Waspadaindonesia.com | ACEH UTARA — Di tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh Utara, sosok Hj. Salmawati, SE, MM yang akrab disapa Bunda Salma hadir tanpa banyak bicara. Istri Gubernur Aceh ini memilih turun langsung ke lapangan, menyapa warga dan membagikan bantuan dengan sederhana, tanpa sorotan berlebihan.
Dalam satu hari, Bunda Salma mengunjungi tiga gampong terdampak, yakni Matang Baroh, Kuala Cangkoi, dan Kuala Keureuto, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Kehadiran Bunda Salma disambut antusias oleh masyarakat. Warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian merasa diperhatikan dan dikuatkan, bukan hanya oleh bantuan yang dibawa, tetapi juga oleh kehadiran langsung di tengah penderitaan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pengungsi bahkan menyampaikan harapan dan solusi langsung kepada Bunda Salma, yang didengarkan dengan penuh empati.
Bunda Salma dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara di depan kamera. Ia lebih memilih bekerja dalam diam, mendatangi lokasi-lokasi terdampak setiap hari di daerah pemilihannya, Aceh Utara–Lhokseumawe.
Hampir tanpa henti, ia terus menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan longsor, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi semampunya.
Sebagai Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh sekaligus anggota Komisi III DPRA, Bunda Salma menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak harus selalu ditunjukkan dengan pidato panjang atau dokumentasi berlebihan.
Kerja nyata di lapangan, hadir bersama masyarakat, dan memberi solusi meski sedikit, itulah yang paling dibutuhkan saat bencana,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi. Kehadiran Bunda Salma pun menjadi simbol harapan dan kepedulian di tengah musibah yang masih menyisakan duka.

































