NAGAN RAYA, ACEH – Warga Desa Kila dan Desa Kandeh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengeluhkan terputusnya aliran listrik selama dua hari terakhir.
Kondisi tersebut diduga akibat kabel listrik terputus dan tiang listrik tumbang di kawasan pinggir Krueng Nagan, tepatnya di Desa Uteun Pulo.
Terputusnya pasokan listrik ini mengganggu aktivitas masyarakat di kedua desa tersebut. Warga berharap pemerintah dan pihak PT PLN (Persero) segera mengambil langkah serius agar aliran listrik dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat tidak terus terganggu.
Sofyan Yasin, warga Desa Kila, menyampaikan kepada media ini melalui pesan WhatsApp pada Rabu (28/10/2026) bahwa aliran listrik menuju Desa Kila dan Desa Kandeh terputus di kawasan penyeberangan Krueng Nagan.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi.
Warga mengaku mengalami gangguan listrik berulang, bahkan hampir setiap bulan, sehingga menimbulkan keresahan dan menghambat berbagai kegiatan sehari-hari.
“Sudah dua hari listrik di Desa Kila dan Desa Kandeh padam. Kami berharap pemerintah dan PLN dapat menangani persoalan ini dengan serius agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami gangguan listrik,” ujar Sofyan.
Ia juga meminta agar dilakukan pengamanan dan penguatan terhadap tiang-tiang listrik yang berada di pinggir bantaran sungai.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko tiang tumbang maupun kerusakan jaringan listrik, terutama ketika kondisi sungai dan lingkungan sekitarnya mengalami perubahan.
Menurut warga, pemadaman listrik yang berlangsung selama berhari-hari tidak hanya mengganggu kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang bergantung pada listrik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga berharap penanganan tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki kabel atau mengganti tiang yang rusak, tetapi juga disertai langkah pencegahan agar gangguan serupa tidak terus berulang.
PLN Disebut Sedang Menangani Kerusakan
Secara terpisah, Manajer PLN Rayon Jeuram menyampaikan bahwa kerusakan tiang listrik tersebut sedang dalam penanganan.
Masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga pasokan listrik ke Desa Kila dan Desa Kandeh kembali normal.
Warga juga mengharapkan adanya evaluasi terhadap jaringan listrik di kawasan bantaran Krueng Nagan agar lebih aman dan andal.
Bagi masyarakat di wilayah pedalaman, listrik bukan sekadar fasilitas penerangan, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas keluarga, pendidikan, komunikasi, serta kegiatan ekonomi.
Karena itu, warga berharap adanya perhatian dan tindak lanjut nyata dari pihak terkait, sehingga persoalan listrik padam yang berulang tidak lagi menjadi beban masyarakat setiap bulannya.
Harapan warga sederhana: listrik kembali menyala, jaringan lebih aman, dan pelayanan kelistrikan semakin baik.(*)



































