PTPN IV dan reNIKOLA Jalin Kemitraan Guna Kembangkan 4 Unit Pabrik CBG Plant di Sumatera Utara

Waspada Indonesia

- Redaksi

Kamis, 31 Agustus 2023 - 14:30 WIB

50844 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuala Lumpur |  PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) menggandeng reNIKOLA Holdings Sdn Bhd untuk mengembangkan pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) di Sumatera Utara. Kemitraan ini dijalin melalui Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua pihak pada 30 Juni 2023

Berdasarkan kesepakatan dalam MoU, reNIKOLA akan mendukung PTPN IV untuk menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Di antaranya dengan membangun, memiliki, dan mengoperasikan empat unit pabrik CBG (PKS Tinjowan, PKS Pulu Raja, PKS Dolok Sinumbah & PKS Pabatu). Dalam prosesnya, setiap pabrik akan menggunakan limbah kelapa sawit milik PTPN IV sebagai bahan baku untuk menghasilkan biomethane.

Menurut Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno, PTPN IV sebagai salah satu anak Perusahaan PTPN Holding yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, berinsiatif melakukan kerja sama ini, selaras dengan roadmap pengurangan Gas Rumah Kaca (GRK) yang dicanangkan PTPN Group untuk melakukan pengurangan emisi dalam Business As Usual (BAU) kegiatan perkebunan, juga mendukung program pemerintah terhadap upaya menurunkan emisi GRK 29% dari (kemampuan sendiri) atau 41% (dengan bantuan internasional) pada 2030 sesuai NDC (Nationally Determined Contribution). PTPN IV akan mereduksi emisi methane dari limbah cair kelapa sawit dengan memanfaatkannya menjadi energi baru terbarukan sebesar 377.523 tCO2 s.d. tahun 2030.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan dengan perkembangan terbaru ini, kami berkomitmen untuk terus memperluas praktik ESG kami melalui kerja sama dengan reNIKOLA, yakni melakukan pemanfaatan limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit (POME) menjadi biogas termurnikan atau yang disebut Biomethane. Produksi Biomethane ini dihasilkan dari pengolahan biologis limbah organik melalui proses pencernaan anaerobik. Biomethane ini akan mengurangi efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh produksi metana dan menjadi solusi energi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta berfungsi sebagai alternatif energi rendah karbon,” ujar Sucipto.

Baca Juga :  Lalui Diplomasi Soft-Power, Taruna AAL KJK 2023 Kawal Kesenian Indonesia Yang Makin diakui Dunia

Biomethane akan dikompresi kedalam skid Modul Transportasi Gas (GTM), kemudian diangkut dalam bentuk CBG untuk dijual kepada pelanggan korporasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Di sana, produk itu akan dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar gas bumi yang berasal dari fosil. Inisiatif strategis tersebut berfungsi mempercepat proses dekarbonisasi rantai nilai kelapa sawit dalam negeri.

Melalui cara ini, PTPN IV berupaya memfasilitasi PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) untuk mengembangkan Sei Mangkei Special Economic Zone (SEZ) sebagai Kawasan Industri Hijau pertama di Indonesia. Pabrik CBG akan berkontribusi mengurangi emisi karbon, mempromosikan praktik berkelanjutan dan menjadi diversifikasi sumber energi Indonesia.

“Selaku Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang perkebunan, PTPN IV berusaha menetapkan standar industri agar dapat meminimalkan dampak bisnis terhadap lingkungan melalui penerapan teknologi inovatif pada setiap aktivitas bisnis serta membangun kemitraan strategis dengan para pemimpin industri dan pakar demi mendorong tujuan dekarbonisasi Indonesia,” ujar Sucipto.

Baca Juga :  Kunjungi Ceko, Menko Polhukam dan Menkumham Buka Lebar Peluang Repatriasi Korban Pelanggaran HAM Berat

Sementara itu, Managing Director reNIKOLA Boumhidi Adel merasa senang bisa menjalin kemitraan strategis dengan PTPN IV. Menurutnya, ini merupakan proyek pertama reNIKOLA di luar negeri. reNIKOLA sendiri merupakan perusahaan penghasil energi terbarukan murni asal Malaysia yang berkantor pusat di Kuala Lumpur.

reNIKOLA memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Semenanjung Malaysia dengan total kapasitas pembangkit sebesar 178 MWp. Selain solar, perusahaan tersebut juga memiliki beberapa pembangkit listrik tenaga biogas dan mini-hidro. reNIKOLA memiliki target untuk membangun portofolio ET hingga 1GWp yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya dan non-solar.

”PTPN IV adalah perusahaan pertanian milik negara yang berfokus pada produksi minyak sawit dan memainkan peran penting dalam dekarbonisasi industri minyak sawit di Indonesia,” ujar Boumhidi.

Saat ini, reNIKOLA mempunyai tujuan untuk mengembangkan 30 proyek CBG di Indonesia dengan total investasi hingga USD150 juta selama lima tahun ke depan. Melalui proyek CBG, reNIKOLA akan membantu upaya pengurangan dampak perubahan iklim sehingga bisa berkontribusi mewujudkan target Indonesia untuk mencapai 29% energi terbarukan pada 2030 mendatang.

“Bagi kami, ekspansi ke Indonesia ini merupakan tonggak penting lainnya untuk memperluas portofolio energi terbarukan kami karena kami berusaha untuk menjadi salah satu pemain terkemuka di industri energi terbarukan di kawasan ini,” pungkas Boumhidi. (RED)

Berita Terkait

Meneguhkan Komunikasi Publik dan Dukungan Penanganan Longsor Pasirlangu
HPN 2026, Pemkab Bandung Barat Tegaskan Komitmen Bersama Pers untuk Bangun Daerah yang AMANAH
SATMA AMPI Madina: PETI Rantobi Diduga Terorganisir dan Kebal Hukum”
Dari Layanan Kesehatan hingga Pokir Pertanian: IWO-I Sampaikan Temuan Lapangan dalam Audiensi Bersama DPRD KBB
Kabupaten Bandung Barat Genjot Pengembangan Peternakan Sapi Perah di Wilayah Selatan untuk Pemerataan Ekonomi
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
SWI Ingatkan Pemerintah: Jangan Jadikan PWI Satu-satunya Mitra, Pers Harus Merdeka dan Berdaulat
Liputan Kandang Ayam Berujung Maut: Wartawan Masuk IGD Usai Dikeroyok

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:21 WIB

Rapat Evaluasi TMMD, Dansatgas Tegaskan: Semua Kendala Harus Cepat Diselesaikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:07 WIB

Dialog dengan Penerima Manfaat, Dansatgas TMMD Pastikan RTLH Berkualitas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39 WIB

Demi Akses Warga, Dansatgas TMMD Abdya Tinjau Proyek Jalan di Medan Ekstrem

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:54 WIB

Tahap Awal Rampung, Pembangunan MCK TMMD Mulai Masuk Proses Plesterisasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:16 WIB

Aksi Nyata TMMD Abdya, Masjid Dibersihkan untuk Kenyamanan Jamaah

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:11 WIB

Kompak! Satgas TMMD dan Warga Tangan-Tangan Bersihkan Lingkungan Demi Desa Sehat

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:49 WIB

Medan Berat Tak Jadi Halangan, Proyek Jalan TMMD di Abdya Capai 30 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:09 WIB

TNI dan Warga Bersinergi, 5 Titik MCK di Gunung Cut Mulai Dibangun

Berita Terbaru