Pringsewu, Lampung – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandan Surat, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (30/7/2026). Dalam sidak tersebut, Riyanto menemukan sejumlah persoalan, mulai dari kendaraan pengangkut makanan yang dinilai tidak memenuhi standar, beras tanpa izin edar, hingga kondisi freezer yang kotor, tergenang air, dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Sidak dilakukan setelah pemerintah daerah menerima berbagai laporan dan keluhan terkait operasional dapur MBG tersebut. Riyanto mengungkapkan, salah satu laporan yang diterimanya menyebutkan penerima manfaat pernah disajikan menu singkong. Untuk memastikan kondisi di lapangan, ia turun langsung bersama jajaran dan mendokumentasikan hasil sidak melalui akun media sosial pribadinya.
Pemeriksaan diawali dengan mengecek kendaraan distribusi makanan. Menurut Riyanto, kendaraan yang digunakan hanyalah minibus biasa yang dialihfungsikan untuk mengangkut makanan sehingga belum memenuhi standar distribusi pangan. Ia kemudian memeriksa bahan baku yang digunakan dan menemukan berkarung-karung beras tanpa mencantumkan izin edar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan masak hajatan, harus ada sertifikasi halalnya, harus ada izin edarnya dan sebagainya. Ini kayak hajatan, ini pasti beli di penggilingan,” ujar Riyanto.
Ia meminta pengelola segera mengganti beras tersebut dengan beras premium yang memiliki izin edar serta memenuhi seluruh ketentuan keamanan pangan. Riyanto menegaskan penggunaan bahan baku yang tidak memenuhi standar tidak boleh kembali ditemukan saat dilakukan pemeriksaan berikutnya.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi lemari pendingin atau freezer yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan. Saat dibuka, bagian dalam freezer terlihat tergenang air dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Ini harus dibersihkan. Berapa lama ini enggak dibersihkan. Sampeyan karena sudah terbiasa jadi enggak bau. Kalau saya walaupun pakai masker saja masih bau,” katanya saat meninjau lokasi.
Riyanto mengingatkan pengelola SPPG agar mematuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan tata kelola dapur sesuai ketentuan program MBG. Ia menegaskan program tersebut memang bertujuan membantu masyarakat, namun kualitas makanan dan kebersihan dapur tidak boleh diabaikan.
“Ini memang makan bergizi gratis, bisnis boleh, tapi jangan keterlaluan. Jangan sampai saya usulkan untuk di-suspend,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, mengatakan pihaknya juga telah melakukan inspeksi ke dapur yang sama. Menurutnya, tim KPPG masih menyusun laporan hasil pemeriksaan untuk disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) RI.
“Semalam juga tim kami sidak ke beberapa dapur, termasuk dapur tersebut. Saat ini kami masih menyusun laporan untuk disampaikan ke BGN RI. Selanjutnya kami menunggu arahan dari pusat terkait tindak lanjut hasil pemeriksaan tersebut,” ujar Fitra.
Sidak tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Lampung. Sebelumnya, sejumlah dapur MBG di provinsi itu juga telah menjalani evaluasi, bahkan beberapa di antaranya dikenai sanksi penghentian sementara operasional karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan.


































