan antarpulau seperti Muna-Buton memang penting dalam jangka panjang, namun saat ini masyarakat lebih membutuhkan solusi yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.

“Jika Gubernur Sultra hanya fokus pada proyek-proyek besar yang belum tentu segera dirasakan manfaatnya, sementara rakyat masih kesulitan mendapatkan akses dasar, ini sangat ironis. Pemerintah harus kembali mendengar suara rakyat kecil yang hari-harinya penuh perjuangan,” tegasnya.

Lebih jauh, Hidayat menyinggung fakta bahwa di berbagai kabupaten dan kecamatan di Sultra, masih banyak jalan penghubung antardesa yang rusak parah. Kondisi ini, menurutnya, sangat menyulitkan mobilitas masyarakat, terlebih dalam distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok. Ia juga mencatat bahwa sejumlah komoditas penting mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir, memperburuk beban ekonomi warga.

Baca Juga :  Nomor WA Direktur CERI Diretas, Yusri: Jangan Layani Permintaan Apa Pun

“Kami ingin Gubernur hadir secara nyata di tengah rakyat, bukan sekadar muncul di baliho atau panggung seremonial. Ini saatnya pemerintah bekerja lebih konkret, bukan retoris,” katanya.

Muh Hidayat juga menekankan bahwa mahasiswa Sulawesi Tenggara yang berada di luar daerah, khususnya di Jakarta, tetap peduli terhadap dinamika yang terjadi di kampung halaman. Mereka, kata dia, berkomitmen untuk terus mengawal dan mengingatkan pemerintah daerah agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat, terutama kalangan yang paling rentan.

“Sebagai mahasiswa, kami punya tanggung jawab moral untuk bersuara. Kami akan terus mengawal jalannya kebijakan di Sultra agar tidak terjebak dalam proyek-proyek mercusuar semata, tetapi benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Inalum Menapaki Usia Emas 50 Tahun, Meneguhkan Eksistensi di Industri Aluminium Nasional
Partai Cinta Negeri Usung Pendiri Sekaligus Ketua Umumnya, Samsuri S.Pd.I., M.A., sebagai Capres RI 2029
Putusan MK Nomor 145/PUU-XXlll/2025, Teguhkan Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Penyeimbang Kekuasaan 
DPP AKPERSI: Sobang Terancam Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian 
BNN Bongkar Produksi Vape Narkoba Omzet Rp 18 M, PW GPA DKI : BNN Selamatkan Ribuan Pemuda Dari Bahaya Narkoba
Kejati Malut diminta segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara
RKAB PT HSM Dipersoalkan Aktivis Maluku Utara Datangi Dirjen Minerba dan PT CNGR

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:17 WIB

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:07 WIB

Wakapolres Tanah Karo : Keberadaan Organisasi Profesi Media Sangat Penting Dalam Membangun Informasi Yang Sehat, Edukatif, Dan Berimbang

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:02 WIB

Wabup Nagan Raya Raja Sayang Terima Kunker Wali Kota Banda Aceh, Salurkan Bantuan Banjir di Beutong Ateuh

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:43 WIB

Minim Papan Proyek dan Akses Informasi, Pekerjaan Rutin Jalan Jabar Diduga Tak Akuntabel

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:35 WIB

Publik Gempar! Dugaan Asusila Libatkan Oknum Sekdes Ogan Ilir, Korban Tak Terlacak Keberadaannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:35 WIB

BPN KBB Serahkan 250 Sertipikat PTSL 2025 di Desa Mekar Jaya, Sekaligus Sosialisasikan Sertipikat Elektronik

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:27 WIB

Gerak Cepat: Sat Reskrim Polres Nagan Raya Berhasil Amankan Pelaku Judi Online Jenis Slot

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:44 WIB

Polres Kampar Gandeng Kodim 0313/KPR, Tertibkan Tambang Ilegal, Amankan Alat Berat & Pelaku

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB