ETF Ethereum Resmi Diperdagangkan, Potensi Kenaikan Lanjutan Bitcoin?

Waspada Indonesia

- Redaksi

Jumat, 26 Juli 2024 - 02:00 WIB

50173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bitcoin (BTC). Sumber: Shutterstock.

Jakarta, 26 Juli 2024 – Bitcoin (BTC) telah menunjukkan performa yang mengesankan dalam satu pekan terakhir dengan mencatatkan kenaikan harga lebih dari 12%, dari level US$60.000 mencapai titik tertinggi mingguan di US$68.295 pada Senin (22/7). Jika dilihat dari level terendahnya pada 5 Juli lalu ketika BTC menyentuh area US$54.000, performa kenaikan harga yang dibukukan mencapai 25%. 

Salah satu faktor utama yang mendukung momentum bullish ini adalah antisipasi peluncuran perdagangan ETF Ethereum spot pertama di Amerika Serikat hingga aliran dana ETF BItcoin spot menunjukkan netflow positif selama 12 hari perdagangan berturut-turut sejak 5 Juli. Namun, ketika ETF Ethereum resmi diperdagangkan pada Selasa (23/7), mengapa Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan tetap stabil?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyoroti harga Bitcoin yang tidak selalu naik secara konsisten. Reli BTC baru-baru ini telah menemui hambatan di sekitar level US$68.200, yang menunjukkan bahwa para investor dan trader sedang menjual pada posisi tersebut. Para pelaku pasar akan berusaha mendorong BTC di bawah US$66.000, yang dapat memicu penurunan yang signifikan. 

“Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti pengembalian Bitcoin oleh Mt. Gox yang kini sedang dalam proses mengembalikan lebih dari 140.000 BTC kepada kreditor. Kekhawatiran bahwa pasokan BTC yang berlebih dapat mempengaruhi harga di pasar cukup beralasan,” kata Fyqieh.

Baca Juga :  Kampus UKM dan IAII Berdayakan Binaan Baznas melalui Pelatihan Pemasaran Digital

“Selain itu, pemerintah AS baru-baru ini memindahkan BTC senilai US$4 juta ke Coinbase Prime, menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan penjualan. Pergerakan ini sering kali menjadi perhatian pasar karena pemerintah AS memegang BTC dari berbagai penyitaan,” ujar Fyqieh.

“Kemudian, CSOP Asset Management, salah satu manajer aset terbesar di China, berencana meluncurkan ETF baru untuk shorting BTC. Ini bisa menyebabkan aliran modal yang lebih besar ke produk short, yang berpotensi meningkatkan tekanan jual di pasar,” tambahnya.

Dampak Jangka Pendek dan Prospek Masa Depan

Prediksi harga Bitcoin (BTC). Sumber: Tokocrypto.

Dalam jangka pendek, penurunan harga BTC sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran tentang pasokan BTC yang berlebih akibat pengembalian dana Mt. Gox dan spekulasi terkait transaksi pemerintah AS. Peluncuran ETF yang berfokus pada shorting BTC juga dapat berkontribusi pada volatilitas pasar.

Namun, Fyqieh menambahkan, “Meskipun ketidakstabilan pasar dalam jangka pendek, penyelesaian masalah besar seperti pengembalian dana Mt. Gox bisa menjadi positif untuk pasar kripto secara keseluruhan. Dengan selesainya pengembalian dana, pasar bisa mendapatkan stabilitas lebih besar dan berpotensi mengalami kenaikan di masa depan.”

Baca Juga :  Bagaimana Pemilu AS Memengaruhi Tren Harga Bitcoin

Investor perlu mempertimbangkan dinamika pasar dan situasi makroekonomi yang sedang berlangsung, seperti hasil pemilu AS dan potensi perubahan kebijakan pemerintah terhadap kripto. Penarikan diri Presiden Joe Biden dari pemilihan AS mendatang telah menciptakan spekulasi bahwa kebijakan yang lebih mendukung kripto mungkin akan diadopsi, tergantung siapa yang akan terpilih. Namun, situasi ini tetap bersifat spekulatif dan memerlukan perhatian lebih lanjut.

Menurut Fyqieh, sinyal bullish untuk melanjutkan kenaikan harga Bitcoin masih kuat dalam jangka pendek. Pengembalian Bitcoin ke US$67.500 akan mendukung pergerakan menuju level resistensi US$69.000 sekitar Rp1,1 miliar.

Penembusan dari level resistensi US$69.000 dan level US$70.000 dapat memberi peluang bagi para investor untuk mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$73.808 atau sekitar Rp1,19 miliar. Di sisi lain, penembusan di bawah level dukungan US$64.000 dan EMA 50 hari dapat menandakan penurunan menuju level dukungan US$60.365.

Berita Terkait

Bantuan Gubernur di Desa Mandalasari Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Kualitas tidak produktip
10.000 Relawan Siap Hijaukan Boyolali di Munas SWI 2026
Di Aceh Tenggara Panen Buah Mangga Kweni.Satu Pohon Mencapai Satu Ton.
Perkuat Sinergi Pembangunan Bupati Karo Melakukan Kunjungan ke Pabrik AQUA Berastagi
Warung Wajik Taat Pajak dan Bijak Kelola Usaha Mendapat Apresiasi Bupati Karo
Dukung Asta Cita Presiden, Menpora Dito dan Mendes Yandri Teken Nota Kesepahaman Sinergitas Program
Dukungan Penuh ! YAHMAN Efendi Siap Bersinergi dengan Bupati Pesisir Barat Demi Perlindungan Konsumen

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 00:53 WIB

Partai Cinta Negeri Usung Pendiri Sekaligus Ketua Umumnya, Samsuri S.Pd.I., M.A., sebagai Capres RI 2029

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:17 WIB

Putusan MK Nomor 145/PUU-XXlll/2025, Teguhkan Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Penyeimbang Kekuasaan 

Sabtu, 17 Januari 2026 - 12:14 WIB

DPP AKPERSI: Sobang Terancam Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian 

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:53 WIB

BNN Bongkar Produksi Vape Narkoba Omzet Rp 18 M, PW GPA DKI : BNN Selamatkan Ribuan Pemuda Dari Bahaya Narkoba

Jumat, 16 Januari 2026 - 04:24 WIB

Kamis, 15 Januari 2026 - 03:09 WIB

Kejati Malut diminta segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan anggota DPRD Provinsi Maluku Utara

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:04 WIB

RKAB PT HSM Dipersoalkan Aktivis Maluku Utara Datangi Dirjen Minerba dan PT CNGR

Senin, 12 Januari 2026 - 19:51 WIB

PDIP Ungkap 8 Tantangan Utama Bangsa dalam Penutupan Rakernas I

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp 10 Juta

Sabtu, 24 Jan 2026 - 00:17 WIB