Simbol Kepedulian Pemerintah,  Kadis Sosial Aceh Tinjau Langsung Korban Kebakaran di Kute Bakti

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:16 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Hari itu, rasa duka masih begitu terasa di Desa Kute Bakti, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara. Sejumlah kepala keluarga hanya bisa memandangi puing rumah dan sisa barang yang hangus terbakar, setelah musibah kebakaran hebat melanda permukiman mereka pada Kamis siang. Delapan rumah warga habis dilahap api, sementara enam rumah lainnya harus dibongkar demi menghambat rambatan si jago merah. Apa yang tersisa dari tragedi itu bukan hanya kerugian harta benda, tetapi juga jejak beban psikologis yang mendalam bagi mereka yang menjadi korban.

Di tengah suasana yang masih berat itu, Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, SKM., MKM., hadir langsung di lokasi. Kehadirannya tidak hanya menjadi rutinitas birokrasi, namun menghadirkan makna yang dalam bagi masyarakat yang sedang diuji cobaan. Budi Afrizal, putra asli Aceh Tenggara yang dikenal aktif menangani berbagai bencana sosial di Aceh, memilih turun ke tengah warga yang tengah dirundung duka, bertatap muka, mendengar keluhan mereka, dan memberikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Ia berjalan dari tenda darurat ke sudut-sudut puing, menyapa dengan tenang dan penuh empati setiap keluarga korban kebakaran.

Baca Juga :  Program Rumah Layak Huni di Aceh Tenggara Jadi Perhatian, Warga Keluhkan Kualitas dan Dugaan Pungutan Liar

Dalam kunjungannya, Kepada Dinas Sosial Aceh tidak hanya memastikan langsung progres penanganan di lapangan, tetapi juga berinteraksi humanis dengan para korban. Ia meyakinkan masyarakat bahwa seluruh kebutuhan mendesak akan menjadi perhatian pemerintah. Budi Afrizal menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, agar upaya penanganan dan bantuan berjalan maksimal dan tepat sasaran. Di hadapan warga dan relawan yang masih berjibaku membersihkan sisa-sisa reruntuhan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan masyarakat sendirian menghadapi dampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak kabar musibah itu menyebar, gotong royong masyarakat pun terlihat menguat. Para dermawan, organisasi sosial, dan sejumlah pihak bergerak cepat turut menyalurkan bantuan bahan makanan, selimut, serta perlengkapan dasar lainnya. Kehadiran Kepala Dinas Sosial Aceh turut mengajak lebih banyak elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga Desa Kute Bakti, menjadikan musibah ini sebagai pengingat besarnya nilai solidaritas serta pentingnya rasa kemanusiaan di atas segala perbedaan.

Budi Afrizal menyampaikan duka mendalam atas kehilangan yang dialami warga. Ia meminta agar para korban tetap tegar dan tidak berputus asa, seraya mengingatkan bahwa setiap bencana adalah ujian sekaligus saat bagi masyarakat untuk memperkuat rasa kepedulian satu sama lain. Di tengah himpitan ratusan pertanyaan masa depan, para korban mendapat suntikan harapan, bahwa pemerintah dan masyarakat Aceh, bahu membahu membangun kembali apa yang telah direnggut api.

Baca Juga :  Lapas Kelas II B Kutacane Diduga Sarang Narkoba, Beredarnya Sebuah Vidio Narapidana Sedang Memakai Narkoba

Dampak kebakaran di Desa Kute Bakti tidak hanya menyisakan rumah yang rusak, namun juga menandai titik balik pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama segala unsur pemerintah, masyarakat, dan relawan. Di tengah abu dan haru, kehadiran kepala dinas sosial Aceh membawa makna lebih luas tentang kehadiran negara saat rakyat menghadapi bencana. Musibah ini memang meninggalkan luka, namun juga melahirkan solidaritas baru yang memperkuat tatanan sosial desa.

Di saat masyarakat membangun kembali rumah dan kehidupan mereka, harapan pun tumbuh bahwa upaya kolektif hari ini akan menjadi pijakan masa depan yang lebih kuat. Kehadiran sosok pejabat yang membawa empati ke jantung masalah, mempertegas bahwa pemerintah hadir bukan sekadar dengan bantuan fisik, tapi juga dengan hati yang peduli. Badai memang telah berlalu, tapi solidaritas yang tumbuh diyakini akan bertahan lebih lama dari sisa puing yang ditinggalkan api.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Relawan Prabowo Ikut Menanggung Malu, Jalan Nasional Kutacane–Medan Berulang Kali Terendam, Jembatan Kuning I Didesak Dibongkar
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
18 Alat Berat Bantuan Pusat untuk Aceh Tenggara Rusak, Bupati Ngamuk: Jalan Baru Ditimbun Sudah Amblas Lagi
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Tak Hujan Pun Banjir, Warga Desa Kuning 1 Kecewa Berat ke Pemerintah Aceh dan Titip Harapan ke Gubernur Jawa Barat KDM
Dari Persembunyian di Desa Simpang Semadam Hingga Meninggal di Rumah Sakit, Ada Apa Dalam 24 Jam Terakhir Hidupnya Ical
Buron 19 Bulan, Narapidana Lapas Kutacane Ditangkap di Rumahnya di Simpang Semadam
Yahdi Hasan Kawal Langsung Pemulangan Jenazah Warga Asal Aceh Tenggara dari Malaysia hingga Tiba di Kualanamu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Berikan Kemudahan Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Respons Cepat Kericuhan Mapolda Ketum AKPERSI Apresiasi Kapolrestabes Palembang

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:10 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

PPWI Ogan Ilir Kecam Akun Ladusing T, Diduga Sebarkan Tudingan Tanpa Bukti

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:22 WIB

“Fitnah Rp5 Juta Muncul Saat Uang Ditolak!” Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Jangan Diam!

Berita Terbaru