Dosen Pertanian UGL Raih Hibah Nasional, Kembangkan Pestisida Nabati untuk Petani Aceh Tenggara

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:36 WIB

50499 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Anuar Ramut, S.P., M.Si, dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Gunung Leuser (UGL), memperoleh hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tingkat nasional dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi. Melalui dukungan hibah tersebut, ia bersama tim tengah memberdayakan kelompok tani dalam pengembangan herbisida dan insektisida nabati sekaligus biofertilizer berbasis jamur Trichoderma di Aceh Tenggara.

Program yang dijalankan sejak 2024–2025 itu berangkat dari hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang diraih Anuar Ramut di tingkat nasional. Pada 2026, hasil dan pengalaman riset tersebut kemudian dihilirkan menjadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan sasaran sektor pertanian, khususnya pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan rehabilitasi lahan pascabencana banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan PKM ini mengacu pada skema resmi DPPM yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menyediakan dana hibah untuk penelitian dan pengabdian di berbagai perguruan tinggi. Dalam program ini, Anuar Ramut bertindak sebagai ketua, dibantu dua anggota tim, yakni Deden Sumoharjo, S.P., M.P., dan Habibul Akram, S.Pd., M.Si. Mereka bermitra dengan Kelompok Tani Syari’at Bersama di Desa Kuta Tengah dan Leuser Group Agrofarm.

Fokus utama kegiatan adalah pemberdayaan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan nabati lokal untuk meramu herbisida dan insektisida, serta penggunaan biofertilizer Trichoderma sebagai agen hayati. Teknologi ini diharapkan mampu membantu petani mengendalikan OPT sekaligus mempercepat pemulihan kesuburan lahan yang terdampak banjir di Aceh Tenggara, tanpa terlalu bergantung pada input kimia sintetis yang mahal.

Baca Juga :  Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti

Menurut Anuar Ramut, peran dosen tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Ia menilai riset dan pengabdian kepada masyarakat adalah dua pilar penting yang harus berjalan beriringan. “Seorang dosen harus paham hal-hal krusial, yaitu riset dan pengabdian, serta menulis buku dan jurnal sebagai pengembang pengetahuan. Apa yang diriset oleh dosen itulah yang seharusnya diajarkan di kampus kepada mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kurikulum seorang pengajar pada dasarnya melekat pada penelitian yang dilakukan. “Saya memandang bahwa kurikulum seorang dosen berada pada risetnya sendiri, sehingga dosen harus terus melakukan penelitian agar ilmu yang diajarkan tetap aktual. Hasil riset tersebut juga harus diabdikan kepada masyarakat,” kata Anuar Ramut.

Anuar menjelaskan, pada 2024 dan 2025 ia mendapatkan hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) tingkat nasional dari DPPM. Pengalaman tersebut kemudian menjadi landasan bagi program pengabdian yang kini dijalankan. “Pada tahun 2026 ini, hasil dan pengalaman dari riset tersebut saya hilirkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  PJ Kepala Desa Tanjung Lama Mundur, Berkaitan Dengan Pengelolaan DD Tahap 3 tahun 2023 Diduga Fiktif total. Minta Ketegasan Pj Bupati Agara

Ke depan, Anuar Ramut berharap ada penguatan ekosistem riset lokal, khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara. Ia menilai perlu dibentuk lembaga yang secara khusus mewadahi penelitian di bidang agroteknologi sekaligus menyediakan skema hibah penelitian tingkat daerah. Dengan demikian, dosen dan peneliti lokal memiliki ruang lebih luas untuk mengkaji persoalan pertanian yang sangat spesifik di wilayah tersebut.

Ia menegaskan, ilmu pengetahuan di bidang agroteknologi bersifat sangat dinamis dan spesifik lokasi. Perbedaan ketinggian tempat, karakteristik tanah, kemiringan lahan, iklim, suhu, kelembapan, keberadaan mikroorganisme serta OPT, membuat kebutuhan dan respons tanaman bisa berbeda di setiap daerah. “Kebutuhan dan teknologi budidaya kakao di Sulawesi belum tentu sama dengan kakao di Aceh Tenggara, begitu juga pada padi dan komoditas lainnya. Karena itu kita membutuhkan riset yang dilakukan di daerah sendiri agar teknologi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi agroekosistem dan kebutuhan di Aceh Tenggara,” harapnya.

Dengan dukungan hibah nasional yang diterimanya, Anuar Ramut menilai ini momentum untuk menguatkan penelitian terapan dan pengabdian yang berakar pada persoalan nyata di lapangan. Ia berharap semakin banyak dosen dan peneliti muda di Aceh Tenggara terlibat aktif dalam riset-riset lokal yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani dan masyarakat.

Laporan Salihan Beruh

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu
Sidang Kedua Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Silayakh Jilid II Agara Digelar, Jaksa Agendakan Pemeriksaan Saksi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:10 WIB

PPPK Paruh Waktu Gayo Lues Sampaikan Dua Tuntutan Utama ke DPRK: Kepastian Mekanisme Peralihan PPPK Penuh Waktu serta Dorongan Kenaikan Gaji 50–100 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria 61 Tahun Bersama 63 Gram Ganja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:27 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara

Berita Terbaru