Jaya Sakti Peduli dan Berbagi Sesama Warga Setempat, Satgas Bangun Keharmonisan Lewat Ibadah dan Kebersamaan

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:59 WIB

50297 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Tengah — Membangun kedekatan dengan masyarakat tidak selalu harus melalui kegiatan formal. Itulah yang menjadi semangat Satgas RI-PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti (JS) Pos Pogapa dalam menjalankan tugasnya di wilayah perbatasan. Lewat pendekatan yang menyentuh sisi spiritual dan sosial, Satgas menunjukkan kehadirannya tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan warga sehari-hari.

Pada Minggu (12/10/2025), personel Pos Pogapa mengikuti ibadah mingguan bersama masyarakat di salah satu gereja di Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Seusai ibadah, Satgas juga membagikan makanan ringan kepada jemaat yang hadir sebagai bentuk perhatian dan rasa kebersamaan.

Letnan Dua Infanteri Runggu Asido Nainggolan, Komandan Pos Pogapa, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pendekatan teritorial yang dilakukan Satgas untuk menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah tugas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini bukan semata-mata tentang bagi-bagi makanan, tetapi bagaimana kami hadir bersama masyarakat, merasakan kehidupan mereka, dan berbagi dalam keadaan suka maupun duka. Dengan ibadah bersama, kami bisa menyentuh sisi hati dan nilai-nilai yang sama-sama kami junjung,” ujarnya.

Baca Juga :  Idris Arlem Dukung Suhaidi-Maliki di Pilkada Gayo Lues

Ia menambahkan, pendekatan yang bersifat spiritual seperti ini memiliki dampak yang besar dalam menciptakan iklim saling percaya dan menghormati antara TNI dan masyarakat setempat. Selain memperkuat kehadiran negara di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat Papua.

Warga menyambut hangat kehadiran Satgas di tengah-tengah mereka. Bagi sejumlah jemaat, momen ibadah bersama dengan TNI menjadi hal yang tidak biasa namun sangat bermakna. “Kami merasa diberkati dan semakin yakin bahwa tentara hadir untuk menyayangi dan melindungi, bukan sekadar menjaga,” ujar Lukas Tabuni, salah satu tokoh jemaat.

Pembagian makanan ringan dilakukan secara sederhana, namun penuh makna. Anak-anak dan lansia tampak antusias menerima bingkisan setelah mengikuti ibadah. Kegiatan ini juga diselingi dengan sapaan hangat, canda tawa, serta obrolan ringan di halaman gereja, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.

Baca Juga :  Putusan Perlawanan Dibatalkan Pengadilan Tinggi, Pasar Butung Segera Dieksekusi

Dengan kegiatan seperti ini, Satgas Yonif 113/JS terus menunjukkan konsistensinya dalam pendekatan humanis di wilayah operasi. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari strategi TNI dalam membangun stabilitas keamanan berbasis kedekatan dengan masyarakat, terutama di daerah-daerah rawan dan terluar.

“Satgas bukan hanya tentang pengamanan perbatasan. Kami ingin hadir sebagai sahabat masyarakat, melalui kegiatan-kegiatan kecil yang bisa membawa dampak besar dalam jangka panjang,” kata Letda Runggu.

Langkah-langkah sederhana namun menyentuh ini memberi pesan kuat: bahwa di tengah medan tugas yang berat, masih ada ruang untuk kepedulian dan kebersamaan. Dan itulah yang kini menjadi wajah TNI di Papua — menjaga, melayani, dan menyatu dengan masyarakat.

**

Laporan: Salihan Beruh
Redaksi: Waspada Indonesia

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru