Menanam Lombok di Jalan Rusak, Warga Canrego Menanti Kepedulian Pemerintah

- Redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:59 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

waspadaindonesia.com l Takalar – Keputusasaan warga Kelurahan Canrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, akhirnya mencapai titik puncak. Setelah puluhan tahun menanti perbaikan yang tak kunjung terwujud, warga memilih cara simbolik nan menyayat hati: menanam pohon lombok tepat di tengah jalan yang rusak parah, sebagai tanda matinya harapan atas perhatian pemerintah.

Aksi tersebut dilakukan oleh Moldy dan Yusri, dua warga setempat yang setiap hari harus melintasi jalan berlubang dan berlumpur. Jalan itu kini tak lagi layak disebut sebagai akses penghubung, melainkan kubangan yang menyulitkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menanam pohon lombok di tengah jalan ini sebagai bentuk protes. Jalan ini sudah rusak parah dan puluhan tahun tidak pernah diperbaiki,” ujar Moldy dengan nada kecewa, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga :  Pengukuhan 4.500 Relawan Bersih Narkoba Sumatera Utara Dihadiri Bupati Karo

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut bukanlah persoalan baru. Selama kurang lebih 30 tahun, warga hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Padahal, jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Polongbangkeng Selatan dengan Kecamatan Mangarabombang.

“Ini jalan penghubung dua kecamatan, tapi seolah dibiarkan begitu saja,” ungkapnya lirih.

Kondisi jalan yang memprihatinkan itu juga kerap memakan korban. Terutama saat musim hujan, badan jalan berubah menjadi lumpur licin yang menyebabkan banyak pengendara sepeda motor terjatuh.

“Sudah banyak yang jatuh di sini. Kami mohon pemerintah jangan lagi menutup mata,” tegas Moldy.

Baca Juga :  Polri-TNI-Govt Kuansing Bersinergi Amankan Event Budaya Pacu Jalur 2025

Yang semakin menyayat hati, jalan rusak sepanjang kurang lebih 1.100 meter tersebut berada tepat di depan rumah Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo. Bagi warga, kondisi ini sangat ironis, mengingat kawasan itu merupakan tanah kelahiran sosok pahlawan yang berjasa besar bagi bangsa.

“Ini tanah kelahiran pahlawan nasional kita, tetapi jalannya dibiarkan rusak parah,” tuturnya.

Moldy bersama warga Canrego lainnya hanya berharap jeritan sunyi mereka kali ini benar-benar terdengar. Mereka mendambakan langkah nyata pemerintah daerah agar tagline “Cepat Berpikir, Cepat Bertindak, Cepat Hasil” tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar terwujud, sebelum jalan rusak ini kembali merenggut korban dan memupus harapan masyarakat.(Red)

Berita Terkait

Surat Penghentian Diduga Tak Bertaring, Proyek Tower Batununggal Jadi Sorotan Tajam
Warga Batujajar Mengamuk! Kios Diduga Penjual Obat Golongan G Digerebek Massa di Pasar Batujajar
Satpam Diduga Justru Mengancam Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Belum Dapat Dikonfirmasi  
Dari Persaudaraan Menuju Pengabdian, XTC Indonesia Kota Cirebon Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah
Hak Anak Dipertaruhkan, Diskualifikasi Siswa MBK di SMAN 2 Padalarang Picu Kemarahan Wali Murid
*Orang Tua siswa Menjerit Tiga Calon Siswa Di Diskualifikasi, Diduga Panitia SPMB SMAN 2 Padalarang Tidak Profesional*,
Wali Murid Apresiasi Psikotes di SMPN 17 Gresik, Ketua Komite Bantah Dugaan Pungli dan Soroti Pemberitaan yang Dinilai Kurang Berimbang
Rapor Merah Disdik Kota Bekasi: Dari Sengkarut SPMB, Mutasi Ilegal PPPK, hingga Dugaan Korupsi Meubeler Diadukan ke Kejari

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aceh Tenggara Mendesak Program Strategis Mitigasi Bencana dan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:57 WIB

Kepala MTsN 1 Aceh Tenggara Diduga Simpan Penyimpangan Dana BOS, Kemenag Tegaskan Siap Proses Hukum

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Usai Kebakaran, Pesantren Darul Mukhlasin Aceh Tenggara Terima Bantuan Pemerintah dan Polri

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:51 WIB

Proyek Irigasi P3-TGAI di Aceh Tenggara Diduga Sarat Manipulasi, PPK OP SDA-II BWS Sumatera-I Pilih Bungkam

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:49 WIB

Kecamatan Darul Hasanah Promosikan Produk Unggulan di Festival Kakao dan Pasar Tani Aceh Tenggara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:08 WIB

H. Irmawan Dinilai Mampu Jawab Harapan Publik, Didorong Pimpin Aceh Tenggara 2029

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara Dihantam Isu Jual Beli Proyek dan Dugaan KKN

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane Tekankan Disiplin dan Etika Medis

Berita Terbaru