Langkat || Sejumlah warga Desa Pematang Cengal dan sekitar nya melakukan aksi penghentian truk truk pengangkut material yang melintasi ruas jalan Pematang Cengal menuju lokasi kegiatan pengeboran minyak dan gas di wilayah Bubun. aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jembatan Paluh Madinah serta kondisi jalan yang mengalami banyak kerusakan akibat aktifitas kendaraan bertonase tinggi.

Warga menilai kerusakan jembatan dan rusak nya ruas jalan yang menghubungkan pekubuan pematang cengal , Sentang hingga. Bubun telah mengganggu aktifitas masyarakat,terutama dalam mengangkut hasil perkebunan dan perikanan. Menurut warga , berbagai keluhan dan permintaan perbaikan telah berulang kali di sampaikan kepada pihak perusahaan, namun dinilai belum mendapat kan penanganan yang cepat
Dalam aksi terebut , Masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan, diantaranya nya segera memperbaiki jembatan paluh Madinah, memperbaiki ruas jalan yang rusak , mengatur jadwal operasional truk material agar tidak terlalu rapat , membatasi tonase kendaraan, serta mengoptimal kan armada penyiraman jalan guna mengurangi debu,serta menambah material di bahu jalan titik titik tertenti tertentu untuk mempermudah kendaraan saling berpapasan
Menanggapi tuntutan warga , perwakilan PT energi mega Persada, Ilham Anuar selaku site contruksi , Menyatakan pihak perusahaan siap menampung Inspirasi Masyarakat dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab menjaga kenyamanan masyarakat pengguna jalan serta berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan warga sekitar wilayah operasional.
Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama( SNNU) Kabupaten Langkat Lukman Hakim yang turut hadir di tengah tengah Aksi tersebut menyampaikan bahwa penghentian kendaraan proyek merupakan akumulasi dari kekecewaan masarakat akibat lamban nya respon terhadap berbagai keluhan yang telah lama di sampaikan
” kami berharap ke depan pihak perusahaan lebih cepat dan lebih akomodatif dalam menangkap keluhan masarakat. Khusus nya terkait kerusakan jembatan dan jalan yang menjadi akses utama warga dalam beraktivitas’ ujar nya
Sementara itu, tokoh pemuda Pematang Cengal Ade Syahputra meminta agar seluruh komitmen perusahaan dituangkan dalam surat pernyataan tertulis, menurutnya langkah tersebut penting agar masarakat mengetahui secara jelas bentuk tanggung jawab dan target penyelesaian yang akan di lakukan oleh perusahaan
Permintaan tersebut disetujui oleh pihak perusahaan. Surat pernyataan kemudian dibuat dan di tanda tangani oleh berbagai pihak serta di saksikan oleh Kepala Desa Pematang Cengal, Arusman, perwakilan masarakat, pihak perusahaan, serta unsur kepolisian Polsek Tanjung Pura yang di wakili oleh Ipda Panata F, ST selaku Kanit Intelkam beserta jajaran.
Setelah tercapai kesepakatan dan surat pernyataan di tanda tangani, warga membuka kembali blokade jalan. Truk truk pengangkut material pun kembali diperbolehkan beroperasi dengan harapan seluruh komitmen yang telah disepakati dapat direalisasikan sesuai jadwal yang telah di tentukan demi kepentingan masarakat dan kelancaran Perusahaan.(HSR)




































