Suka Makmue : Dalam suasana Hari Meugang Bulan Suci Ramadhan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh Kunjungan ke Pintu Air Irigasi Persawahan Blang Neuang.
Dalam kunjungan tersebut tersebut turut di dampingi oleh Hop Keujrun Nagan Razali, Hop Keujrun Kecamatan Beutong, Kabid Perluasan Areal, Penyuluh Pertanian. Mukim Bungong Taloe serta unsur masyarakat dan Keuchik setempat. Selasa, 17 /02/2026.
Marzuki.SE Putra Asli Beutong di percaya oleh Bupati Nagan Raya Dr Teuku Raja Keumangan.SH.MH pada Minggu yang lalu dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan ( Distanak ) Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh.
Marzuki.SE Selaku Kadistanak Nagan Raya siap bekerja sesuai amanah yang diberikan oleh Bupati Nagan Raya. Dan Insya Allah kami dari pihak dinas akan mengambil inisiatif gerak cepat terkait pembersihan saluran irigasi dengen mengunakan alat berat. Kata Marzuki kepada sejumlah awak media di lokasi Irigasi.
Kemudian hasil pertemuan dengan sejumlah Tokoh masyarakat di daerah Blang Neang dan Umumnya Masyarakat Mukim Bungong Taloe terkendala dengan Air.
Selain di daerah Kecamatan Beutong juga daerah Kecamatan Seunagan Timur di Babah Lhueng Lhe Desa Cot Gud Kecamatan Seunagan Timur. Insya Allah akan kita perbaiki Irigasi tersebut. Guna untuk peningkatan hasil Gabah. Ucap Marzuki.
“Kecamatan Beutong, Seunagan Timur, dan Seunagan merupakan daerah sentra sektor bidang pertanian utama juga termasuk di Kecamatan Suka Makmue”.
Irigasi adalah sistem penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air secara buatan untuk menunjang kebutuhan tanaman di lahan pertanian, terutama saat curah hujan tidak mencukupi. Ini mencakup metode teknis untuk mengalirkan air dari sumber seperti sungai atau waduk, bertujuan meningkatkan produktivitas dan memastikan keberlanjutan pertanian.
Dengan demikian, irigasi berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menyuburkan lahan pertanian. Tegas Marzuki Kadistanak
Kemudian Marzuki Kadistanak Nagan Raya menambahkan kedepan kita akan upayakan terkait Kenduri Blang (Kenduri Sawah) karna tradisi turun-temurun masyarakat Aceh khususnya Kabupaten Nagan Raya berupa kenduri dan doa bersama di area persawahan, yang dilaksanakan dua kali setahun sebelum musim tanam atau setelah panen.
Budaya ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur, memohon keberkahan, hasil panen melimpah, dan terhindar dari hama, sekaligus menguatkan gotong-royong dan tali silaturahmi.
Tradisi ini dimulai dengan zikir dan doa yang dipimpin oleh tokoh agama (Teungku) atau Keujruen Blang di sawah, memohon agar sawah subur dan hasil panen melimpah. Tutupnya Kadistanak Nagan Raya Marzuki. [*]


































