Raih Gelar S2 dan Pimpin SD Percontohan, Perjalanan Hidup Rita Wati dari Anak Petani Menuju Dunia Pendidikan Aceh Tenggara

Waspada Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:21 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE , WASPADA INDONESIA | Perjalanan hidup Rita Wati menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Terlahir dari keluarga petani di Desa Kuta Lang-Lang, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, perempuan kelahiran 4 April 1979 ini tumbuh dengan semangat membara untuk mengubah nasib melalui pendidikan. Di tengah kesibukan keluarganya mengurus sawah dan kebun, Rita kecil mulai menanamkan harapan untuk menjadi seorang guru—suatu cita-cita yang pada masa itu terasa begitu jauh dari jangkauan.

Kenyataan hidup tak lantas sejalan dengan mimpinya. Sempat kehilangan asa untuk melanjutkan pendidikan, Rita memutuskan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dengan satu niat: mengumpulkan modal untuk bisa kembali menempuh pendidikan. Dua tahun di negeri jiran bukan waktu yang sebentar, namun tekad kuat membawanya pulang ke kampung halaman dan kembali mengejar mimpi yang sempat tertunda.

Usaha dan doanya tidak sia-sia. Tahun 2009 menjadi tonggak penting dalam hidupnya saat ia berhasil meraih gelar sarjana (S1). Tak lama berselang, pengabdian pada dunia pendidikan mulai menampakkan hasil. Ia diberi amanah untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Lawe Pinis pada tahun 2015. Tahun berikutnya, ia kembali dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Mbarung, Kecamatan Babussalam. Kariernya terus merangkak naik, dan pada tahun 2017, ia dilantik sebagai Kepala SD Negeri Pulo Latong, sebuah jabatan yang ia emban hingga tahun 2025.

Baca Juga :  Nyawa Menjadi Taruhan Demi Mendapatkan Bantuan Beras

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedikasi terhadap dunia pendidikan tak membuat Rita puas diri. Di tengah tugas sebagai kepala sekolah, ia tetap meluangkan waktu untuk melanjutkan studi. Ia menempuh pendidikan magister di Fakultas Al Muslim, dan keberhasilannya meraih gelar S2 pada tahun 2025 membuktikan bahwa perubahan hanya bisa diraih oleh mereka yang tak lelah untuk terus belajar.

Pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 16.25 WIB, Rita Wati S.Pd., M.Pd., kembali menorehkan sejarah dalam perjalanan kariernya. Ia resmi dilantik sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Percontohan Aceh Tenggara oleh Bupati setempat dalam acara yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten. Pelantikan ini sekaligus menandai babak baru pengabdiannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kali ini di sekolah percontohan yang menjadi rujukan di wilayah tersebut.

Usai pelantikan, Rita menyampaikan rasa syukur dan harapan yang begitu dalam. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dari latar keluarga sederhana, agar tidak pernah merasa rendah diri. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kesuksesan bukan milik mereka yang lahir dari kemewahan, melainkan milik siapa pun yang memiliki kemauan kuat dan niat baik untuk berjuang.

Baca Juga :  Aksi Mulia! Pemuda Tuah Ame Berhasil Kumpulkan Rp 72 Juta untuk Bantu Korban Banjir

Rita juga menuturkan rasa syukurnya atas doa dan dukungan sang ibunda yang hingga kini masih selalu hadir dalam setiap langkahnya, meski sang ayah telah tiada. Penuh haru, ia mengucapkan terima kasih kepada keluarga kecilnya, terutama suami dan anak-anak yang tak pernah lelah memberi dukungan di setiap suka duka perjalanannya.

Apresiasi terhadap sosok Rita juga datang dari berbagai kalangan. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Penjara Provinsi Aceh memberikan ucapan selamat atas pelantikan tersebut. Ia menilai bahwa rekam jejak Rita sebagai tenaga pendidik menunjukkan kapabilitasnya dalam memimpin sekolah. Harapan besar disematkan agar SDN Percontohan di bawah kepemimpinan Rita bisa berkembang menjadi sekolah unggulan dan inspiratif di Kabupaten Aceh Tenggara.

Kisah hidup Rita Wati adalah kisah tentang tekad yang tak patah oleh waktu, tentang perjuangan dalam diam, dan tentang mimpi yang terus dihidupkan meski sempat mati suri. Dari sawah kecil di pelosok desa, ia menapak sampai ke ruang-ruang kelas berstandar tinggi di sekolah percontohan. Ia bukan hanya kepala sekolah dengan gelar akademik, tapi juga sosok inspiratif bagi siapa saja yang percaya bahwa keterbatasan bukan akhir, melainkan awal dari segala kemungkinan.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Warga Aceh Tenggara Padati Sungai Lawe Alas untuk Lestarikan Tradisi Mandi Meugang dan Mempererat Tali Silaturahmi Keluarga
Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Sungai Alas, Polisi Lakukan Penyelidikan
Menjelang Bulan Suci Ramadan, Polres Aceh Tenggara Berbagi Daging Meugang sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Proyek Rehabilitasi Irigasi Lawe Harum Diduga Langgar K3 dan Pemanfaatan BBM Bersubsidi, Aktivis Soroti Prosedur Keselamatan Pekerja
Seorang ASN Dipolisikan, Polres Agara Didesak Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik UUITE
Kabar Gembira dari Leuser: Dinas Pertanahan dan BPN Targetkan 1.000 Sertifikat dalam Program PTSL 2026
Pemeliharaan Trafo Daya, PLN Kutacane Lakukan Pemadaman Listrik Sembilan Jam di Seluruh Wilayah Aceh Tenggara Sabtu Ini
Flower Aceh Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Tengah

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 00:18 WIB

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Warga Aceh Tenggara Padati Sungai Lawe Alas untuk Lestarikan Tradisi Mandi Meugang dan Mempererat Tali Silaturahmi Keluarga

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:21 WIB

Menjelang Bulan Suci Ramadan, Polres Aceh Tenggara Berbagi Daging Meugang sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:53 WIB

Proyek Rehabilitasi Irigasi Lawe Harum Diduga Langgar K3 dan Pemanfaatan BBM Bersubsidi, Aktivis Soroti Prosedur Keselamatan Pekerja

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:21 WIB

Raih Gelar S2 dan Pimpin SD Percontohan, Perjalanan Hidup Rita Wati dari Anak Petani Menuju Dunia Pendidikan Aceh Tenggara

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:25 WIB

Seorang ASN Dipolisikan, Polres Agara Didesak Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik UUITE

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:19 WIB

Kabar Gembira dari Leuser: Dinas Pertanahan dan BPN Targetkan 1.000 Sertifikat dalam Program PTSL 2026

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:03 WIB

Pemeliharaan Trafo Daya, PLN Kutacane Lakukan Pemadaman Listrik Sembilan Jam di Seluruh Wilayah Aceh Tenggara Sabtu Ini

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:02 WIB

Flower Aceh Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Tengah

Berita Terbaru