Tragedi di Sekolah Dasar, Ronal Halomoan Kutuk Keras Aksi Bullying yang Menelan Korban Jiwa

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 12:50 WIB

50456 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, 31 Mei 2025 – Duka menyelimuti dunia pendidikan di Aceh Tenggara. Seorang siswa sekolah dasar dikabarkan meninggal dunia, diduga akibat menjadi korban perundungan (bullying) oleh rekan-rekannya. Peristiwa memilukan ini mengundang keprihatinan luas, termasuk dari Anggota DPRK Aceh Tenggara, Ronal Halomoan.

Politikus dari Fraksi Demokrat itu angkat bicara dengan nada tegas. Ia mengutuk keras kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai tamparan bagi sistem pendidikan dan pengawasan di sekolah-sekolah.

“Ini bukan sekadar tragedi. Ini adalah alarm keras bagi kita semua—pendidik, orang tua, pemerintah—bahwa bullying bisa membunuh,” ujarnya penuh emosi saat diwawancarai di Kutacane.

Baca Juga :  Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai anggota Komisi D DPRK Aceh Tenggara yang membidangi pendidikan, Ronal menyampaikan bahwa sejak awal masa jabatannya, ia telah mendorong agar pendidikan anti-bullying dijadikan materi wajib di setiap jenjang sekolah—mulai dari PAUD hingga SMA.

“Anak-anak harus dibekali dengan pemahaman sejak dini tentang bahaya bullying. Ini bukan hanya soal aturan sekolah, tapi tentang menyelamatkan masa depan generasi kita,” tegasnya.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan Aceh Tenggara untuk segera menginstruksikan semua sekolah mengadakan penyuluhan rutin terkait bullying, baik melalui kegiatan belajar mengajar maupun program ekstrakurikuler.

Baca Juga :  Skandal Dana BOS SMAN 1 Lawe Sigala-Gala Menguak: WGAB dan LKGSAI Desak APH Segera Bertindak, Kadiscabdin Jupri Tegaskan Siap Dilaporkan

Tak lupa, Ronal juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Pendidikan karakter tidak hanya tugas guru. Orang tua juga harus hadir memberi teladan, pengertian, dan membangun komunikasi sehat dengan anak-anak mereka,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Ronal mengajak seluruh masyarakat Aceh Tenggara untuk bangkit dan bersatu mencegah terulangnya tragedi serupa.

“Mari kita mulai dari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Satu tindakan kecil bisa menyelamatkan satu nyawa.”

Salam Saroha – Jangan Pernah Bosan Berbuat Baik.

(Red)

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:58 WIB

18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terbaru