IDI, PDGI, dan Relawan Medis Hadir di Tengah Warga Pining untuk Pulihkan Kesehatan Pascabencana

Waspada Indonesia

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:22 WIB

50164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Upaya pemulihan kondisi masyarakat pascabanjir bandang di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang berpadu dalam semangat kemanusiaan. Salah satu langkah konkret dari proses pemulihan ini diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar di Pesantren Bunaya pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan bertajuk Program Kesehatan Bencana tersebut menjadi simbol hadirnya tangan-tangan solidaritas di tengah masyarakat yang sebelumnya sempat terisolasi oleh kondisi alam dan minimnya akses layanan dasar.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil koordinasi antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, IDI Gayo Lues, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Aceh dan daerah setempat. Tim tenaga kesehatan dipimpin langsung oleh Ketua IDI Gayo Lues, dr Junaidi, yang turut didampingi oleh dr Syafwan SpB selaku Ketua Ahli Bedah Aceh, bersama tenaga medis dari berbagai latar belakang profesi. Pendukung logistik lapangan datang dari kalangan relawan komunitas pecinta alam dan kendaraan off-road seperti Land Rover dan D-Cab, yang membantu proses pengangkutan bantuan hingga ke wilayah terdampak yang sulit dijangkau menggunakan kendaraan biasa.

Sejak pagi hari, ratusan warga terlihat berdatangan ke lokasi kegiatan. Layanan pengobatan gratis menjadi magnet utama dalam aksi sosial ini, mengingat terbatasnya fasilitas kesehatan yang tersedia selama masa darurat bencana. Sekitar 150 pasien mendapat perawatan dan pemeriksaan medis, terutama yang mengeluhkan gejala umum pascabencana seperti infeksi saluran pernapasan atas, gangguan kulit, hingga sakit lambung yang diperparah oleh kondisi lingkungan kurang sehat. Selain layanan pengobatan umum, juga dilaksanakan sunatan massal terhadap 45 anak dari berbagai desa di Pining. Kegiatan ini memberi makna tersendiri bagi masyarakat, karena layanan kesehatan seperti sunat yang memerlukan protokol medis kerap sulit diperoleh secara aman di daerah pelosok.

Baca Juga :  Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Pining Melaksanakan Sosialisasi Bersama Masyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini mencakup aspek yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan spiritual masyarakat. IDI Wilayah Aceh menyalurkan sejumlah bantuan nonmedis untuk mendukung keberlangsungan proses belajar dan beribadah warga. Bantuan itu antara lain berupa paket perlengkapan sekolah seperti tas dan alat tulis, seperangkat perlengkapan ibadah, serta berbagai jenis obat-obatan dasar yang dibagikan kepada warga untuk disimpan sebagai persediaan jangka pendek. Sambutan warga terhadap bantuan tersebut berlangsung dengan penuh antusias, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua yang merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan mendasar mereka setelah bencana.

Jamalul Hakim, seorang warga dari Kecamatan Pining, mengaku terharu sekaligus berterima kasih atas kehadiran para dokter dan relawan. Ia mengisahkan bagaimana sulitnya mengakses layanan kesehatan di hari-hari awal setelah banjir merendam sejumlah wilayah. Menurutnya, banyak warga yang terpaksa menunda pengobatan karena keterbatasan tenaga medis dan fasilitas yang rusak. Dengan hadirnya Program Kesehatan Bencana ini, katanya, warga tidak hanya mendapat layanan kesehatan, tetapi juga dorongan moral untuk perlahan memulihkan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Al Hudri Lantik 531 Pegawai P3K Gayo Lues

Sementara itu, dr Syafwan menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pelayanan medis rutin. Ia menyebut bahwa aksi turun langsung ke tengah masyarakat terdampak merupakan bentuk nyata tanggung jawab moral dan profesional tenaga medis dalam menghadapi situasi krisis. Penanganan kesehatan, menurutnya, haruslah komprehensif, mulai dari tindakan kuratif hingga preventif. Ia berharap kegiatan serupa bisa berlanjut dengan mekanisme pemantauan kesehatan komunitas agar dampak jangka panjang dari bencana tidak berujung pada krisis kesehatan baru.

Seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib hingga ditutup pada petang hari. Koordinasi yang baik antara relawan, tenaga medis, dan tokoh masyarakat setempat turut mendukung kelancaran kegiatan. Di tengah peliputan yang dilakukan berbagai media serta kehadiran warga yang melibatkan diri sejak awal, kegiatan ini dianggap sebagai bentuk transparansi dan kolaborasi multipihak yang mampu memperkuat rasa kepercayaan masyarakat kepada dunia medis dan lembaga pendukung kemanusiaan.

Kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut tidak hanya menyembuhkan luka-luka fisik yang ditinggalkan banjir, tetapi juga menjadi ruang pemulihan bersama yang memberi harapan baru bagi masyarakat Pining. Di tengah keterbatasan, tenaga medis dan relawan berhasil memperlihatkan bahwa dengan kerja sama dan kepedulian, masyarakat bisa bangkit kembali dan menata hari esok dengan semangat yang tak surut oleh bencana. (J.PORANG)

Berita Terkait

Negara Diminta Bertindak Tegas Awasi Tiga Perusahaan Getah Pinus di Gayo Lues yang Sudah Dibekukan dan Tidak Boleh Beroperasi
Perubahan Nama Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, PT Rosin Kembali Masuk Sorotan Keras
PT Rosin Masih Beroperasi di Tengah Sanksi, Kesan Kebal Hukum Makin Sulit Dihindari
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Bahan Baku, PSDH, dan SKSHHBK PT Rosin Dipersoalkan, LIRA Minta Pemeriksaan dari Hulu ke Hilir
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di BlangkejerenSatreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
LIRA Desak DLHK Aceh Bekukan Operasional PT Rosin, Legalitas Bahan Baku dan Ekspor Ikut Dipersoalkan
Warga Pasir Putih Meninggal Dunia di Tengah Jalan, Penanganan Pascabencana Dinilai Belum Sentuh Kebutuhan Dasar

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:41 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Senin, 11 Mei 2026 - 18:16 WIB

Gayo Lues Kembali Heboh, PT Rosin Didesak Hentikan Operasional Sampai Semua Persoalan Tuntas

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:02 WIB

Pemkab Pringsewu Usulkan Mocaf Jadi Proyek Strategis Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:39 WIB

Bupati Pringsewu Audiensi Dengan Menteri KKP, Bahas Penguatan Sektor Perikanan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:20 WIB

Seruan Hentikan MBG Disorot, DPP LIPPI: Itu Ancaman bagi Generasi Emas Indonesia

Senin, 4 Mei 2026 - 15:04 WIB

APRESIASI HARI PERS SEDUNIA: POLRI DINILAI HUMANIS LINDUNGI WARTAWAN SAAT TUGAS LIPUTAN 

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:40 WIB

Suryadi Djamil: Eksekutif–Legislatif Harus Solid, Hentikan Polemik yang Merusak Citra Aceh

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:23 WIB

SETELAH 20 TAHUN, UU PPRT DISAHKAN PRABOWO SAAT HARI BURUH DI MONAS

Berita Terbaru