Satgas Yonif 113/JS dan Warga Sanepa Gotong Royong Bangun Taman Kanak-Kanak

WASPADA INDONESIA

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:53 WIB

50465 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAN JAYA — Kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 113/Jaya Sakti disambut antusias oleh warga Kampung Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dari anak-anak hingga orang tua, semua ikut menyambut kedatangan pasukan TNI di pinggir kampung, dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan.

Tidak hanya menyambut, warga bahkan langsung bergotong royong membantu para prajurit membangun Taman Kanak-Kanak (TK) Sanepa yang digagas oleh personel Satgas. Sejak Selasa (16/10/2025) pagi, puluhan warga, sebagian besar laki-laki muda dan bapak-bapak, tampak bahu membahu bersama TNI. Dengan peralatan seadanya seperti cangkul, linggis, dan sekop, mereka mengisi karung-karung tanah untuk membangun tanggul penyangga lahan sekolah.

“Ini ungkapan rasa senang kami atas kehadiran Bapak-bapak TNI. Sekarang anak-anak bisa sekolah lebih dekat, bisa internetan juga. Dulu kami harus ke Pogapa kalau mau telepon atau buka internet,” ujar Jekson Migau (18), salah satu pemuda Kampung Sanepa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Jekson, sejak kedatangan TNI dari Yonif 113/JS, berbagai perubahan dirasakan warga. Selain mulai terbangunnya fasilitas pendidikan, Satgas juga memberikan layanan kesehatan gratis dan bahkan menyediakan akses internet melalui Wi-Fi di pos mereka.

Baca Juga :  Satgas TK Engganengga Tumbuhkan Keceriaan dan Harapan Lewat Program Bohati di Intan Jaya

Dansatgas Yonif 113/JS, melalui Danpos Sanepa, Kapten Inf Sugeng Jamianto, mengatakan bahwa gotong royong antara warga dan personel Satgas TNI menjadi bukti hubungan yang kuat antara masyarakat dan aparat negara.

“Partisipasi masyarakat dalam membangun TK ini sangat luar biasa. Gotong royong ini bukan hanya membangun gedung, tetapi juga membangun kepercayaan dan kebersamaan. Kami merasa seperti berada di tengah keluarga,” kata Kapten Sugeng.

Pembangunan TK Sanepa menjadi bagian dari upaya Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 113/JS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini di wilayah perbatasan dan daerah terpencil. Pendidikan anak usia dini, yang sebelumnya belum tersedia di Kampung Sanepa, kini mulai bisa dinikmati oleh anak-anak kampung tersebut.

Secara geografis, Distrik Homeyo berada di wilayah pedalaman dengan akses terbatas. Ketergantungan pada jalur udara membuat pembangunan infrastruktur menjadi sangat menantang. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran Satgas yang membawa misi kemanusiaan—mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga akses informasi—menjadi harapan baru bagi masyarakat lokal.

Baca Juga :  Mantan Kapolres Simalungun Kombes Pol Dr. Ronald Sipayung Jabat Direktur Resnarkoba Polda Babel

Personel Satgas Yonif 113/JS juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti pembangunan TK ini akan terus dilakukan di titik-titik lain, terutama di kampung-kampung terpencil yang belum tersentuh layanan dasar pemerintahan. Masyarakat, di sisi lain, menunjukkan kesiapan untuk terus mendukung dan berkolaborasi dengan personel TNI selama mereka berada di wilayah tersebut.

“Kami berharap TK ini kelak jadi tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Tidak hanya membaca dan berhitung, tapi juga menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini,” ujar Kapten Sugeng.

TK Sanepa tidak hanya menjadi simbol fasilitas pendidikan baru di Intan Jaya, tetapi juga sebuah monumen kecil tentang harapan, kolaborasi, dan masa depan Papua yang lebih baik.

Laporan : Salihan Beruh

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:24 WIB

KALIBER ACEH: Jangan Ganggu Petani! Aceh Tenggara Butuh Pembangunan, Bukan Kegaduhan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru