GAYO LUES, 19 Februari 2026 — Peringatan Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum istimewa bagi Abdul Azis, salah seorang kontributor TVRI Aceh, setelah menerima piagam penghargaan dari Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam menyajikan pemberitaan positif dan informatif terkait bencana meteorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues beberapa bulan lalu.
Piagam penghargaan itu diserahkan langsung oleh AKBP Hyrowo di ruang kerjanya. Pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk penghormatan atas peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan membangun kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sempat melanda wilayah tersebut tiga bulan lalu.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun optimisme publik di tengah situasi darurat. Menurutnya, pemberitaan yang disampaikan Abdul Azis tidak hanya berfokus pada dampak bencana, tetapi juga mengangkat upaya penanganan, proses evakuasi, hingga tahapan pemulihan yang dilakukan berbagai pihak. Hal itu dinilai membantu menciptakan suasana kondusif dan mendorong solidaritas masyarakat.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi insan pers untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab. Dalam situasi bencana, kata dia, informasi yang benar dan menyejukkan sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan maupun informasi yang tidak terverifikasi.
Abdul Azis menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia mengaku penghargaan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri, terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional 2026. Baginya, penghargaan itu bukan hanya bentuk pengakuan terhadap kerja pribadi, melainkan juga dedikasi seluruh jurnalis yang bertugas di lapangan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Menurut Abdul Azis, sejak awal terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di Gayo Lues, ia berupaya menghadirkan laporan yang komprehensif, mulai dari kondisi saat bencana terjadi, proses penanganan darurat, hingga perkembangan masa rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur. Ia menilai, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang utuh agar dapat memahami situasi secara menyeluruh.
Ia juga berharap momentum Hari Pers Nasional dapat semakin memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan insan pers dalam memberikan edukasi serta informasi yang mencerahkan kepada masyarakat. Menurutnya, kerja jurnalistik di wilayah rawan bencana membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak agar informasi yang disampaikan tetap mengedepankan akurasi dan kepentingan publik.
Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi terhadap peran pers dalam mendukung penanganan bencana di daerah. Di tengah tantangan tugas jurnalistik di lapangan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para jurnalis untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Laporan : Salihan Beruh


































