Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:16 WIB

50129 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Hari itu, rasa duka masih begitu terasa di Desa Kute Bakti, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara. Sejumlah kepala keluarga hanya bisa memandangi puing rumah dan sisa barang yang hangus terbakar, setelah musibah kebakaran hebat melanda permukiman mereka pada Kamis siang. Delapan rumah warga habis dilahap api, sementara enam rumah lainnya harus dibongkar demi menghambat rambatan si jago merah. Apa yang tersisa dari tragedi itu bukan hanya kerugian harta benda, tetapi juga jejak beban psikologis yang mendalam bagi mereka yang menjadi korban.

Di tengah suasana yang masih berat itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, SKM., MKM., hadir langsung di lokasi. Kehadirannya tidak hanya menjadi rutinitas birokrasi, namun menghadirkan makna yang dalam bagi masyarakat yang sedang diuji cobaan. Budi Afrizal, putra asli Aceh Tenggara yang dikenal aktif menangani berbagai bencana sosial di Aceh, memilih turun ke tengah warga yang tengah dirundung duka, bertatap muka, mendengar keluhan mereka, dan memberikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Ia berjalan dari tenda darurat ke sudut-sudut puing, menyapa dengan tenang dan penuh empati setiap keluarga korban kebakaran.

Baca Juga :  LIRA : Pendampingan Dan Evaluasi Kinerja BPKP Di Aceh Tenggara Tidak Main Mata

Dalam kunjungannya, Kepada Dinas Sosial Aceh tidak hanya memastikan langsung progres penanganan di lapangan, tetapi juga berinteraksi humanis dengan para korban. Ia meyakinkan masyarakat bahwa seluruh kebutuhan mendesak akan menjadi perhatian pemerintah. Budi Afrizal menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, agar upaya penanganan dan bantuan berjalan maksimal dan tepat sasaran. Di hadapan warga dan relawan yang masih berjibaku membersihkan sisa-sisa reruntuhan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat sendirian menghadapi dampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak kabar musibah itu menyebar, gotong royong masyarakat pun terlihat menguat. Para dermawan, organisasi sosial, dan sejumlah pihak bergerak cepat turut menyalurkan bantuan bahan makanan, selimut, serta perlengkapan dasar lainnya. Kehadiran Kepala Dinas Sosial Aceh turut mengajak lebih banyak elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga Desa Kute Bakti, menjadikan musibah ini sebagai pengingat besarnya nilai solidaritas serta pentingnya rasa kemanusiaan di atas segala perbedaan.

Budi Afrizal menyampaikan duka mendalam atas kehilangan yang dialami warga. Ia meminta agar para korban tetap tegar dan tidak berputus asa, seraya mengingatkan bahwa setiap bencana adalah ujian sekaligus saat bagi masyarakat untuk memperkuat rasa kepedulian satu sama lain. Di tengah himpitan ratusan pertanyaan masa depan, para korban mendapat suntikan harapan, bahwa pemerintah dan masyarakat Aceh, bahu membahu membangun kembali apa yang telah direnggut api.

Baca Juga :  Menteri Wihaji Tinjau SPPG Pulonas 02 Aceh Tenggara, Pastikan Layanan Gizi Berjalan Optimal

Dampak kebakaran di Desa Kute Bakti tidak hanya menyisakan rumah yang rusak, namun juga menandai titik balik pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama segala unsur pemerintah, masyarakat, dan relawan. Di tengah abu dan haru, kehadiran kepala dinas sosial Aceh membawa makna lebih luas tentang kehadiran negara saat rakyat menghadapi bencana. Musibah ini memang meninggalkan luka, namun juga melahirkan solidaritas baru yang memperkuat tatanan sosial desa.

Di saat masyarakat membangun kembali rumah dan kehidupan mereka, harapan pun tumbuh bahwa upaya kolektif hari ini akan menjadi pijakan masa depan yang lebih kuat. Kehadiran sosok pejabat yang membawa empati ke jantung masalah, mempertegas bahwa pemerintah hadir bukan sekadar dengan bantuan fisik, tapi juga dengan hati yang peduli. Badai memang telah berlalu, tapi solidaritas yang tumbuh diyakini akan bertahan lebih lama dari sisa puing yang ditinggalkan api.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Bupati Aceh Tenggara Tutup Pintu Rapat untuk Tegakkan Disiplin Pejabat
Anak Curi Motor Milik Orang Tua, Polres Aceh Tenggara Tangkap MRH di Lawe Sigala-Gala
Polres Aceh Tenggara Musnahkan 4,6 Ganja dan 90,97 Gram Sabu
Wakil Bupati Aceh Tenggara Tinjau Pembangunan Jembatan Sementara Pascabanjir di Desa Mbarung
Polsek Bambel Respon Cepat, Lakukan Pengamanan Banjir di Desa Kuning I, Jalan Nasional Sempat Tergenang Air
Program P3-TGAI Mengalirkan Harapan Baru Bagi Pettani Aceh Tenggara
Wujud Komitmen Nyata, Polres Aceh Tenggara Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ganja
Ratusan Warga Kutambaru Bercawan Dukung Sahidil Ahmad Maju Pilkades

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:27 WIB

Pelajar 16 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan terhadap Anak di Pringsewu

Rabu, 9 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan 21,63 Ton Beras Kepada Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 8 September 2026 - 13:41 WIB

Bupati Pringsewu Jawab Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan APBD 2O26

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD

Jumat, 4 September 2026 - 13:36 WIB

Mantan Kabag Humas Pringsewu Dwi Murniati Fitri Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:17 WIB

Wabup Pringsewu Turun Langsung ke Pasar Pagelaran, Sapa Warga & Kendalikan Harga Pangan

Rabu, 2 September 2026 - 20:05 WIB

Si Jago Merah Lalap Satu Hektar Lahan Perkebunan Jati di Ambarawa, Pringsewu

Selasa, 1 September 2026 - 19:47 WIB

Pemkab Pringsewu Adakan Pembinaan SPIP Terintegrasi 2026

Berita Terbaru

BANDA ACEH

MBG Jangan Jadi Eksperimen: SPPG Ditinggalkan, Kantin Dipaksakan

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:45 WIB