Waspadaindonesia.com | Banda Aceh — Gelombang solidaritas internasional terhadap musibah banjir besar dan longsor yang melanda Aceh terus mengalir. Kali ini, dukungan nyata datang dari Negeri Perlis, Malaysia. Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, secara resmi memerintahkan rakyat Perlis untuk menggalang donasi dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Seruan kemanusiaan tersebut tertuang dalam surat resmi (Kenyataan Rasmi) yang dikeluarkan Raja Muda Perlis selaku Yang Dipertua Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) tertanggal 18 Desember 2025. Dalam surat itu ditegaskan bahwa seluruh kutipan Tabung Jumat di masjid-masjid Negeri Perlis pada Jumat, 19 Desember 2025, akan disalurkan sepenuhnya ke Tabung Bantuan Kemanusiaan Mangsa Banjir Besar di Aceh.
Kepedulian Raja Muda Perlis terhadap Aceh tidak terlepas dari hubungan emosional dan kedekatan personal yang telah terjalin lama, khususnya dengan Prof. Adjunct Dr. Marniati, tokoh perempuan Aceh yang juga Ketua Partai Perjuangan Aceh (PPA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hubungan baik yang terbangun sejak lama tersebut menjadi salah satu jembatan kemanusiaan yang memperkuat perhatian dan empati Raja Muda Perlis terhadap kondisi rakyat Aceh.
Selain hubungan personal, Raja Muda Perlis juga dikenal memiliki kedekatan historis dengan Aceh. Tuanku tercatat dua kali berkunjung langsung ke Aceh, mengenal budaya, masyarakat, serta nilai persaudaraan yang kuat antara Aceh dan Negeri Jiran. Kedekatan inilah yang membuat Raja Muda Perlis merespons cepat tragedi kemanusiaan yang tengah menimpa Aceh.
Dalam pernyataannya, Raja Muda Perlis menegaskan pentingnya ukhuwah Islamiyah dan solidaritas kemanusiaan lintas negara. Ia mengajak seluruh umat Islam di Perlis untuk menyalurkan sumbangan ikhlas sebagai wujud persaudaraan sejati. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan penderitaan masyarakat Aceh serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Penyaluran bantuan dari Perlis ke Aceh akan dilakukan melalui kerja sama antara Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) dengan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI).
Kolaborasi ini menjadi bukti konkret peran jaringan internasional Partai Perjuangan Aceh (PPA) di bawah kepemimpinan Prof. Adjunct Dr. Marniati, yang berhasil membuka jalur bantuan lintas negara demi kepentingan kemanusiaan rakyat Aceh.
Langkah Raja Muda Perlis ini dinilai sebagai dukungan internasional yang sangat berarti bagi Aceh. Di tengah keterbatasan akibat bencana, perintah langsung Raja Muda kepada rakyatnya untuk menggalang donasi menjadi simbol kuat bahwa Aceh tidak sendiri, serta mencerminkan persaudaraan sejati yang melampaui batas negara.

































