GAYO LUES | Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada awal 2026, memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Rikit Gaib. Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari menyebabkan luapan air sungai dan pergerakan tanah, yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur jalan dan terputusnya sejumlah akses antar desa. Salah satu desa terdampak paling parah adalah Desa Penomon Jaya, yang akses utamanya tertimbun lumpur dan material longsoran, sehingga menghambat aktivitas warga, distribusi logistik, maupun pertolongan darurat.
Menanggapi kondisi tersebut, PT. Rosin Trading International, perusahaan pengolahan getah pinus menjadi terpentin yang beroperasi di Kecamatan Rikit Gaib, menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menerjunkan alat berat dalam upaya perbaikan darurat jalan. Aksi tersebut dilakukan pada tanggal 1 Januari 2026 dengan fokus di Desa Penomon Jaya yang mengalami kerusakan akses jalan cukup parah akibat banjir dan longsor. Kegiatan pemulihan ini tidak hanya melibatkan unit alat berat perusahaan, tetapi juga didukung langsung oleh para karyawan PT. Rosin Trading International yang turut bergotong royong membantu warga membersihkan dan menutup jalan yang rusak agar bisa segera dilalui kembali.

Sanusi, selaku bagian Humas PT. Rosin Trading International, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa perusahaan menyadari pentingnya akses jalan tersebut bagi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Ketika bencana datang dan akses terputus, masyarakat tidak hanya kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi rentan bila membutuhkan bantuan medis atau logistik darurat. Oleh karena itu, keterlibatan perusahaan dalam merespons kondisi ini dilakukan dengan segera dengan mengerahkan segala kemampuan yang tersedia di lapangan. Ia juga menambahkan bahwa pelibatan karyawan perusahaan dalam aksi gotong royong adalah bentuk nyata dari kepedulian bersama terhadap kondisi sekitar.

Upaya tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Bersama para karyawan perusahaan, warga desa melakukan kerja bakti memperbaiki saluran air sementara, menyingkirkan lumpur secara manual dengan cangkul dan sekop, serta memperlancar aliran air yang masih menggenangi sebagian jalan. Kehadiran alat berat di lokasi menjadi pendorong utama dalam mempercepat proses pembersihan dan pengurukan badan jalan yang sempat tertimbun lumpur setinggi betis orang dewasa. Aktivitas ini dilakukan sejak pagi hingga menjelang sore secara bergantian, dengan dipandu teknisi lapangan dari perusahaan.
Desa Penomon Jaya merupakan salah satu jalur penghubung vital di wilayah Kecamatan Rikit Gaib karena menghubungkan berbagai daerah lain di Kabupaten Gayo Lues. Kerusakan akses ini menyebabkan distribusi bahan makanan dan logistik warga terhambat selama beberapa hari. Beberapa bantuan bahkan harus disalurkan melalui jalur darurat dengan berjalan kaki melewati medan berat. Melalui dukungan dari PT. Rosin Trading International, kondisi jalur utama mulai berangsur pulih dan kini dapat kembali dilalui kendaraan bermotor roda dua maupun kendaraan pengangkut bantuan lainnya.

Sanusi menambahkan bahwa peran perusahaan dalam pemulihan pascabencana ini tidak berhenti pada aspek perbaikan jalan. Saat ini pihak perusahaan juga sedang menjajaki kemungkinan untuk memberikan bantuan dalam bentuk lain yang dibutuhkan masyarakat, termasuk penyediaan logistik dasar. Ia berharap, penanganan dampak bencana akan lebih efektif bila dilaksanakan melalui kerja sama antara masyarakat, perusahaan, serta berbagai pihak lainnya seperti pemerintah daerah dan lembaga sosial.

Keberadaan PT. Rosin Trading International di Gayo Lues bukan sekadar sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang perlu ikut merasakan duka dan membantu saat musibah melanda. Aksi cepat yang dilakukan perusahaan, lengkap dengan dukungan sumber daya dan keterlibatan langsung para karyawan, menjadi cerminan kolaborasi positif dalam situasi bencana. Di tengah tantangan besar yang dihadapi warga, kolaborasi ini menjadi penyemangat baru dalam membangun kembali kehidupan, serta bukti nyata bahwa kepedulian dan solidaritas menjadi kunci dalam setiap pemulihan bencana. (Abdiansyah)



































