Kritik Pedas KNPI Wampu: Pengusaha Jangan Hanya Kuras Hasil Bumi, Tapi Abai Rawat Jalan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:01 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAT,Waspada Indonesia – Kondisi infrastruktur di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kini menjadi sorotan tajam. Plt Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Wampu, Bambang, melontarkan kritik keras terhadap perilaku para pengusaha di wilayah tersebut yang dinilai tidak peduli terhadap pemeliharaan jalan protokol Rabu(18/3/2026)

Padahal, jalan sepanjang 7 kilometer di wilayah tersebut baru saja selesai diperbaiki (hotmix) oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) pada 24 Agustus 2024 lalu. Perbaikan ini merupakan kompensasi atas pembangunan Tol Binjai-Langsa. Namun, umur aspal tersebut diprediksi tidak akan bertahan lama akibat gempuran kendaraan bermuatan lebih (overload).

*Eksploitasi Tanpa Kontribusi*

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bambang menyoroti adanya ketimpangan yang terjadi di Wampu. Ia menilai, perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut sangat agresif dalam mengeksploitasi sumber daya alam, namun justru pasif dalam menjalankan tanggung jawab sosial (CSR), terutama terkait perawatan fasilitas publik.

“Jangan hanya tahu menguras hasil bumi Wampu, tapi tutup mata saat jalan hancur lebur. Kendaraan mereka yang diduga Over Dimensi Over Load (ODOL) adalah predator utama rusaknya aspal kita.

Baca Juga :  Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS 2024, Ini Penekanan Kapolres Langkat AKBP Faisal

Ini bentuk ketidakadilan bagi warga yang setiap hari bertaruh nyawa di jalanan,” tegas Bambang kepada media.
Ia menyayangkan sikap para pelaku usaha yang seolah mengabaikan surat imbauan Camat Wampu Nomor: 551-384/TRANTIB/WP/IX/2023. Menurutnya, imbauan tersebut dianggap angin lalu karena minimnya kesadaran kolektif pengusaha untuk menjaga aset daerah.

*Pemkab Langkat Diminta Proaktif*

Selain menyasar pengusaha, KNPI Wampu juga mengkritik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat yang dinilai lamban merespons kerusakan jalan yang kini mulai merembet ke pelosok desa.

“Kami mendesak Pemkab Langkat untuk hadir secara nyata. Jangan menunggu viral atau ada aksi massa baru bergerak. Satgas Peduli Wampu harus lebih vokal menekan pemerintah agar wilayah kita tidak dianaktirikan dalam hal pembangunan dan pengawasan,” lanjutnya.

*Desak Razia Tanpa Pandang Bulu*

Baca Juga :  Polemik Honorarium Advokat Rp 40 Juta Mengemuka, Keluarga Korban Minta Keadilan dan Transparansi

Sebagai langkah konkret, KNPI Wampu meminta Satlantas Polres Langkat dan Dinas Perhubungan (Dishub) Langkat untuk bertindak tegas dan tidak melakukan pembiaran terhadap truk-truk bermuatan berlebih.

“Kami minta aparat bertindak tegas. Lakukan razia tanpa pandang bulu! Jangan ada ‘main mata’ dengan oknum pengusaha. Jika aturan berat muatan dilanggar, sikat sesuai hukum yang berlaku,” tegas Bambang.

*Seruan Pengawasan Publik*

Menutup pernyataannya, Bambang mengajak seluruh elemen masyarakat dan Satgas Peduli Wampu untuk bersikap kritis. Ia mendorong warga untuk melakukan pengawasan terbuka, termasuk mendokumentasikan aktivitas perusahaan yang melanggar aturan muatan.

“Jika pengusaha tidak punya nurani untuk merawat, maka kekuatan rakyat melalui kritik dan pengawasan adalah cara untuk memaksa mereka bertanggung jawab,” pungkasnya.

KNPI Wampu berharap kritik ini menjadi evaluasi bagi pengusaha dan pemerintah daerah agar tercipta sinergi yang nyata antara pembangunan infrastruktur, penegakan hukum, dan kesejahteraan warga Wampu.

 

(Red)

Berita Terkait

Lilis Mengembangkan Kiprah sebagai Master of Ceremony(MC)
PC PMII Langkat–Binjai Soroti Sikap Anggota DPRD Saat RDP
PC Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Audiensi dengan Ketua DPRD Langkat, Bahas Perbaikan Jembatan Kampung Baru Pematang Cengal
Warga Pematang Cengal Hentikan Truk Material, Tuntut Perbaikan Jembatan dan Jalan rusak
Surat Kepala Desa Tak Lagi Bermakna ketika Perusahaan Lebih Diprioritaskan daripada Nasib Warga
Jenazah Malem Jenda Sembiring Ditolak, Tragedi Hak Dasar Warga di Negeri Sendiri
Polemik Honorarium Advokat Rp 40 Juta Mengemuka, Keluarga Korban Minta Keadilan dan Transparansi
Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:59 WIB

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, Inalum Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ketum Golkar Segera Pecat Ahmad Doli Kurnia dan PAW Dari Senayan

Berita Terbaru