Prioritas yang Keliru: Lebih Penting Menjerat Pengkritik daripada Mengusut Proyek Miliaran?

REDAKTUR UTAMA

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 07:44 WIB

50651 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa – Keputusan Polres Sumbawa dalam kasus Aby Risal mengundang kritik tajam dan pertanyaan tentang prioritas penegakan hukum di daerah tersebut. Ketika ada dugaan penyimpangan dalam proyek negara senilai Rp131,9 miliar, yang seharusnya menjadi fokus utama adalah penyelidikan mendalam terhadap substansi dugaan tersebut:

apakah ada penggunaan material ilegal, apakah ada quarry tak berizin, dan apakah ada kerugian negara? Namun, yang terjadi justru sebaliknya: energi dan sumber daya penegak hukum dialihkan untuk menjerat jurnalis yang mengungkap dugaan tersebut.

Baca Juga :  Rumah Warga, Bangunan Sekolah SD Dan SMP Dusun GS Jurong Desa Bonai Terendah terendam Banjir Selama Sepekan

Ini menunjukkan prioritas yang keliru dan berpotensi menghambat upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang berkeadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  USP Gelar Wisuda ke Ratusan Mahasiswa Fakultas Kesehatan

Mengapa dugaan pelanggaran dalam proyek skala besar ini seolah diabaikan, sementara suara kritik justru direspons dengan tindakan pidana? Pola ini bisa menciptakan iklim ketidakpercayaan di mana masyarakat melihat bahwa kekuasaan lebih memilih melindungi status quo daripada mengusut kebenaran.

Jika praktik ini terus berlanjut, siapa yang akan berani bersuara lagi?. []

Berita Terkait

Bentuk Kepedulian kepada Anggota, Wakapolda Jabar Kunjungi Rumah Duka Aiptu Asep Suhara
Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Edukasi Bahaya HIV AIDS dan LGBT ke-Siswa: Pemko Pekanbaru Turun

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Sinergi Polri dan PT Yutani Dukung Ketahanan Pangan, Panen 2 Ton

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:05 WIB

AKBP Dasril Pimpin Rapat Pembahasan Portal Truk Air Molek

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:18 WIB

Ditlantas Polda Riau Borong Penghargaan, Briptu Jessica Raih Medali

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:12 WIB

Polda Riau Paparkan Barang Bukti Narkoba Rp.69,7 Miliar

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:32 WIB

Asap Pabrik PT JATIM Meresahkan Kesehatan Anak-anak

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:43 WIB

Serang Wartawan di Siak, PWMOI Pekanbaru Desak Polisi Bertindak Cepat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:06 WIB

Penegakan Hukum Mangrove Rohil oleh Polda Riau Diapresiasi BKSDA

Berita Terbaru