Waspadaindonesia.com |ACEH TENGGARA — Gubernur Aceh. mualem melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Aceh Tenggara untuk meninjau dampak bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut, Sabtu (20/12/2025).
Tiba sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan helikopter di Bandara Alas Leuser, Gubernur Aceh langsung bergerak ke sejumlah titik terdampak banjir bersama Wakil Bupati Aceh Tenggara, anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Yahdi Hasan, Ketua DPRK, Dandim 0108, Kapolres, serta Sekda Aceh Tenggara.
Lokasi pertama yang ditinjau adalah Jembatan Barung di Kecamatan Babussalam. Jembatan vital tersebut putus total akibat terjangan banjir bandang, sehingga memutus akses utama masyarakat di Empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara ( Kec Lawe Alas, kec Tanoh Alas, kec Babul Rahmah dan kec Darul Hasanah )
Setelah itu, Gubernur dan rombongan melanjutkan peninjauan ke Jembatan Natam di Kecamatan Badar yang mengalami kerusakan serupa. Kedua jembatan ini menjadi Urat Nadi bagi Masyarakat dan Menjadi perhatian serius karena berperan penting dalam mobilitas warga dan distribusi logistik.
Selain infrastruktur, Gubernur Aceh juga meninjau Pesantren Badrul Ulum di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe. Pesantren tersebut mengalami kerusakan parah dan nyaris rata dengan tanah akibat derasnya banjir. Kondisi ini menggambarkan dahsyatnya bencana yang terjadi di penghujung tahun 2025 dan dampaknya terhadap dunia pendidikan serta kehidupan sosial masyarakat. Dalam peristiwa Bencana Banjir Sumatra ini Masyarakat kab Aceh Tenggara Mengalami Musibah Meninggal Dunia sebanyak 13 Orang, serta korban harta Benda.
Kunjungan dilanjutkan ke lokasi pengungsian korban banjir di Desa Lauser, Kecamatan Ketambe. Di hadapan para pengungsi, Gubernur Aceh menyampaikan duka cita mendalam dan mengajak masyarakat untuk tetap sabar serta tabah menghadapi cobaan.
Ia juga membuka ruang dialog dengan kepala desa dan warga untuk mendengar langsung berbagai keluhan dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Dalam diskusi tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan Rumah hunian sementara, pembangunan rumah layak huni, serta pemulihan lahan pertanian dan perkebunan yang hancur akibat banjir.
Gubernur Aceh berjanji akan memperjuangkan pemulihan secara menyeluruh dan berkomitmen membangun kembali wilayah terdampak melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia.
Sebagai langkah lanjutan, Gubernur Aceh meminta Wakil Bupati Aceh Tenggara dan anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Yahdi Hasan untuk Menerima dan menyusun laporan kerusakan secara rinci sebagai dasar pengusulan bantuan dan pembangunan pascabencana. Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan bahan pokok dan peralatan dapur kepada para pengungsi.
Tidak hanya itu, Gubernur Aceh yang didampingi Yahdi Hasan turut menyerahkan santunan kepada 13 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir.
Penyerahan santunan ini menjadi bentuk empati dan kepedulian pemerintah terhadap keluarga korban, sekaligus penegasan bahwa negara hadir bersama rakyat dalam menghadapi musibah besar yang melanda Aceh.



































